Kenali 10 Prinsip Panduan Metode Shingo untuk Bisnis Anda

shingo model

Sebagai pelaku bisnis, tentu ingin bisnisnya tetap bertumbuh dan memiliki daya saing atau yang dikenal dengan keunggulan operasional. Metode Shingo atau juga disebut Shingo Model merupakan salah satu pendekatan yang bisa Anda terapkan untuk mencapai keunggulan operasional. Untuk memperdalam pengetahuan mengenai Model Shingo, baca penjelasan sebelumnya di sini.

Tidak hanya sampai disitu saja, penerapan metode Shingo ini memerlukan pemahaman penuh akan 10 prinsip panduan agar dapat diterapkan tidak hanya untuk pemimpin perusahaan tapi kepada seluruh orang yang ada di perusahaan tersebut. Lalu, apa saja 10 prinsip dari Shingo Model tersebut? Simak penjelasanya di bawah ini!

Prinsip 1: Memimpin dengan rasa kemanusian (respect every individual)

Prinsip ini menekankan pada kesediaan seorang pemimpin untuk mendapatkan masukan, mendengarkan dengan cermat dan terus belajar sehingga setiap karyawan merasa dihormati.

Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan rasa hormat kepada karyawan Anda dengan melibatkan mereka dalam perbaikan dan kemajuan bisnis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mendengarkan pendapat atau masukan mereka terhadap perkembangan bisnis. Dengan begitu, mereka akan lebih termotivasi untuk menjadi produktif demi kemajuan bisnis bersama.

Prinsip 2: Menghormati sesama (lead with humanity)

Saling menghormati sesama dapat dimulai dari level individu dan grup terdekat. Terbiasa menghormati satu sama lain akan mewujudkan lingkungan kerja yang lebih kondusif. 

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus memiliki sifat kerendahan hati. Kerendahan hati termasuk berani mengakui kesalahan dan menerima masukan terlepas dari apapun status orang tersebut di perusahaan Anda. Dengan sifat ini, Anda akan menjadi pemimpin yang lebih disegani dan didukung oleh tim Anda. 

Prinsip 3: Fokus pada proses (focus on the process)

Tidak dapat dipungkiri kebanyakan dari kita seringkali berfokus pada hasil dan bukannya pada proses. Tidak setiap saat karyawan dapat melakukan performa terbaiknya. Ada kalanya mereka melakukan kesalahan bahkan karyawan terbaik sekalipun. Di saat seperti inilah, perlu bagi Anda untuk berfokus pada proses. 

Anda perlu melakukan evaluasi jika ada suatu kesalahan dalam proses bisnis Anda. Proses yang baik akan menghasilkan output yang diinginkan, selama input yang tepat disediakan. Fokus proses juga membantu memfokuskan upaya pemecahan masalah pada proses daripada orang.

Prinsip 4: Berorientasi pada pemikiran ilmiah (embrace scientific thinking)

Terdapat berbagai metode ilmiah yang dapat digunakan untuk mendukung kinerja perusahaan agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik. Dengan mengeksplorasi ide-ide baru secara konsisten dapat membuat Anda mengetahui mana cara yang akan berhasil dan tidak. Bisnis harus terus berinovasi secara konsisten. Hal ini juga akan membuat bisnis Anda lebih dapat berkembang dengan baik.

Prinsip 5: Aliran (flow) dan nilai tarik (flow and pull value)

Aliran adalah pendorong terbaik untuk membuat proses lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan lebih baik. Nilai tarik adalah konsep mencocokkan tingkat produksi dengan tingkat permintaan dan tujuan di lingkungan apa pun.

Jika Anda ingin bisnis Anda terus berkembang maka Anda perlu memberikan nilai maksimal kepada para pelanggan. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan bahwa proses dan alur kerja terus berkelanjutan agar proses bisnis Anda tetap efektif dan efisien serta penting juga untuk selalu mendengarkan umpan balik dari pelanggan.

Prinsip 6: Pastikan kualitas pada sumbernya (assure quality at the source)

Ada tiga aspek yang membentuk jaminan kualitas, yaitu: tidak menggunakan material yang cacat, segera memperbaiki masalah, dan menghormati individu dalam proses. Demi mencapai kualitas tinggi maka setiap prosesnya harus dilakukan dengan benar.

Prinsip 7: Mencari kesempurnaan (seek perfection)

Selalu ada ruang untuk perbaikan. Hal ini berarti mencari dan mengevaluasi setiap proses agar menjadi lebih baik lagi. Meskipun kesempurnaan mungkin terasa tidak mungkin, tetapi bukan berarti kita tidak dapat memperjuangkannya.

Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan standar yang tinggi, terutama menanamkan pola pikir ini kepada karyawan. Alhasil ketika Anda dan tim dihadapkan pada suatu masalah, hal pertama yang dilakukan adalah mencari solusinya dengan cara yang seefektif dan seefisien mungkin.

Prinsip 8: Ciptakan tujuan yang kokoh (create constancy of purpose)

Selalu tanyakan pada diri Anda “Mengapa Anda membangun bisnis ini? Mengapa bisnis ini harus tetap ada?” Hal ini akan membantu Anda untuk tetap berpikiran visioner dan melakukan adaptasi.

Setelah itu, Anda harus menyampaikan tujuan ini kepada karyawan sejak hari pertama. Namun, ini seharusnya tidak berhenti begitu saja setelah hari pertama. Hal ini membantu agar mereka dapat menyelaraskan tindakan dan tujuan mereka dengan tujuan perusahaan.

Prinsip 9: Berpikir secara sistematis (think systemically)

Menyusun proses yang mendorong sinergi akan mengarah pada pengembangan sistematis yang menciptakan produk yang lebih besar. Penting bagi Anda untuk memahami hubungan antara masing-masing sistem yang ada. Hal ini karena akan membantu Anda dan tim membuat keputusan yang lebih baik.

Prinsip 10: Ciptakan nilai bagi pelanggan (create value for the customer)

Setiap aspek dari bisnis Anda harus berfokus pada meningkatkan nilai bagi pelanggan. Semua aspek nilai yang diciptakan oleh bisnis meliputi kualitas, biaya, pengiriman, keselamatan, dan etika dalam bekerja. Anda harus memahami apa yang dibutuhkan pelanggan. Jika Anda berhenti memberikan nilai kepada pelanggan maka bisnis akan menghadapi kegagalan.

Itulah penjelasan mengenai 10 prinsip panduan dari Metode Shingo. Langkah Anda berikutnya yakni menerapkan pendekatan ini pada tempat kerja Anda. Pada akhirnya saat budaya inovasi sudah terbentuk, bukanlah hal yang sulit untuk mencapai keunggulan operasional di bisnis Anda.

Share:

  • Recent Posts