News

Planogram: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Pentingnya dalam FMCG

Apa itu planogram dalam FMCG?

Planogram adalah diagram atau gambar rencana yang menunjukkan letak setiap produk di rak toko, lengkap dengan posisi, jumlah muka produk (facing), dan urutan per baris rak. Planogram dibuat oleh brand atau peritel sebagai panduan bagi merchandiser dan staf toko agar susunan rak seragam di semua outlet, produk mudah ditemukan, dan stok di rak cukup.

Di industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG), planogram menjadi salah satu alat merchandising yang paling sering dipakai untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong penjualan.

Dalam lingkungan ritel yang sangat kompetitif, perusahaan FMCG harus berjuang untuk menonjolkan produk-produk mereka di antara ribuan pilihan lainnya. Inilah mengapa konsep planogram menjadi begitu penting dalam mengoptimalkan penempatan produk dan meningkatkan penjualan. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

banner news

Apa itu planogram?

Mengutip dari Tech Target, planogram adalah representasi visual dari tata letak rak yang direncanakan dan disetujui oleh perusahaan FMCG dan peritel. Ini berfungsi sebagai panduan untuk mengatur penempatan produk di rak-rak toko secara strategis. Sebuah planogram terdiri dari beberapa komponen utama, yakni:‍

1. Tata letak produk

‍Planogram menentukan posisi yang tepat untuk setiap produk di rak, dengan mempertimbangkan visibilitas, ketinggian rak yang ideal untuk setiap kategori, serta pengelompokan produk sejenis atau merek yang berdekatan.

2. Pengaturan rak

‍Planogram menetapkan cara rak-rak disusun, seperti jumlah rak, tinggi rak, lebar rak, dan jarak antara rak. Ini memastikan agar produk ditampilkan dengan cara yang menarik dan mudah dijangkau oleh konsumen.

3. Pedoman merchandising visual

‍Selain penempatan produk, planogram juga memberikan panduan untuk elemen-elemen merchandising visual seperti penanda harga, pajangan produk, poster promosi, dan dekorasi yang dapat menarik perhatian konsumen.

Dengan mengikuti planogram yang telah ditetapkan, merchandiser dapat memastikan bahwa produk-produk ditampilkan secara optimal di toko, meningkatkan visibilitas, dan menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen.

Baca Juga: Planogram Display: Memahami Perilaku Pelanggan untuk Meningkatkan Penjualan

Jenis-jenis planogram

Planogram bisa dibedakan dari cara pembuatannya dan dari area toko yang diatur. Berikut jenis-jenis planogram yang paling umum dipakai di ritel dan FMCG.

Jenis planogramPenjelasanCocok untuk
Planogram berbasis teksDaftar tertulis berisi nama produk, nomor rak, baris, dan jumlah facing, tanpa gambar.Toko kecil, rak sederhana, atau revisi cepat
Planogram berbasis gambar (foto)Foto rak yang sudah disusun benar dan dijadikan contoh acuan.Brand yang ingin tampilan seragam di banyak outlet
Planogram 2D (diagram)Gambar rak tampak depan dengan kotak-kotak posisi produk per baris.Minimarket dan supermarket, jenis yang paling umum
Planogram 3DSimulasi rak tiga dimensi dari perangkat lunak, terlihat seperti rak asli.Peritel besar, peluncuran produk, presentasi ke peritel
Planogram rak (shelf)Mengatur susunan produk di rak reguler satu kategori, misalnya rak minuman.Kategori FMCG di gondola
Planogram display khususMengatur end cap, rak dekat kasir, chiller, atau floor display promosi.Promosi musiman dan produk impuls
Planogram tata letak toko (floor plan)Mengatur letak lorong, kategori, dan alur jalan pembeli di seluruh toko.Pembukaan toko baru atau renovasi

Contoh planogram di toko ritel

Agar lebih mudah dibayangkan, berikut contoh planogram sederhana untuk satu rak minuman di minimarket. Nama produk sengaja dibuat umum, dan angka hanya ilustrasi.

Contoh 1: Planogram rak minuman (4 baris)

Baris rakPosisi kiriPosisi tengahPosisi kanan
Baris 1 (paling atas)Minuman isotonik botol, 3 facingKopi kaleng, 3 facingTeh kemasan premium, 2 facing
Baris 2 (setinggi mata)Teh botol merek utama, 4 facingAir mineral 600 ml merek utama, 5 facingProduk baru atau promo, 3 facing
Baris 3 (setinggi tangan)Jus kotak, 4 facingSusu UHT, 4 facingMinuman sachet, 3 facing
Baris 4 (paling bawah)Air mineral 1,5 liter, 3 facingKemasan multipak, 3 facingGalon kecil atau kemasan besar, 2 facing

Pola di contoh ini umum dipakai: produk paling laku dan produk yang ingin didorong diletakkan setinggi mata, sedangkan kemasan besar dan berat ditaruh di bawah agar mudah diambil dan aman.

