Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Aplikasi in-house vs Vendor Pihak Ketiga: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Anda?

Aplikasi in-house vs Vendor Pihak Ketiga: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Anda?

Di zaman serba digital dan mudah ini, penggunaan software atau aplikasi sudah menjadi kebutuhan hidup untuk bekerja atau berekreasi. Di dunia logistik, berbagai jenis software digunakan untuk mempermudah proses pengiriman atau manajemen gudang. Misalnya, seperti Route Optimization software, Warehouse Management System, atau Transport Management System. Seluruh otomatisasi bidang logistik tersebut bisa digunakan secara in-house maupun menggunakan pihak ketiga atau vendor. Namun, diantara keduanya, mana yang lebih baik untuk digunakan. Untuk mengetahui jawabannya, ulasan berikut bisa Anda simak. Baca juga: Ecosystem: Pengertian, Kewajiban, dan Keuntungan

Pengertian Aplikasi in-house dan Vendor Pihak Ketiga

[caption id="attachment_4359" align="aligncenter" width="700"]

Sales Force Automation

ilustrasi pekerja sedang menggunakan software (freepik.com) [/caption]Aplikasi in-house atau software adalah aplikasi yang dibuat dan dikembangkan sendiri oleh perusahaan atau instansi yang mempunyai karyawan tenaga ahli, biasanya Staff IT. Mulai dari perancangan hingga proses pengembangan dilakukan oleh perusahaan atau instansi tersebut.Di lain sisi, vendor pihak ketiga berarti suatu aplikasi atau software dibuat khusus oleh pengembang aplikasi atau konsultan untuk kebutuhan perusahaan atau instansi tersebut. Biasanya, vendor ini dapat menangangi dari proses perancangan hingga maintenance. Namun, vendor pihak ketiga dapat pula hanya melakukan pengembangan aplikasinya saja dan tidak melakukan maintanance. Sederhananya, aplikasi atau software ini dibuat berdasarkan pesanan perusahaan atau instansi tersebut.Baca juga: FTL dan LTL: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi In-house dan Vendor Pihak Ketiga

[caption id="attachment_4320" align="aligncenter" width="700"]

ilustrasi pekerja sedang melakukan diskusi terkait software (freepik.com) [/caption]Diantara kedua pilihan tersebut, pertanyaannya mana yang lebih baik? Untuk mengetahuinya, Anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya dari in-house aplikasi dan memakai pihak ketiga berikut.

Kelebihan aplikasi In-House:

  1. Penyesuaian dengan kebutuhan perusahaan: Aplikasi in-house dapat disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan dan proses unik perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional.
  2. Keamanan data yang lebih tinggi: Perusahaan memiliki kendali penuh terhadap keamanan data dan dapat mengimplementasikan kebijakan keamanan sesuai dengan standar internal.
  3. Kontrol penuh: Perusahaan memiliki kontrol penuh terhadap pengembangan, perubahan, dan penyesuaian aplikasi sesuai kebutuhan bisnis.
  4. Integrasi yang ditingkatkan: Aplikasi in-house lebih mudah diintegrasikan dengan sistem internal perusahaan, meningkatkan efisiensi dan keterhubungan antara sistem-sistem tersebut.
  5. Dukungan teknis yang lebih baik: Perusahaan memiliki tim pengembangan internal yang dapat memberikan dukungan teknis langsung, mengurangi waktu henti sistem dan meningkatkan respons terhadap masalah.
  6. Keuntungan jangka panjang: Meskipun membutuhkan investasi awal yang lebih besar, aplikasi in-house dapat menghemat biaya lisensi dan pemeliharaan jangka panjang.
  7. Kemampuan inovasi: Perusahaan memiliki kebebasan untuk mengembangkan fitur-fitur baru dan inovatif, memberikan keuntungan kompetitif.
  8. Peningkatan pengalaman pengguna: Aplikasi in-house dapat dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pengguna, meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan.
  9. Ketergantungan yang lebih rendah: Perusahaan tidak bergantung pada vendor atau penyedia layanan pihak ketiga, sehingga mengurangi risiko perubahan kebijakan atau keberlanjutan layanan.
  10. Pengembangan kapabilitas internal: Pengembangan aplikasi in-house membantu perusahaan meningkatkan keahlian dan kapabilitas pengembangan perangkat lunak internal.

