Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Mengenal Perbedaan First-mile, Mid-mile dan Last-mile Delivery dalam Supply Chain

Mengenal Perbedaan First-mile, Mid-mile dan Last-mile Delivery dalam Supply Chain

Perpindahan barang dari produsen ke konsumen tentu melalui banyak langkah, mulai dari First-mile, Mid-mile, dan Last-mile. Para pebisnis yang melakukan pengiriman akan melalui tahapan ini secara efisien untuk memastikan rantai pasokan tidak tertunda, sehingga sampai pada tangan pelanggan tepat waktu. 

Pada dasarnya, pengiriman First-mile, Mid-mile, dan Last-mile adalah istilah yang digunakan dalam industri distribusi dan rantai pasokan. Istilah ini mencerminkan pergerakan barang dari proses pengiriman awal hingga konsumsi. Lantas, apa perbedaan first-mile, mid-mile, hingga last-mile? Berikut ulasannya yang dapat Anda simak! 

Pengertian First-mile, Mid-mile, Last-mile

first mile
Ilustrasi pengiriman (pexels.com)

Sebelum mengetahui perbedaan lebih jauh dari First-mile, Mid-mile, dan Last-mile, ketahui pengertian dan cara bekerja dari ketiganya terlebih dahulu, dilansir dari Flashbox

First-mile Delivery 

First-mile delivery atau pengiriman mil pertama atau logistik mil pertama adalah proses pemindahan barang dari produsen ke gudang atau pusat distribusi. Asal produk yang dipindahkan tersebut bisa dari mana saja, dari pengecer mana pun. 

Langkah proses logistik ini sangat penting karena barang datang langsung dari produsennya. Setelah barang dibuat, barang dikirim ke gudang atau pusat distribusi. Perjalanan ini didefinisikan sebagai mil pertama dan dapat berupa jarak pendek atau panjang, bergantung pada tujuan akhir produk. 

Nantinya, dalam gudang atau pusat distribusi dikoordinasikan untuk pengiriman produk ke tahap selanjutnya. 

Mid-mile Delivery 

Pengiriman Mid-mile delivery dikenal juga sebagai pengiriman kedua, di mana terjadi pemindahan barang dari gudang atau pusat distribusi ke fasilitas pemenuhan. Sederhananya, hal ini terjadi ketika produk dipindahkan dari fasilitas penyimpanan ke fasilitas yang menampung produk secara singkat, mengemas produk sesuai pesanan, dan mengirimkannya ke konsumen. 

Dalam tahap ini, terdapat dua proses penting, yaitu fasilitas penyimpanan dan pusat pemenuhan. Fasilitas penyimpanan dapat berupa fasilitas lokal yang menampung berbagai macam produk. Setelah dari penyimpanan, lalu selanjutnya pusat pemenuhan mengatur dan mengemas produk untuk dikirim ke tujuan akhir. Dari sana, barang diambil untuk diantar langsung ke konsumen yang disebut juga pengiriman last-mile.

Last-mile Delivery 

Last-mile delivery menjadi tahap akhir dari rantai pasokan, di mana pergerakan barang dari pusat transportasi atau toko ritel diantar ke tujuan pengiriman akhir dengan  pilihan pengiriman di hari yang sama, hari berikutnya, ekspres, atau hanya pengiriman standar. Sederhananya, ini adalah langkah terakhir dalam proses pengiriman.

Semakin cepat pengiriman dilakukan, maka kepuasan pelanggan akan semakin mudah untuk didapatkan. Namun, satu-satunya peringatan terhadap kecepatan adalah harga, ini karena last-mile adalah bagian termahal dalam proses pengiriman.

Namun, agar hemat biaya, bisnis harus memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi proses, seperti MileApp untuk menghemat waktu dan uang dengan adanya pelacakan real-time yang dapat menciptakan pasar mitra pengiriman yang mengutamakan teknologi.

Baca juga: Tantangan Last Mile Delivery dan Solusinya

Perbedaan First-mile, Mid-mile, Last-mile

perbedaan first mile, mid mile, dan last mile
Ilustrasi pengiriman (pexels.com)

Setelah mengetahui pengertian-pengertian dari ketiga hal tersebut, kenali lebih dalam perbedaan dari First-mile, Mid-mile, dan Last-mile.