Contoh 2: Planogram display dekat kasir

Area dekat kasir biasanya diisi produk kecil yang sering dibeli spontan, seperti permen, cokelat batangan, dan tisu saku. Planogramnya menetapkan produk mana yang ada di tiap tingkat rak kecil, berapa banyak, dan kapan diganti saat ada promo.

Contoh 3: Planogram chiller

Untuk lemari pendingin, planogram mengatur pintu mana yang berisi minuman ringan, susu, atau produk olahan. Biasanya satu pintu diberikan untuk satu kategori atau satu brand yang punya kerja sama dengan toko.

Template planogram yang bisa ditiru

Template planogram tidak harus dibuat dengan perangkat lunak khusus. Untuk awal, Anda bisa memakai tabel seperti di bawah ini di spreadsheet. Satu baris mewakili satu produk di satu posisi rak.

No. rakBarisPosisi (kiri ke kanan)Nama produk / SKUUkuran kemasanJumlah facingStok minimum di rakLabel hargaCatatan
R0121Teh botol 350 ml350 ml412 pcsYaProduk utama, setinggi mata
R0122Air mineral 600 ml600 ml515 pcsYaPaling laku
R0141Air mineral 1,5 L1,5 L36 pcsYaKemasan berat di bawah
………………………

Cara memakai template ini langkah demi langkah:

  1. Ukur rak: jumlah baris, lebar, dan tinggi tiap baris.
  2. Tarik data penjualan per SKU untuk menentukan produk prioritas.
  3. Isi tabel mulai dari baris setinggi mata dengan produk prioritas.
  4. Tentukan jumlah facing sesuai kecepatan jual dan lebar rak.
  5. Tetapkan stok minimum di rak sebagai patokan kapan harus diisi ulang.
  6. Foto rak setelah disusun dan lampirkan sebagai contoh visual.
  7. Bagikan ke merchandiser dan staf toko, lalu cek kepatuhannya saat kunjungan rutin.

Pentingnya planogram dalam merchandising FMCG

Planogram memainkan peran yang sangat penting dalam merchandising FMCG karena memberikan manfaat signifikan bagi perusahaan, peritel, dan konsumen.

Dengan manfaat-manfaat ini, planogram menjadi alat yang sangat penting dalam strategi merchandising FMCG. Perusahaan FMCG dan peritel yang mengimplementasikan planogram secara efektif dapat meningkatkan visibilitas produk, mendorong penjualan, serta menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kecepatan Pengiriman Kecepatan Pengiriman Bisnis Retail Anda

Membuat dan mengimplementasikan planogram

Untuk memastikan keberhasilan penerapan planogram dalam merchandising FMCG, diperlukan proses yang sistematis mulai dari analisis data hingga implementasi di lingkungan ritel. Berikut adalah tahapan-tahapan penting dalam membuat dan mengimplementasikan planogram yang efektif:

1. Analisis data

Sebelum merancang planogram, perusahaan FMCG dan peritel perlu mengumpulkan dan menganalisis berbagai data terkait, seperti penelitian pasar, data penjualan, dan wawasan preferensi konsumen. Informasi ini memberikan gambaran tentang produk yang laris, kategori yang paling diminati, serta pola perilaku belanja konsumen. Dengan memahami data ini, mereka dapat membuat keputusan yang tepat mengenai penempatan produk dan alokasi ruang rak.

2. Desain dan tata letak

Setelah memiliki wawasan dari data, tahap selanjutnya adalah merancang planogram itu sendiri. Proses ini melibatkan penentuan tata letak produk yang optimal, mempertimbangkan faktor-faktor seperti visibilitas, ketinggian rak yang ideal, alur lalu lintas konsumen, dan pengelompokan kategori produk. Desain planogram juga harus memastikan pemanfaatan ruang rak yang efisien serta presentasi visual yang menarik.