Kekurangan Aplikasi In-House:

  1. Biaya Pengembangan Awal yang Tinggi: Mengembangkan aplikasi in-house memerlukan biaya awal yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga.
  2. Waktu Pengembangan yang Lebih Lama: Mengembangkan aplikasi in-house membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus memenuhi kebutuhan dan persyaratan unik perusahaan.
  3. Keterbatasan Sumber Daya: Perusahaan perlu memiliki tim pengembangan internal yang terampil dan memiliki sumber daya yang cukup untuk mengelola dan memelihara aplikasi in-house.
  4. Resiko Keahlian Teknis yang Terbatas: Jika tim pengembangan internal tidak memiliki keahlian teknis yang memadai, dapat menyebabkan keterbatasan dalam pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.
  5. Tanggung Jawab Penuh atas Keberlanjutan dan Pemeliharaan: Perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan dan keberlanjutan aplikasi in-house, termasuk perbaikan bug, peningkatan fitur, dan penyesuaian dengan perubahan teknologi.

Kelebihan aplikasi vendor pihak ketiga:

  1. Keahlian dan pengalaman: Vendor 3PL umumnya memiliki keahlian dan pengalaman yang luas dalam industri logistik, termasuk manajemen rantai pasok, pengelolaan gudang, dan pengiriman barang. Menggunakan aplikasi vendor 3PL memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan pengetahuan dan keahlian mereka.
  2. Infrastruktur yang kuat: Vendor 3PL biasanya memiliki infrastruktur logistik yang kuat, termasuk sistem manajemen gudang, armada pengiriman, dan jaringan distribusi yang luas. Aplikasi mereka terintegrasi dengan infrastruktur ini, memastikan operasi logistik yang efisien dan andal.
  3. Skalabilitas: Aplikasi vendor 3PL dirancang untuk dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang berubah. Mereka dapat menangani volume pengiriman yang bervariasi, memperluas jaringan distribusi, dan menyesuaikan proses logistik sesuai dengan pertumbuhan perusahaan.
  4. Keterhubungan dengan pihak ketiga: Vendor 3PL memiliki koneksi dengan pihak ketiga yang terkait dengan logistik, seperti perusahaan pengiriman, pemasok, dan mitra bisnis lainnya. Menggunakan aplikasi vendor 3PL memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah berkolaborasi dengan pihak ketiga ini dan mengoptimalkan rantai pasok mereka.
  5. Teknologi terbaru: Vendor 3PL terus menginvestasikan dalam teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan visibilitas dalam operasi logistik. Menggunakan aplikasi mereka memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi terkini tanpa harus mengembangkan sendiri.

Kekurangan aplikasi vendor pihak ketiga :

  1. Ketergantungan pada pihak ketiga: Menggunakan aplikasi vendor 3PL berarti perusahaan akan bergantung pada pihak ketiga untuk mengelola operasi logistik mereka. Ini dapat mengurangi kontrol langsung yang dimiliki perusahaan atas proses dan jadwal pengiriman.
  2. Biaya: Penggunaan aplikasi vendor 3PL melibatkan biaya langganan atau penggunaan berdasarkan penggunaan. Perusahaan perlu mempertimbangkan biaya ini dalam perhitungan operasional mereka.
  3. Kurangnya penyesuaian khusus: Meskipun aplikasi vendor 3PL dapat disesuaikan, ada batasan dalam penyesuaian khusus sesuai dengan kebutuhan dan proses unik perusahaan. Perusahaan mungkin perlu menyesuaikan proses internal mereka untuk sejalan dengan fitur dan fungsi aplikasi vendor 3PL.
  4. Keterbatasan kontrol dan visibilitas: Meskipun vendor 3PL menyediakan visibilitas operasional melalui aplikasi mereka, tingkat kontrol dan visibilitas yang dimiliki perusahaan mungkin lebih terbatas dibandingkan jika mereka mengelola logistik secara internal.
  5. Ketergantungan pada performa vendor: Keandalan dan kinerja aplikasi vendor 3PL secara langsung tergantung

