Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Proses Implementasi Delivery Management System (DMS)

Proses Implementasi Delivery Management System (DMS)

Perusahaan yang menjalankan bisnis pengiriman tahu persih bahwa merencanakan rute, mengelola pemesanan, dan mengetahui bahwa setiap pesanan berhasil dilakukan adalah pekerjan yang perlu diotomatisasi. Serangkaian kegiatan tersebut bisa diotomatisasi dengan Delivery Management System (DMS). DMS menjadi salah satu shortcut perusahaan pengiriman untuk mengefektifkan kinerja logistiknya. Ingin tahu lebih dalam proses penerapannya di perusahaan? Berikut ulasan yang dapat Anda simak.

Apa itu Delivery Management System (DMS)?

[caption id="attachment_4871" align="aligncenter" width="700"]

Delivery Management System (DMS)

Ilustrasi Delivery Management System (DMS) (Pexels.com)[/caption]Delivery Management System (DMS) adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan operasi pengiriman dalam suatu organisasi. DMS membantu perusahaan dalam merencanakan, melacak, dan mengkoordinasikan proses pengiriman barang atau layanan kepada pelanggan dengan efisien. Dengan menggunakan DMS, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan pengiriman, mengurangi biaya operasional, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. DMS membantu perusahaan untuk menghadapi tantangan dalam pengelolaan pengiriman dengan lebih efektif dan menjadi lebih kompetitif di pasar yang semakin kompetitif.Baca juga: Faktor Pengembangan Strategi Logistik & Penerapannya

Persiapan Sebelum Implementasi Delivery Management System (DMS)

[caption id="attachment_4623" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang melakukan pengecekan cold storage

seseorang sedang melakukan pengecekan storage (Pexels.com)[/caption]Sebelum mengimplementasikan DMS, terdapat beberapa persiapan yang perlu dilakukan agar DMS dapat diterapkan dengan baik dan berjalan secara efektif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil sebelum implementasi:

  • Menentukan tujuan dan kebutuhan bisnis

Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan menggunakan DMS memudahkan proses identifikasi masalah yang ingin dipecahkan lebih mudah. Dari ini, Anda dapat mengetahui bahwa terdapat manfaat yang diharapkan dari implementasi DMS. Disisi lain, perlu juga memahami kebutuhan khusus bisnis Anda, termasuk jenis pengiriman, jangkauan geografis, dan skala operasional.

  • Menganalisis proses pengiriman

Persiapan implementasi DMS selanjutnya adalah dengan melakukan analisis mendalam terhadap proses pengiriman yang sedang berjalan. Perlu ada proses identifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan pembaruan. Selain itu, Anda juga perlu memahami alur kerja yang ada, termasuk penjadwalan, pemantauan pengiriman, manajemen pengemudi, dan interaksi dengan pelanggan. Hal ini membantu memahami persyaratan yang diperlukan dari DMS yang akan diimplementasikan.

  • Membuat rencana implementasi

Rencana ini mencakup langkah-langkah yang harus diambil, jadwal implementasi, alokasi sumber daya, dan tim yang bertanggung jawab. Pastikan rencana implementasi mencakup pembaruan sistem, integrasi dengan sistem yang sudah ada, pelatihan pengguna, dan uji coba sebelum peluncuran penuh agar implementasi bisa lebih efektif. Baca juga: FTL dan LTL: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Proses Implementasi Delivery Management System (DMS)

[caption id="attachment_4249" align="aligncenter" width="700"]

Delivery Management System

seseorang sedang melakukan kegiatan reverse logistics[/caption]Proses implementasi Delivery Management System (DMS) melibatkan beberapa tahapan yang penting, mengingat. Berikut adalah tahapan-tahapan utama yang biasanya dilakukan dalam implementasi DMS:

  • Persiapan teknis

Tahap ini melibatkan persiapan infrastruktur teknis yang diperlukan untuk mengimplementasikan DMS. Ini termasuk pemasangan perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan, konfigurasi jaringan, dan pemeriksaan ketersediaan dan kompatibilitas dengan sistem yang sudah ada.

  • Pelatihan tim dan pengguna

Pelatihan merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa tim dan pengguna DMS memahami dan dapat menggunakan sistem dengan baik. Pelatihan harus meliputi pemahaman tentang fungsi dan fitur DMS, penggunaan antarmuka pengguna, penjadwalan pengiriman, pelacakan, manajemen pengemudi, dan fitur lain yang relevan. Pelatihan dapat dilakukan melalui sesi pelatihan langsung, webinar, materi panduan, atau tutorial video.

  • Migrasi data dan konfigurasi sistem

Pada tahap ini, data yang relevan seperti data pelanggan, daftar produk, stok, dan informasi pengiriman lainnya perlu dimigrasikan ke dalam DMS. Selain itu, konfigurasi sistem juga perlu dilakukan, termasuk pengaturan preferensi pengiriman, integrasi dengan sistem yang sudah ada, dan pengaturan atau proses otomatisasi yang diperlukan.

  • Uji coba dan pemecahan masalah

Setelah konfigurasi sistem selesai, tahap uji coba perlu dilakukan untuk memastikan bahwa DMS berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan bisnis. Uji coba ini melibatkan simulasi pengiriman, pengujian fitur-fitur penting, dan pengecekan interaksi dengan sistem lainnya. Jika ditemukan masalah atau bug, mereka perlu diidentifikasi dan diperbaiki sebelum implementasi penuh dilakukan.Baca juga: 7 Faktor Kunci dalam Memilih Logistics Software yang TepatDengan melalui tahapan persiapan teknis, pelatihan tim dan pengguna, migrasi data dan konfigurasi sistem, serta uji coba dan pemecahan masalah, implementasi DMS dapat dilakukan dengan baik dan memberikan manfaat yang diharapkan dalam pengelolaan pengiriman bisnis Anda. Jika Anda mencari platfrom DMS terbaik, kamu bisa mencoba MileApp sekarang!Sumber:

  • blog.gamatechno.com
  • barantum.com
  • kantorkita.co.id
Jadwalkan demo sekarang
Dengan menekan tombol di bawah, Anda menyetujui kebijakan privasi kami.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.