Inovasi Kendaraan Angkut, Siap Kedatangan Truk Listrik!

gambar: Tribunnews.com

Truk listrik merupakan salah satu inovasi dari industri transportasi dan logistik yang nantinya akan hadir di pasar Indonesia. Truk listrik menjadi salah satu realisasi kendaraan angkut ramah lingkungan dan upaya untuk mengurangi CO2 dalam segmen kendaraan niaga. Seperti apa tampilan, spesifikasi dan manfaat penggunaan truk bermesin listrik ini untuk bisnis Anda? Mari simak pada penjelasan di bawah ini.

  1. E-Canter, inovasi truk listrik dari Mitsubishi
  2. Regulasi pemerintah terhadap truk listrik
  3. Kelebihan dan kekurangan dari truk listrik

E-Canter, inovasi truk listrik dari Mitsubishi

Salah satu truk listrik yang akan menjadi fokus utama dari artikel ini yakni Mitsubishi Fuso e-Canter. Truk ini pertama kali ditampilkan pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. 

Sekilas, tampilannya terlihat seperti truk komersial pada umumnya, namun yang membuatnya berbeda dengan truk lain yakni truk ini bertenaga listrik. Dilengkapi dengan enam baterai ion-lithium berkapasitas 13,8 kWh yang memiliki voltase cukup tinggi untuk menghasilkan tenaga sebesar 184 PS dan torsi maksimal 390 Nm.

Daya baterai tersebut diperkirakan dapat menempuh jarak 100 km dalam kondisi baterai penuh tanpa menghasilkan emisi gas buang. Selain itu, truk ini juga dapat menampung daya angkut hingga 4 ton.

Regulasi pemerintah terhadap truk listrik

Tidak menutup kemungkinan jika nantinya peran truk listrik akan lebih signifikan dibandingkan truk konvensional untuk kegiatan berniaga.Tentunya hal tersebut akan mempengaruhi operasional bisnis Anda terutama bagi para pebisnis logistik.

Di Indonesia, regulasi dari pemerintah tentang pengembangan kendaraan bermotor listrik sudah terbit dan ditandatangani oleh presiden. Namun regulasi tersebut lebih ditujukan untuk industri mobil listrik, sedangkan belum ada kepastian peraturan mengenai truk listrik.

Berbeda halnya di Jepang, sudah ada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah Jepang yang mewajibkan para pelaku usaha untuk menggunakan truk listrik mulai tahun 2040 mendatang. Oleh karena itu, para pelaku bisnis logistik sudah harus mengantisipasi regulasi kedepannya tidak hanya bagi kendaraan truk listrik tetapi juga terhadap inovasi teknologi di kendaraan lain seperti berbasis hidrogen atau fuel cell vehicle.

Kelebihan dan kekurangan dari truk listrik

Sebagai kendaraan angkut teknologi terkini, truk listrik memang dapat dianggap menjadi salah satu solusi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Namun bukan berarti jenis kendaraan ini lebih unggul dari truk konvensional seluruhnya, simak kelebihan dan kekurangan berikut ini:

Kelebihan Truk Listrik:

  • Cukup efektif untuk penghematan biaya operasional dalam jangka panjang

Meski harga investasi kendaraan ini besar di awal, tetapi jika semua biaya dihitung dalam jangka panjang Anda akan merasakan pengeluaran yang lebih hemat.
Misalnya saja tidak menutup kemungkinan truk listrik akan mendapatkan keringanan biaya pajak dari pemerintah seperti halnya dengan biaya pajak mobil listrik saat ini yang lebih rendah dari mobil dengan bahan bakar minyak.

Jika dilihat dari biaya bahan bakar, menurut beberapa sumber menggunakan kendaraan listrik seperti mobil listrik dapat memangkas biaya bahan bakar hingga seperempatnya. Hal ini dapat dijadikan sebagai referensi nantinya untuk Anda saat ingin menggunakan kendaraan angkut yang menggunakan daya baterai.

  • Lebih ramah lingkungan

Dari sisi fitur, truk listrik tidak memiliki fungsi kontrol yang rumit dan sangat nyaman untuk dikendarai. Selain itu, kendaraan angkut ini juga lebih ramah lingkungan dengan hasil jejak karbon yang jauh lebih sedikit karena tidak ada asap yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar.

Seperti yang kita ketahui kalau truk konvensional pada umumnya menghasilkan asap hasil pembakaran yang lebih tebal dan pekat yang tidak hanya dapat merusak kesehatan pengendara di jalan umum, namun juga dampaknya terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Di sisi lain, mesin kendaraan ini juga lebih senyap sehingga tidak menghasilkan polusi suara yang dapat mengganggu baik pengemudi dan pengendara lain di jalan raya.

Kekurangan Truk Listrik:

  • Jumlah tempat pengisian daya (charging station) yang masih terbatas

Pada tahapan awal adopsi penggunaan truk listrik di tanah air untuk kegiatan berniaga, kita sudah dapat memperkirakan jumlah tempat pengisian daya yang belum merata sepenuhnya. Adanya kemungkinan charging station ini akan lebih mudah ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta. Namun tidak menutup kemungkinan ketersediaan charging station ini akan semakin membaik dan banyak tersedia di kota-kota lainnya.

  • Supir truk konvensional perlu beradaptasi

Pengalaman berkendara menggunakan truk listrik mungkin akan terasa cukup berbeda jika dibandingkan dengan truk konvensional saat ini. Selain ada tambahan fitur, para supir juga harus terbiasa saat akan melakukan pengisian daya dan mungkin akan ada SOP yang berbeda dari perusahaannya tersebut.

  • Harga dan ketersediaan suku cadang

Meski penggunaan truk listrik akan menghemat biaya operasional, para pebisnis juga harus tetap mengantisipasi terhadap harga dan ketersediaan suku cadangnya pada tahap awal implementasi kendaraan angkut listrik di Indonesia. Nantinya Anda tidak perlu khawatir, karena seiring dengan bertambahnya pengguna kendaraan niaga bermesin listrik ini maka harga dan ketersediaan suku cadang juga akan menyesuaikan dengan permintaan pasarnya.

Inovasi truk listrik diharapkan dapat menjadi solusi baik bagi operasional perusahaan dan juga lingkungan. Dibutuhkan peran kedua belah pihak baik pemerintah dan pebisnis dalam menyambut inovasi teknologi kendaraan angkut ini agar dapat digunakan sepenuhnya untuk kegiatan berniaga.

Selain memikirkan inovasi kendaraan niaga, Anda juga sebaiknya menerapkan sistem pengaturan tim lapangan yang efektif untuk menjangkau lebih banyak rute dan pelanggan. MileApp sebagai field service management solution terbaik di Indonesia menyediakan solusi manajemen operasional lapangan yang menyeluruh untuk bisnis Anda.

Dengan solusi kami Anda dapat menghemat lebih dari 40 jam perencanaan dan proses rekonsiliasi, pengurangan biaya operasional 20% untuk bahan bakar, dan 12% efisiensi pada lead time operasional. Daftar sekarang juga dengan mengunjungi link ini.

Share:

  • Recent Posts