Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

5 Tips Mengoptimalkan Supply Chain melalui Reverse Logistics

5 Tips Mengoptimalkan Supply Chain melalui Reverse Logistics

Mengoptimalkan Supply Chain melalui Reverse Logistics adalah salah satu bagian penting dalam rantai pasokan yang tidak hanya menghemat biaya tetapi juga dapat mengoptimalkan kinerja melalui kinerja maupun efisiensi dalam mencapai keunggulan kompetitif. Reverse logistics adalah bagian dari supply chain yang berfokus pada aliran produk dari konsumen kembali ke produsen. Dilansir dari Supply Chain Game Changer, adanya reverse logistics bukan hanya tentang mengelola retur produk yang rusak, namun juga tentang mengoptimalkan kembali sumber daya, mengurangi limbah, dan mendukung keberlanjutan. Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan hal tersebut? Ulasan berikut dapat Anda simak, dikutip dari Supply Chain & Demand Excecutive.

1. Pahami mengapa pengembalian terjadi

[caption id="attachment_6428" align="aligncenter" width="700"]

sesorang sedang mengoptimalkan supply chain melalui reverse logistics

Ilustrasi pengembalian barang (unsplash.com)[/caption]Sebelum melakukan sesuatu pada barang pengembalian, ada baiknya untuk selalu berusaha menemukan akar permasalahan mengapa suatu produk dikembalikan, idealnya dengan meminta setiap pelanggan mengisi lembar pengembalian saat mengirim produk kembali. Seiring waktu, data yang Anda kumpulkan tentang alasan pengembalian dapat memberikan wawasan berharga mengenai perubahan kebijakan yang dapat membantu membendung aliran produk yang dikembalikan.Berikut beberapa sebab mengapa pengembalian boleh berlaku:

  1. Produk Rusak atau salah
  2. Ketidakpuasan pelanggan
  3. Kesalahan Penghantaran
  4. Isu Kualitas produk
  5. Kegagalan penghantaran atau kehilangan
  6. Polisi pengembalian penjual
  7. Perubahan fikiran pelanggan.
  8. Penyalahgunaan produk
  9. Pemulangan produk selepas pemakaian

Baca juga: Tips Meningkatkan Kepuasaan Pelanggan Dengan Reverse Logistics

2. Terapkan kebijakan pengembalian yang jelas

[caption id="attachment_4237" align="aligncenter" width="700"]

strategi reverse logistics

ilustrasi melakukan review kebijakan reverse logistcis (unsplash.com)[/caption]Cara mengoptimalkan supply chain melalui reverse logistics yang pertama adalah menerapakan alur dan kebijakan pengembalian yang jelas dengan tinjau dan revisi kebijakan pengembalian Anda untuk memastikan kebijakan tersebut efisien dan adil bagi pelanggan.Ketika pelanggan mengetahui bahwa kebijakan pengembalian Anda tidak suli dilakukan, kemungkinan besar mereka akan mengembalikan produk dalam kondisi baik dan mempertimbangkan untuk membeli kembali di masa mendatang. Selain itu, tim pelayanan juga harus mengetahui kebijakan pengembalian luar dan dalam, yang dapat dicapai dengan baik dengan menyediakan panduan sistem yang berisi semua informasi yang mereka perlukan.

3. Buat pusat pengembalian

[caption id="attachment_6438" align="aligncenter" width="735"]

reverse logistcis

ilustrasi melakukan reverse logistcis (unsplash.com)[/caption]Pusat pengembalian terpusat akan memungkinkan kinerja manajer supply chain yang bertugas menyortir produk lebih efisien, sehingga dapat menentukan langkah selanjutnya dengan mudahnya. Pastikan setiap langkah, mulai dari kedatangan produk yang dikembalikan hingga tujuan akhirnya dapat dilacak dan dipantau secara ketat, sehingga alur yang tidak efisien hingga kemacetan lalu lintas barang pengembalian dapat dihilangkan. Jika tidak memiliki sumber daya untuk pusat pengembalian terpisah, cobalah mendedikasikan area di gudang untuk operasionalnya.Baca juga: Cara Mengelola Reverse Logistics dalam Industri FMCG

4. Sertakan label pengembalian

[caption id="attachment_4238" align="aligncenter" width="700"]

reverse logistics

ilustrasi reverse logistcis (unsplash.com)[/caption]Salah satu yang sering memperlambat proses pengembalian adalah kebutuhan pelanggan untuk mengidentifikasi dan menuliskan alamat surat pengembalian. Hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan menyertakan ongkos kirim bayarn dan stiker alamat pengirim pada faktur, sehingga dapat membuat perputaran produk dikembalikan lebih cepat dan akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

5. Digitalisasi dan otomatisasi

[caption id="attachment_4740" align="aligncenter" width="700"]

fleet management system

ilustrasi fleet management system (Pinterest.com)[/caption]Di beberapa kasus, praktik manajemen inventaris tradisional tidak mampu menjawab tantangan dalam menangani sejumlah besar produk yang dikirim dan dikembalikan. Oleh karenanya, dibutuhkan otomatisasi untuk melakukan pelacakan produk, manajemen inventaris, atau manajemen transportasi, seperti MileApp sebagai platfrom yang memudahkan kinerja logistik. Hal ini dapat mempercepat dan menyederhanakan proses pengembalian Anda secara signifikan.Baca juga: Cara Membuat Proses Reverse Logistics Lebih EfektifItulah beberapa cara mengoptimalkan rantai pasok melalui reverse logistics yang dapat Anda ketahui. Dari seluruh cara tersebut, adanya otomatisasi sangat membantu proses reverse logistics dalam supply chain semakin efektif. Untuk itu, MileApp hadir sebagai solusi untuk memudahkan kinerja ini dengan fitur-fiturnya yang lengkap, seperti route optimization hingga task management. Coba MileApp sekarang agar Anda #GoExtraMile, klik sign up di sini. Sumber:

  • Supplychaingamechanger.com
  • sdcexec.com