3. Implementasi

Setelah planogram selesai dirancang, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya di lingkungan ritel. Ini melibatkan beberapa tahapan penting: 

  • Pelatihan Staf Toko: Sebelum planogram dapat diimplementasikan, penting untuk memastikan bahwa staf toko memahami tata letak baru dan alasan di balik setiap pengaturan. Pelatihan yang memadai akan membantu mereka mengikuti planogram dengan benar dan memberikan pengalaman belanja yang konsisten kepada pelanggan.
  • Penerapan di Toko: Langkah selanjutnya adalah menerapkan planogram di rak-rak toko sesuai dengan desain yang telah ditetapkan. Proses ini mungkin melibatkan pemindahan produk, pengaturan ulang rak, dan penempatan elemen merchandising visual seperti penanda harga dan pajangan produk. 
  • Pemantauan Kepatuhan: Setelah penerapan, diperlukan upaya untuk memantau kepatuhan terhadap planogram di semua lokasi toko. Alat seperti MileApp dapat membantu dalam hal ini dengan memungkinkan merchandiser untuk memeriksa kepatuhan secara digital dan melaporkan setiap penyimpangan dari planogram yang telah disetujui.

Proses yang cermat dalam membuat dan mengimplementasikan planogram sangat penting untuk memastikan visibilitas produk yang optimal, meningkatkan penjualan, dan menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen. Dengan kombinasi analisis data yang mendalam, desain yang cerdas, serta implementasi dan pemantauan yang konsisten, perusahaan FMCG dan peritel dapat memaksimalkan manfaat dari penggunaan planogram dalam strategi merchandising mereka.

Baca Juga: Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistik

Manfaat penggunaan planogram

Implementasi planogram yang efektif dalam merchandising FMCG dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan, peritel, dan konsumen. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari penggunaan planogram:

1. Peningkatan visibilitas produk

Salah satu tujuan utama dari planogram adalah meningkatkan visibilitas produk di mata konsumen. Dengan penempatan yang strategis di rak-rak toko, produk menjadi lebih mudah terlihat dan dijangkau oleh pembeli. Planogram memastikan produk-produk dikelompokkan dengan kategori yang tepat, diletakkan pada ketinggian rak yang sesuai, dan diatur dengan mempertimbangkan alur lalu lintas konsumen.

2. Manajemen persediaan yang lebih baik

Planogram membantu peritel mengoptimalkan tingkat persediaan dan mengurangi risiko kehabisan stok atau kelebihan stok produk tertentu. Dengan mengikuti alokasi ruang rak yang telah ditetapkan dalam planogram, peritel dapat memantau tingkat penjualan setiap produk dan menyesuaikan persediaan secara lebih tepat. Hal ini mengurangi potensi kerugian akibat produk yang tidak terjual atau kehabisan stok produk yang laris.

Baca juga: Restock Adalah: Pengertian dan Cara Mengelola Restock untuk Bisnis FMCG

3. Presentasi merek yang konsisten

Bagi perusahaan FMCG, planogram memungkinkan mereka untuk mempertahankan presentasi merek yang konsisten di seluruh lokasi ritel. Dengan mengikuti pedoman yang sama dalam penempatan produk, pengelompokan kategori, dan elemen merchandising visual, konsumen akan mengalami pengalaman belanja yang seragam terlepas dari toko mana mereka mengunjungi. Ini membantu memperkuat citra merek dan menjaga loyalitas pelanggan.

4. Efisiensi operasional yang lebih tinggi

Dengan adanya panduan yang jelas dari planogram, proses merchandising menjadi lebih efisien dan terstruktur. Merchandiser dapat dengan cepat memeriksa kepatuhan terhadap planogram menggunakan alat seperti MileApp, sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengatur ulang rak-rak toko. Hal ini meningkatkan produktivitas dan memungkinkan sumber daya dapat difokuskan pada tugas-tugas lain yang penting.

5. Peluang untuk cross selling

Planogram yang dirancang dengan baik dapat cross-selling dan penjualan tambahan upselling. Dengan mengelompokkan produk-produk terkait secara berdekatan, konsumen lebih cenderung untuk melihat dan mempertimbangkan pembelian produk tambahan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Dengan manfaat-manfaat ini, planogram menjadi alat yang sangat penting dalam strategi merchandising FMCG yang efektif. Perusahaan FMCG dan peritel yang mengimplementasikan planogram dengan benar dapat meningkatkan visibilitas produk, mengoptimalkan manajemen persediaan, menjaga konsistensi merek, serta menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen.

Baca Juga: Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistik

Tantangan dan praktik terbaik

Meskipun planogram memberikan banyak manfaat, implementasinya tidak selalu berjalan mulus. Terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi serta praktik terbaik yang harus diikuti untuk memastikan keberhasilan penerapan planogram dalam merchandising FMCG. Berikut penjelasannya!

1. Masalah kepatuhan

Salah satu tantangan utama dalam penggunaan planogram adalah memastikan kepatuhan terhadap tata letak yang telah ditetapkan di seluruh lokasi ritel. Merchandiser di lapangan terkadang mengabaikan planogram karena berbagai alasan, seperti kurangnya pelatihan, kekurangan stok, atau preferensi pribadi. Hal ini dapat mengganggu presentasi produk yang konsisten dan mengurangi efektivitas strategi merchandising.

