Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Pemerintah Dorong Penerapan NLE Buntut Turunnya Logistics Perfomance Index (LPI)

Pemerintah Dorong Penerapan NLE Buntut Turunnya Logistics Perfomance Index (LPI)

Sektor logistik menjadi salah satu sektor yang penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Ini ditunjukan dari adanya capaian kinerja pada Triwulan III-2023. Pada Q1-2023, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 persen dengan tingkat inflasi pada bulan Juni terkendali di angka 3,52 dan surplus transaksi berhalan sebesar 0,8 persen dari PDB.Ini diikuti sejumlah pertumbuhan positif indikator perekonomian, seperti PMI Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, hingga investasi. Namun, proyeksi angka tersebut nampaknya tak sejalan dengan indeks performa logistik (LPI) di Indonesia hingga pemerintah mendorong untuk menerapkan NLE di Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu LPI?

[caption id="attachment_4760" align="alignnone" width="707"]

ilustrasi tantangan dalam ETA (Pinterest.com) [/caption]

“LPI merupakan alat ukur kita di dalam mengidentifikasi tantangan peluang di dalam logistik perdagangan kemudian beberapa yang diukur ini sebenarnya berdasarkan survei-survei terhadap para pelaku usaha,”

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat menyampaikan sambutan dalam acara Bincang Stranas PK: Kok Bisa Rapor Logistik Turun Saat Pelabuhan di Indonesia 20 Besar Terbaik Dunia, pada Selasa (18/07) di Kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).Baca Juga: 5 Alasan Perusahaan FMCG Sangat Membutuhkan Field Sales Tracking App

LPI Indonesia Menurun

[caption id="attachment_5087" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi grafik menurun

Ilustrasi grafik menurun (freepik.com)[/caption]Diketahui, Logistics Performance Index (LPI) Indonesia mengalami penurunan hingga 17 peringkat dari posisi 63 ke posisi 46, dilansir dari Logistik News.Capaian LPI pada tahun 2023 diketahui mendapati skor sebesar 3,00. Angka tersebut menurun dari capain pada tahun 2018, yaitu sebesar 3,15. Penurunan tersebut dirilis oleh Bank Dunia berdasarkan 6 dimensi, yaitu:

  • Customs
  • Infrastructure
  • International Shipments
  • Logistics Competence and Quality
  • Timelines, dan Tracking & Tracing

Hal ini tentu menimbulkan tanggapan dan pembahasan sejumlah pihak.Baca Juga: Aplikasi Logistik: Pengertian, Manfaat, dan Cara Memilih

Penyebab turunnya LPI

[caption id="attachment_5013" align="aligncenter" width="700"]

pergudangan logistik

Ilustrasi gudang logistik (pexels.com)[/caption]Capaian LPI tahun 2023 tersebut menurun disebabkan oleh menurunnya indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta, seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik, kemampuan tracking dan tracing, kemudahan layanan pengapalan ke Indonesia, serta frekuensi kesesuaian jadwal waktu barang diterima.

“Sedangkan indikator penilaian yang menjadi kontrol Pemerintah seperti efisiensi proses clearance oleh Lembaga Pengendali Perbatasan dan kualitas infrastruktur pendukung menunjukkan kinerja yang baik,” kata Susiwijono

Pemerintah dorong Penerapan NLE

[caption id="attachment_5011" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi logistik

Ilustrasi logistik (pinterest.com) [/caption]Dengan adanya capaian tersebut, pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan upaya penataan ekosistem logistik melalui National Logistics Ecosystem (NLE).NLE adalah kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak berkaitan dengan arus logistik barang, sistem perbankan, sistem transportasi pergudangan, dan entitas-entitas lainnya.NLE telah diterapkan secara bertahap hingga 46 pelabuhan pada tahun 2023. Implementasi ini didasarkan pada 4 pilar utama, yaitu:

  • Perbaikan layanan Pemerintah di bidang logstik melalui simplifikasi proses bisnis berbasis elektronik
  • Kolaborasi sistem layanan logistik antar pelaku kegiatan logistik
  • Kemudahan dan fasilitasi pembayaran antar pelaku usaha terkait proses logistik
  • Penataan sistem dan tata ruang kepelabuhanan serta jalur distribusi.
“Dengan penerapan NLE ini menjadi salah satu inisiatif Pemerintah di bidang logistik yang bisa menjangkau berbagai indikator di LPI tadi, sehingga kalau NLE ini bisa 100% kita mandatorikan dan bisa efektif, mudah-mudahan bisa memperbaiki keenam indikator LPI tadi,” pungkas Sesmenko Susiwijono.

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Logistik Untuk Sistem Manajemen Transportasi

Pemerintah juga kerap lakukan upaya lain

[caption id="attachment_4979" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi pekerja sedang berbincang

Ilustrasi pekerja sedang berbincang (pinterest.com)[/caption]Selain penerapan NLE, pemerintah juga akan melakukan upaya lain untuk meningkatkan kinerja LPI Indonesia melalui berbagai kebijakan, seperti:

  • Menyelesaikan tindak lanjut hasil Rakortas Menteri terkait NLE
  • Memperkuat kebijakan dalam Standarisasi Layanan Kepelabuhanan
  • Mendorong perbaikan kinerja Perusahaan Kurir dan Pos
  • Penyempurnaan regulasi
  • Proses bisnis dan sistem terkait implementasi Lartas
  • API-P & API-U
  • Neraca Komoditas
  • Sosialisasi aturan dan kebijakan kepada pelaku usaha logistik internasional dan domestik.

Dalam diskusi ini juga turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ketua KPK, Deputi bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Deputi Bidang Perniagaan dan Industri, Kementerian Koordinator bidang perekonomian, Direktur Utama Pelindo, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan, serta Direktur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemitraan LNSW.Sumber:

  • logistiknews.id
  • pressrelease.kontan.co.id