1. Lokasi 

Pada First-mile, lokasi berada pada pabrik atau penyedia layanan hingga gudang distribusi atau titik penyimpanan pertama. Dalam hal ini melibatkan pengumpulan dan pengangkutan barang dari sumber menuju pusat distribusi.

Sedangkan, Mid-mile berfokus pada pergerakan barang dari gudang distribusi menuju pusat distribusi regional atau tempat penyimpanan tengah. Aktivitas di tahap ini lebih terkait dengan penggabungan dan penyebaran barang ke area yang lebih luas.

Di titik akhir, Last-mile, lokasi berada di pusat distribusi atau titik penyimpanan terakhir menuju pelanggan atau titik konsumsi. Ini mencakup perjalanan barang dari titik akhir distribusi hingga tangan pelanggan.

2. Proses pengiriman

Pada tahap First-mile, proses utama melibatkan pengumpulan, konsolidasi, dan persiapan barang untuk perjalanan pertama dalam rantai pasok. Berlanjut ke proses Mid-mile, proses pengiriman fokus pada transportasi dan pengelolaan inventaris dalam skala yang lebih besar untuk memenuhi permintaan regional atau pusat distribusi. 

Setelah itu, baru pada titik akhir, yaitu Last-mile yang melibatkan pengantaran barang dari pusat distribusi atau penyimpanan terakhir ke alamat pelanggan akhir.

3. Tingkat jarak

Jarak pada First-mile biasanya melibatkan perjalanan yang relatif dekat dari sumber ke titik distribusi awal. Sedangkan, Mid mile mencakup perjalanan antara pusat distribusi regional atau penyimpanan menuju lokasi distribusi atau penyimpanan akhir. Di tingkah akhir, jarak Last-mile dari pusat distribusi atau penyimpanan akhir ke rumah atau alamat pelanggan.

4. Tantangan 

Tantangan di tahap First-mile, melibatkan efisiensi pengumpulan barang dari berbagai sumber dan persiapan untuk perjalanan berikutnya. Sedangkan di Mid-mile melibatkan koordinasi transportasi dan distribusi barang dalam jumlah yang lebih besar ke berbagai tujuan regional. Pada tahap akhir Last-mile, tantangan yang dihadapu lebih kepada navigasi di area perkotaan, manajemen waktu pengiriman, sampai pada kebutuhan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang positif.

Kapan Menggunakan First-mile, Mid-mile, dan Last-mile

first mile
Ilustrasi gudang pengiriman (pexels.com)

Pertanyaan selanjutnya yang timbuk kapan harus menggunakan First-mile, Mid-mile, dan Last-mile? Pada dasarnya, First-mile digunakan ketika perusahaan perlu mengumpulkan dan memproses barang dari sumber atau pabrik ke pusat distribusi pertama.

Sedangkan Mid-mile, digunakan ketika perusahaan perlu mendistribusikan barang dalam jumlah besar ke pusat distribusi regional atau titik penyimpanan tengah sebelum mencapai pelanggan akhir.

Setelah itu, baru pada tahap Last-mile akan digunakan saat perusahaan siap untuk mengirimkan barang langsung ke pelanggan atau titik konsumsi akhir, memberikan pengalaman pengiriman yang cepat dan efisien.

Baca juga: Last Mile Automation: Pengertian, Manfaat, dan Penerapannya

Itulah sederet pengertian hingga perbedaan dari First-mile, Mid-mile, dan Last-mile yang dapat kamu ketahui. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat memahami berbagai tahap pengiriman, sehingga selanjutnya dapat mengoptimalkan dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan, mengingat masing-masing tahap memiliki peran dan tantangan uniknya sendiri. 

Oleh karenanya, mengintegrasikan teknologi canggih seperti MileApp dengan tahapan pengiriman ini dapat membawa keunggulan tambahan. MileApp dengan fitur route optimization, memberikan solusi terbaik untuk mengatasi tantangan khusus di setiap tahap rantai pasok. Dengan integrasi dengan teknologi logistik ini, perusahaan dapat mengoptimalkan perjalanan barang dari First-mile hingga Last-mile. Yuk, sign up MileApp sekarang agar pengiriman Anda semakin #GoExtraMile

Sumber:

  • Eurosender.com
  • Flashbox.co
  • linkedin.com