Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Pelacakan Kinerja Distributor: KPI yang Perlu Dipertimbangkan

Pelacakan Kinerja Distributor: KPI yang Perlu Dipertimbangkan

Pelacakan kinerja distributor dapat dipantau melalui metrik distribusi adalah ukuran kuantitatif yang dilacak di seluruh proses penerimaan inventaris, pergudangan, pengambilan, pengepakan hingga pengiriman. 

Metrik dalam kinerja distributor ini bisa didapatkan melalui Key Performance Indicator (KPI) yang telah dibuat. Key Performance Indicator (KPI) adalah kata-kata yang sering disebut untuk tentukan tujuan perusahaan dan kinerja karyawan. Dalam membuat KPI untuk melacak kinerja distributor tersebut, perlu mempertimbangkan beberapa hal. Apa saja hal tersebut? Berikut ulasannya!

KPI bagi Distributor

distributor
Kinerja distributor (unsplash.com)

Dilansir Build Ops, KPI umum untuk distributor mencakup pertumbuhan penjualan, tingkat retensi pelanggan, margin laba kotor, dan laba atas investasi. Selain itu, metrik penting lainnya yang harus dilacak mencakup rasio perputaran inventaris, pangsa pasar, biaya operasional sebagai persentase pendapatan, dan waktu pengiriman rata-rata.

Manfaat utama penggunaan Indikator KPI bagi distributor adalah membantu mereka melacak, menganalisis, dan mengukur kinerja bisnis. Dengan melacak KPI dari waktu ke waktu, distributor dapat memperoleh wawasan tentang seberapa efisien operasi mereka berjalan dan mengidentifikasi area-area yang mungkin memerlukan perbaikan.

Daftar KPI Distributor 

distributor
Distributor

Terdapat banyak metrik dan KPI untuk melacak kinerja dari distributor. Metrik terpenting yang ini memengaruhi segalanya mulai dari profitabilitas hingga kemampuan memenuhi ekspektasi pelanggan. Berikut daftarnya:

1.Tingkat pertumbuhan penjualan

Metrik penting ini akan mengukur persentase peningkatan penjualan distributor selama periode tertentu. Dengan menganalisis pertumbuhan penjualan, distributor dapat menilai efektivitas strategi penjualan mereka dan mengidentifikasi tren. 

Tingkat pertumbuhan positif yang konsisten menunjukkan kesehatan bisnis, sementara penurunan mungkin mendorong evaluasi ulang pendekatan penjualan dan pemasaran. Dalam hal ini, distributor perlu menetapkan tujuan yang realistis berdasarkan tingkat pertumbuhan historis memungkinkan distributor merencanakan ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: Tren Terkini dan Inovasi Teknologi dalam Manajemen Distributor

2. Peringkat kepuasan pelanggan

KPI ini mengukur seberapa puas pelanggan terhadap produk dan layanan distributor. KPI ini sering kali diukur melalui survei, review, atau feedback langsung. Mempertahankan peringkat kepuasan pelanggan yang tinggi sangat penting untuk retensi dan loyalitas pelanggan. 

Dengan memahami preferensi pelanggan dan mengatasi permasalahan, distributor dapat meningkatkan kualitas layanan mereka secara keseluruhan dan membina hubungan jangka panjang. Memantau kepuasan pelanggan secara teratur membantu mengidentifikasi area perbaikan dan memperkuat reputasi pasar distributor.

3. Tingkat perputaran persediaan

Adanya KPI ini membantu menilai seberapa efisien distributor mengelola inventarisnya. KPI ini dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan rata-rata nilai persediaan. Tingkat perputaran yang tinggi menunjukkan manajemen inventaris yang efektif, meminimalkan biaya penyimpanan dan potensi keusangan. 

Perputaran yang rendah mungkin mengindikasikan barang terlalu banyak menimbun atau pergerakannya lambat. Mempertahankan tingkat perputaran yang optimal memastikan keseimbangan antara ketersediaan produk dan efektivitas biaya, sehingga berkontribusi terhadap efisiensi operasional secara keseluruhan.

4. Persentase margin laba bersih

Persentase margin laba bersih mengukur profitabilitas distributor dengan menghitung persentase laba bersih relatif terhadap total pendapatan. Ini memberikan wawasan tentang seberapa baik distributor mengendalikan pengeluaran dan menghasilkan keuntungan dari operasinya. 

Margin laba bersih yang sehat menunjukkan pengelolaan keuangan yang efisien. Distributor dapat menggunakan KPI ini untuk mengevaluasi keberlanjutan model bisnis mereka, menetapkan strategi penetapan harga yang realistis, dan membuat keputusan yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.

5. Pengembalian Investasi (ROI)

ROI mengevaluasi efektivitas investasi distributor dengan membandingkan keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan. KPI ini membantu menentukan profitabilitas berbagai inisiatif, seperti kampanye pemasaran, penerapan teknologi, atau peningkatan proses. 

Jika ROI positif, maka akan menunjukkan bahwa investasi menghasilkan keuntungan, sedangkan ROI yang negatif menunjukkan perlunya penilaian dan evaluasi ulang.  Memantau ROI secara berkala memungkinkan distributor mengalokasikan sumber daya secara strategis, mengoptimalkan investasi, dan memastikan bahwa setiap investasi memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan keuangan bisnis secara keseluruhan.

Baca juga: 6 Aplikasi Distributor Terbaik 2023 untuk Perusahaan Anda

Itu dia KPI yang membantu melacak kinerja distributor. Adanya KPI ini, secara kolektif memberikan pandangan komprehensif kepada distributor tentang kinerja bisnis mereka. Menganalisis dan bertindak berdasarkan metrik ini secara teratur akan memberdayakan distributor untuk membuat keputusan yang tepat, beradaptasi dengan perubahan pasar, dan terus meningkatkan operasi agar tetap kompetitif dalam industri distribusi yang dinamis.

Komitmen terhadap hal tersebut, sangat relevan dalam konteks MileApp sebagai platform ramah pengguna bagi distributor yang dirancang untuk menyederhanakan proses logistik dan mempermudah pelacakan kinerja. Coba MileApp sekarang dengan klik sign up di sini agar Anda menjadi distributor yang #GoExtraMile. 

Sumber:

  • Shipbob.com
  • buildops.com