Baca juga: Penerapan HSE: Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya Pada Transportasi serta Pengiriman

Pertimbangan dalam memilih antara Aplikasi In-house dan vendor Pihak Ketiga

[caption id="attachment_4105" align="aligncenter" width="700"]

Seorang pria menggunakan kaca pembesar memeriksa checklist dengan laptopnya.MileApp akan membantu mengoptimalkan distribusi logistik Anda (sumber: unsplash)

Seorang pria menggunakan kaca pembesar memeriksa checklist dengan laptopnya. (sumber: unsplash) [/caption]Pertimbangan yang penting dalam memilih antara pengembangan aplikasi in-house atau menggunakan vendor pihak ketiga meliputi anggaran yang tersedia, kebutuhan kustomisasi aplikasi, dan keamanan serta privasi data yang dibutuhkan. Berikut ini ulasan lengkapnya.

  • Anggaran yang tersedia

Pengembangan aplikasi in-house umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi, termasuk pengeluaran untuk tim pengembangan, infrastruktur, dan pemeliharaan aplikasi. Di sisi lain, menggunakan vendor pihak ketiga dapat memberikan solusi yang lebih terjangkau karena biaya pengembangan dan pemeliharaan ditanggung oleh vendor. Oleh karena itu, jika anggaran terbatas, menggunakan vendor pihak ketiga bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

  • Kebutuhan kustomisasi aplikasi

Jika Anda memiliki kebutuhan khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh aplikasi yang sudah ada di pasaran, maka pengembangan aplikasi in-house mungkin lebih sesuai. Dalam hal ini, Anda memiliki kendali penuh atas proses pengembangan dan dapat memastikan bahwa aplikasi dibangun sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda. Di sisi lain, menggunakan vendor pihak ketiga mungkin lebih cocok jika kebutuhan Anda dapat dipenuhi oleh aplikasi yang sudah ada atau jika ada fleksibilitas kustomisasi yang memadai dari vendor tersebut.

  • Keamanan dan privasi data yang dibutuhkan

Jika Anda memiliki data yang sangat sensitif atau peraturan keamanan yang ketat, mempertahankan kendali penuh melalui pengembangan in-house mungkin menjadi pilihan yang lebih aman. Anda dapat merancang sistem keamanan sesuai dengan kebutuhan dan mengendalikan akses ke data sensitif. Namun, jika Anda menggunakan vendor pihak ketiga, pastikan mereka memiliki kebijakan keamanan yang ketat, pemantauan, enkripsi data, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.Baca juga: Carbon Offset: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya Bagi PerusahaanItulah perbandingan antara aplikasi in-house dan memakai vendor pihak ketiga. Jika Anda lebih memilih memakai vendor, pilihlah vendor yang bisa memberikan jaminan keamanan dan perlindungan data yang memadai serta memiliki sertifikasi keamanan yang relevan. Bila sebaliknya, perhatikan bahwa aplikasi in-house tidak selalu menjamin keamanan jika tidak diimplementasikan dengan baik. Tim pengembangan internal Anda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memastikan keamanan aplikasi yang dibangun.Penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan prioritas bisnis Anda secara menyeluruh sebelum membuat keputusan. Coba MileApp sekarang dan jadikan Perusahaan Anda #GoExtraMile.

Sumber:

  • abhitech.co,id
  • medicalogy.com
  • studo.com