MileApp
Logistics

Visibilitas pada Cold Chain untuk Proses yang Lebih Efisien

Visibilitas pada Cold Chain untuk Proses yang Lebih Efisien

Cold chain adalah topik yang memerlukan perhatian khusus, karena pada praktiknya sangat bergantung pada pemahaman ilmu dan untuk mengevaluasi hubungan antara suhu dan kemampuan suatu barang bertahan atau membusuk.

Aktivitas logistik yang melibatkan cold chain ini biasa disebut dengan cold chain logistics. Bidang ini diprediksi memiliki potensi pasar yang besar hingga mencapai lebih dari Rp8,500 miliar di tahun 2026. Dengan potensi yang besar dan pengelolaan yang perlu perhatian khusus tersebut, maka penyedia jasa cold chain logistics harus memiliki alat dan teknologi dengan visibilitas optimal.

Hal ini untuk menyediakan manajemen pengiriman yang efisien dan proaktif untuk memastikan barang tetap dalam kualitas terbaiknya ketika sampai di tujuan.

Simak penjelasan lebih dalam mengenai cold chain dan bagaimana visibilitas logistik bisa menjadi solusi yang tepat.

Apa itu cold chain?

Cold chain adalah bagian khusus dari supply chain yang didedikasikan untuk menyediakan transportasi dengan pengontrolan suhu yang rendah dan tempat penyimpanan yang dingin untuk benda-benda yang mudah rusak sebelum, selama, dan setelah pengiriman. Intinya, cold chain atau sistem rantai dingin merupakan gabungan dari sistem distribusi dan pengendalian suhu.

Dalam pelaksanaannya, cold chain logistics melibatkan upaya yang sangat terkoordinasi untuk memastikan pengemasan yang tepat, mode pengiriman terbaik, rute optimal, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan wawasan yang mendalam, kolaborasi, dan pemantauan proses secara real-time pada setiap langkah perjalanan dari awal sampai pengiriman akhir (last mile).

Baca juga: Pentingnya Live Tracking, ETA, dan Time Tracking untuk Pengiriman Makanan

Tantangan visibilitas dalam cold chain logistics

Proses cold chain yang optimal sangat penting untuk memperpanjang masa simpan produk, menghindari kelebihan muatan, mengurangi risiko kemacetan di musim-musim tertentu, dan mempertahankan kualitas produk. Untuk mencapai hal ini, diperlukan transportasi dengan pengaturan suhu serta tempat penyimpanan dingin. Setiap produk harus disimpan dan dikirimkan dalam rentang suhu yang diperlukan pada semua waktu untuk menghindari kerugian yang besar.

Sebagai contoh, industri biopharma kehilangan lebih dari Rp500 triliun setiap tahun karena kegagalan untuk melakukan kontrol suhu di sepanjang rantai pasokan mereka. Penggunaan teknologi seperti aplikasi monitoring pekerjaan yang menyediakan visibilitas logistik di setiap prosesnya merupakan kunci untuk mencegah kerugian dalam proses cold chain logistics.

Visibilitas logistik dan keuntungannya

Menggunakan perangkat pelacakan berbasis cloud-based akan memberikan visibilitas secara real-time dalam serangkaian proses cold chain logistics. Alat pelacak yang dipasang pada kontainer dan produk dapat memantau dan merekam lokasi, suhu, kelembaban, paparan cahaya, dan bahkan kondisi cuaca serta lalu lintas secara real-time. Bisnis juga bisa mendapatkan notifikasi instan tentang apa yang terjadi di lapangan sehingga bisa mencegah kerugian yang signifikan.

Lebih lengkapnya, berikut adalah manfaat dari cold chain logistics dengan dukungan visibilitas logistik yang optimal:

  • Mempercepat pemenuhan standar kualitas

Menjaga standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan standar regulasi lainnya sangat penting. Solusi cold chain digital tidak hanya mencatat proses secara real-time, tetapi juga menyimpan data historis yang dapat meningkatkan transparansi yang membuktikan bahwa semua standar kesesuaian telah terpenuhi.

  • Jalan menuju perbaikan berkelanjutan

Semua data yang diambil oleh sistem dapat memberikan informasi berharga yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi anomali dan penyebab dari setiap deviasi suhu. Ini akan membantu tim manajemen untuk mengantisipasi hal yang sama ke depannya dan membuat keputusan yang lebih baik dalam menerapkan suatu aturan atau perubahan baru.

  • Meningkatkan keselamatan pengemudi

Pelacak yang didukung GPS bisa memberikan informasi mengenai kebiasaan mengemudi, seperti mengemudi terlalu cepat, membelokkan sudut terlalu tajam, atau bahkan penggunaan sabuk pengaman. Bisnis dapat menggunakan informasi rinci ini untuk memberikan penghargaan kepada pengemudi untuk perilaku mengemudi yang baik atau sanksi dalam hal kebiasaan mengemudi yang buruk.

  • Memastikan pengiriman berjalan optimal

Sensor visibilitas logistik juga merekam data seperti lokasi real-time dan kondisi lalu lintas saat ini, sehingga membantu bisnis mengoptimalkan rute untuk meminimalisir potensi keterlambatan. Bisnis juga dapat berkomunikasi dengan pengemudi secara real-time untuk membuat penyesuaian yang diperlukan dan memberikan estimasi waktu tiba yang tepat kepada pelanggan.

  • Solusi menyeluruh untuk semua kebutuhan

Penyedia jasa cold chain logistics harus memiliki konektivitas yang andal, pelacakan real-time, dan kemampuan pemberitahuan yang dapat dikonfigurasi, serta analytics dashboard yang dapat diakses pada setiap waktu. Bisnis yang memiliki semua solusi ini dapat meningkatkan efisiensi dalam proses cold chain nya dan mendapatkan berbagai data yang berguna untuk memelihara dan mengoptimalkan cold chain logistics.

Percayakan manajemen cold chain logistics Anda pada MileAp

Bisnis juga akan mendapatkan seluruh data dan informasi di lapangan secara real-time pada analytics dashboard yang dapat diakses dalam rentang waktu kapanpun. Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan bisnis cold chain Anda di sini dan jadilah #GoExtraMile!

Baca juga: Field Service Management vs Field Operations Management Platform, Ini Perbedaannya

Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.