MileApp
Logistics

Cara Mengoptimalkan Manajemen Transportasi dalam Cold Chain

Cara Mengoptimalkan Manajemen Transportasi dalam Cold Chain

Suhu yang tepat dalam manajemen transportasi cold chain merupakan bagian penting dalam pengangkutan bahan-bahan yang mudah rusak ini di rantai pasokan. Tak hanya suhu, waktu dan kelembapan juga merupakan faktor sensitif yang harus dipertimbangan untuk menghindari atau meminimalkan pembusukan.

Untuk itu, perlu adanya pengoptimalan dalam transportasi cold chain, sehingga kualitas dan keamanan produk menjadi optimal dan mudah mendapatkan kepuasan pelanggan. Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan manajemen transportasi dalam cold chain tersebut? Simak langkahnya berikut ini. 

1. Penggunaan teknologi pemantauan suhu

data logger
Temperature data logger (ie.farnell.com)

Pemantauan suhu, kelembapan, dan perpindahan beban secara real-time menjadi hal yang penting dalam transportasi rantai dingin. Untuk itu, teknologi pemantauan suhu sangat dimanfaatkan dalam mengoptimalkan transportasi dalam cold chain. Teknologi tersebut adalah temperature data logger. 

Temperature data logger adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan mencatat kondisi suhu suatu tempat. Alat ini mampu merekam perubahan suhu dan menyimpannya dalam bentuk digital (log).

Penggunaan pencatat data suhu memiliki beberapa manfaat, termasuk peningkatan keamanan pangan, masa simpan produk yang lebih lama, penghematan biaya karena lebih sedikit muatan yang ditolak, kepuasan pelanggan yang lebih baik melalui pengiriman tepat waktu, dan bukti yang mendukung klaim pengangkutan.

Selain itu, logger dapat memberikan visibilitas yang lebih baik mengenai status pengiriman dan analisis untuk peningkatan proses, menjadikan operasi rantai dingin lebih efisien dan hemat biaya.

Baca juga: Cara Mengelola Reverse Logistics dalam bisnis Cold Chain

2. Memberikan visibilitas real-time

cold chain transportation
Cold chain transportation (autotoll.com.hk)

Visibilitas real-time sangat penting dalam cold chain logistics untuk memastikan produk tetap berada pada suhu yang sesuai selama transportasi dan penyimpanan. Hal ini melibatkan pelacakan dan pemantauan real-time tidak hanya pada perjalanan transportasi, tetapi juga suhu produk. 

Dengan mengkomunikasikan informasi ini dengan segera kepada mitra rantai pasokan akan membantu menghindari penundaan atau pembusukan, mengingat produk-produk dalam cold chain ini sensitif terhadap waktu. Selain itu, visibilitas real-time juga membantu perusahaan untuk meningkatkan operasi rantai pasokan mereka dengan mengurangi waktu tunggu dan biaya. 

3. Perencanaan rute yang efisien

perencanaan rute
Perencanaan rute (unsplash.com)

Masalah lalu lintas, cuaca, atau mekanis, selalu dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, penting untuk memiliki rencana darurat ketika terjadi gangguan ini, sehingga dapat meminimalkan dampak dari kejadian tersebut dan mencegahnya mengganggu keseluruhan operasi trasnportasi cold chain.  

Dalam mengoptimalkan hal ini, teknologi seperti analisis prediktif dan pelacakan transportasi real-time, seperti melalui route optimization memungkinkan perencanaan rute yang efisien dan pengambilan keputusan yang lebih baik serta memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kapasitas transportasi.

Nantinya, pengemudi transportasi juga akan bisa membantu mengidentifikasi potensi masalah sebelum terjadi dan memberikan waktu respons yang lebih cepat ketika masalah muncul.

Baca juga: Jenis Produk yang Harus Disimpan Di Cold Storage

4. Pemeliharaan rutin pada alat pendingin

container
Cold chain container (coldtainer.com)

Pentingnya menjaga alat pendingin tetap dalam kondisi optimal tidak dapat diabaikan, terutama karena peran krusialnya dalam menjaga produk agar tetap aman. Dalam upaya untuk mencegah kerusakan dan memastikan kinerja yang efisien, pemeliharaan rutin pada alat pendingin menjadi langkah penting yang harus diambil untuk mengoptimalkan transportasi cold chain. 

Dalam hal ini, beberapa cara dapat dilakukan, seperti pembersihan dan sanitasi, pengecekan sensor dan kontrol suhu, pemeliharaan sistem refrigasi, uji fungsi sistem, pelatihan dan pemantauan penggunaan, hingga pengecekan pintu dan karet penutup. 

Baca juga: Tipe-Tipe Kendaraan Cold Chain yang Paling Sering Digunakan

Dengan mengikuti langkah-langkah pemeliharaan ini secara teratur, Anda tak hanya dapat mengoptimalkan manajemen transportasi cold chain, melainkan juga dapat meminimalkan risiko kerusakan produk, memastikan kepatuhan dengan standar cold chain dan menjaga integritas rantai dingin selama transportasi. Agar kinerja transportasi cold chain dapat berjalan semakin efektif, Anda bisa coba MileApp dengan fiturnya yang lengkap, seperti route optimization atau Task Management agar transportasi cold chain bisa #GoExtraMile. Klik di sini untuk sign up

Sumber:

  • hwyhaul.com
Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.