Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Peluang Logistik dalam Potensi Ladang Investasi di Jawa Barat

Peluang Logistik dalam Potensi Ladang Investasi di Jawa Barat

Industri logistik baru saja mendapatkan kabar baiknya mengenai peluang investasi yang besar di Jawa Barat. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang sekaligus Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) ke III ALFI/ILFA DPW Jawa Barat 2023 bertema ‘Keberlanjutan Ekosistem Bisnis Logistik dengan Digitalisasi dan Kolaborasi’ yang digelar di Bekasi Jawa Barat (5/7/2023).Dalam Focus Group Discussion (FGD) dibahas mengenai keberadaan Jawa barat yang saat ini memiliki daya tarik investasi tinggi, baik nasional hingga Penanaman Modal Asing (PMA). Mengapa hal demikian dapat terjadi? Berikut ulasannya.

Alasan Jawa Barat jadi Magnet Investasi dan Berpeluang bagi Investor

[caption id="attachment_4925" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi investasi (pinterest.com)[/caption]Keberadaan dan kondisi infrastruktur provinsi Jawa Barat menjadi alasan wilayah ini memiliki daya tarik investasi yang tinggi. Hal tersebut terbukti bahwa saat ini Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam hal Investasi di tahun 2022 dengan besaran Rp174,6 Triliun, dimana hampir sepertiga investasi digerakan oleh Usaha Mikro Kecil, yaitu sebesar Rp55,2 Triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Yukki Nugrahawan Hanafi selaku Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Yukki juga mengatakan, anggota ALFI diseluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 3000-an perusahaan, mayoritasnya adalah kelas usaha kecil menengah (UKM). Ini memberikan kesempatan pada anggota ALFI di Jawa Barat bisa mengambil peran dalam mendorong munculnya pengusaha-pengusaha baru di bidang transportasi dan logistik.Di sisi lain, M Nuh Nasution selaku Ketua DPW ALFI Jawa Barat mengungkapkan bahwa perkembangan ekonomi di Jawa Barat diatas 5 persen saat ini, menandakan ada potensi bagi pelaku usaha logistik untuk ikut ambil bagian di bisnis dalam peluang logistik. “Infrastruktur di Jawa Barat ada Patimban dan Bandara Kertajati, dan hal ini mesti menjadi momentum bagi pelaku logistik di Jawa Barat. Kita pun mesti mulai mengoptimalkan dan memanfaatkan pelabuhan Patimban agar bisa lebih maksimal," ucap Nuh. Baca juga: Otomatisasi Logistik: Tren, Manfaat, dan Tantangan

Diingatkan Digitalisasi Logistik

[caption id="attachment_4811" align="aligncenter" width="700"]

pengembangan aplikasi logistik

Ilustrasi digitalisasi logistik (pinterest.com)[/caption]Selain itu, Ketua Umum DPP ALFI juga mengingatkan soal digitalisasi logistik dan keberlanjutan usaha yang perlu menjadi fokus untuk memenangkan persaingan usaha kedepan, sehingga tidak hanya sesama pengusaha lokal saja, namun regional dan internasional juga.“Perusahaan anggota ALFI perlu punya rencana untuk memastikan kelangsungan usaha nya bisa bertahan dan tidak fokus terhadap kegiatan yang bersifat tradisional dan manual.” ujar YukkiSelebihnya, ia juga mengingatkan agar kegiatan organisasi memiliki visi dan mengedepankan pembangunan ekosistem usaha yang berbasis kolaborasi dan inklusifitas.“Kini pun sudah masuk Juli 2023, ternyata ekonomi kita masih tumbuh dan ekspor kita masih surplus, potensi sekaligus tantangan bagi NKRI ke depan adalah bagaimana seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama dan menanggalkan ego sektoral guna kepentingan lebih besar yang berkelanjutan,” ucap Yukki.