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan FMCG dan peritel harus memberikan pelatihan yang memadai kepada staf toko tentang pentingnya mengikuti planogram. Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan teknologi seperti MileApp untuk memantau kepatuhan secara digital dan dengan cepat mendeteksi serta mengatasi penyimpangan dari planogram yang telah disetujui.

2. Optimalisasi berkelanjutan

Preferensi dan pola perilaku konsumen selalu berubah seiring waktu, begitu pula dengan tren pasar dan produk baru yang muncul. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan FMCG dan peritel untuk secara teratur meninjau dan menyesuaikan planogram mereka agar tetap relevan dan efektif.

Praktik terbaik adalah melakukan analisis data penjualan, riset pasar, dan umpan balik konsumen secara berkala untuk mengidentifikasi perubahan dalam permintaan dan preferensi. Berdasarkan informasi ini, planogram dapat dioptimalkan dengan menyesuaikan penempatan produk, alokasi ruang rak, atau menambahkan elemen merchandising visual baru yang sesuai dengan tren terkini.

3. Kolaborasi dengan pemasok

Pengembangan dan implementasi planogram yang efektif membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan FMCG dan peritel. Kedua pihak harus terlibat dalam proses perencanaan, berbagi data penjualan dan wawasan konsumen, serta mencapai kesepakatan tentang alokasi ruang rak yang sesuai.

FAQ seputar planogram

Apa yang dimaksud dengan planogram?

Planogram adalah rencana visual yang menunjukkan di mana dan bagaimana setiap produk diletakkan di rak toko. Isinya mencakup posisi produk per baris, jumlah facing, dan elemen pendukung seperti label harga. Planogram dipakai agar susunan rak seragam di semua toko dan sesuai strategi penjualan brand maupun peritel.

Apa tujuan planogram?

Tujuan planogram adalah membuat produk mudah dilihat dan ditemukan pembeli, memakai ruang rak secara efisien, dan menjaga ketersediaan stok di rak. Planogram juga membantu brand menjaga tampilan yang konsisten di banyak toko, serta memudahkan tim lapangan mengecek apakah rak sudah disusun sesuai kesepakatan dengan peritel.

Siapa yang membuat planogram?

Planogram biasanya dibuat oleh tim category management atau trade marketing dari brand, bekerja sama dengan peritel. Di jaringan ritel besar, peritel sering punya tim sendiri yang menyusun planogram per kategori. Penerapannya di toko dilakukan oleh merchandiser atau staf toko, lalu kepatuhannya dicek saat kunjungan rutin.

Bagaimana cara membuat planogram sederhana?

Cara membuat planogram sederhana dimulai dengan mengukur rak dan mengumpulkan data penjualan per produk. Setelah itu, letakkan produk paling laku di baris setinggi mata, kemasan besar di bawah, lalu tentukan jumlah facing tiap produk. Catat semuanya di tabel atau spreadsheet, foto hasil susunan rak, dan bagikan ke tim toko sebagai acuan.

Apa beda planogram dan layout toko?

Planogram mengatur susunan produk di satu rak atau satu display, sedangkan layout toko mengatur letak lorong, area kategori, dan alur jalan pembeli di seluruh toko. Keduanya saling terkait: layout menentukan rak mana untuk kategori apa, lalu planogram menentukan isi detail di setiap rak tersebut.

Baca Juga: Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistik

banner news

Praktik terbaik dari planogram adalah membangun komunikasi yang terbuka dan saling percaya antara perusahaan FMCG dan peritel. Kedua pihak harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meningkatkan visibilitas produk, mendorong penjualan, dan memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi konsumen.

Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini dan mengikuti praktik terbaik, perusahaan FMCG dan peritel dapat memaksimalkan manfaat dari penggunaan planogram dalam strategi merchandising mereka. Hal ini akan membantu meningkatkan efisiensi operasional, menjaga konsistensi merek, serta menciptakan lingkungan belanja yang lebih terorganisir dan menarik bagi konsumen.

Kombinasi antara distribusi yang tepat dan strategi pemasaran yang baik akan membawa kesuksesan dalam industri yang bergerak dengan cepat ini. Selain itu, proses distribusi dan pemasaran FMCG juga bisa berjalan lebih baik dengan sistem otomatisasi.

MileApp sebagai field app hadir untuk membantu dalam hal distribution management system dan kinerja sales sesuai dengan sistem otomatisasi yang kamu pilih. Coba hubungi MileApp sekarang agar #GoExtraMile!

Sumber:

  • techtarget.com
  • epacflexibles.com