MileApp
Logistics

Otomatisasi Logistik: Implementasi, Tantangan dan Kesempatan

Otomatisasi Logistik: Implementasi, Tantangan dan Kesempatan

Otomatisasi logistik erat kaitannya dengan transportasi. Hambatan dalam sektor transportasi di Indonesia akan menaikkan biaya logistik. Hal ini dibuktikan dengan data dari Baketrans Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa 40% biaya logistik berasal dari transportasi. Untuk menyiasati tingginya biaya logistik di Indonesia, para pelaku industri membangun pelayanan logistik yang lebih efektif dengan memaksimalkan resource yang ada agar bisa mempertahankan bisnis yang memiliki daya saing dengan layanan terjangkau. Untuk mendukung pelaku industri, pemerintah mendorong implementasi teknologi dengan otomatisasi logistik.

Mengapa otomatisasi logistik penting dalam era digital

Sebuah truk melintas di jembatan penyebrangan, di atas kapal ada banyak kontainer.

Sebuah truk melintas di jembatan penyebrangan (sumber: unsplash)Implementasi teknologi informasi adalah kunci utama otomatisasi logistik. Penggunaan robot dan komputer akan mempercepat proses dan mengurangi potensi terjadinya kekeliruan. Dengan otomatisasi logistik, rutinitas manual dan berulang bisa digantikan sehingga meningkatkan efektivitas biaya.Otomatisasi logistik berperan penting dalam peningkatan efisiensi logistik di era digital melalui manajemen angkutan barang. Saat permintaan pesanan dan pengiriman melonjak, memiliki penerapan teknologi menjadi solusi yang diandalkan sebagai strategi inovasi bisnis. Selain itu, pengiriman super cepat dengan teknologi informasi yang akurat akan meningkatkan permintaan pesanan tepat waktu. Otomatisasi logistik yang mempercepat proses distribusi pada akhirnya mempertahankan kelangsungan bisnis sekaligus menaikkan profitabilitas perusahaan.Baca juga: Manfaat Blockchain dalam Operasional Logistik

Tantangan otomatisasi logistik

Robot Arm Carrier memindahkan barang di warehouse

Penerapan teknologi menjadi salah satu solusi permasalahan logistik (sumber: unsplash)Penerapan teknologi memang menjadi solusi, namun memerlukan biaya investasi dan pemeliharaan yang tinggi untuk terus melakukan inovasi. Selain biaya yang tinggi, tantangan lain otomatisasi logistik adalah perkembangannya yang cepat dan beragam. Berbagai riset yang dikembangkan harus bisa menjawab permasalahan logistik. Inovasi yang baru tersebut belum tentu bisa mengakomodasi kebutuhan bisnis logistik yang ada.Mengutip dari evaluasi Kominfo, teknologi informasi yang dimiliki perusahaan pos dan logistik sebagian besar masih berada dalam mode support. Dengan keterbatasan teknologi yang ada, penerapan otomatisasi logistik hanya sebatas mendukung proses bisnis dan belum maksimal untuk meningkatkan keunggulan strategis perusahaan. Selain erat kaitannya dengan kemampuan investasi perusahaan, implementasi otomatisasi logistik juga terkait dengan kepemimpinan perusahaan menciptakan e-leadership.Tantangan lainnya adalah dari para pemangku kebijakan di perusahaan menciptakan e-leadership. Kepemimpinan dan teknologi saling mempengaruhi dan dipengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu diperlukan perubahan struktur organisasi perusahaan yang mendukung e-leadership. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan cara training e-leadership diharapkan menjadi solusi strategi perusahaan logistik. Training e-leadership akan menciptakan arah kebijakan yang mendukung percepatan dan pengembangan e-commerce.Baca juga: Otomatisasi Logistik: Tren, Manfaat, Tantangan

Manfaat otomatisasi logistik

Robot otomasi di warehouse menggunakan Automated Guided Vehicle (AGV)

Dengan otomasi, efisiensi di warehouse ditingkatkan dan resiko human error berkurang (unsplash)

1. Meningkatkan efisiensi dan kecepatan pengiriman

Manajemen dokumen manual memakan waktu yang lama. Otomatisasi logistik menekan biaya operasional dengan menggantikan aktivitas manual dengan digital. Waktu penyelesaian menjadi lebih singkat sehingga meningkatkan efisiensi. Penyederhanaan dengan otomatisasi rute pengiriman juga membuat pengiriman paket bisa langsung dilakukan tanpa harus memikirkan rencana perjalanan.

2. Mengurangi human error

Pelanggan juga mungkin mengubah pesananannya di saat-saat terakhir. Penanganan dokumen manual pada kondisi ini dapat meningkatkan risiko kesalahan atau human error, apalagi jika karyawan bekerja di bawah tekanan seperti saat permintaan pengiriman melonjak tinggi. Otomatisasi logistik dapat mengurangi risiko human error karena aktivitas input dilakukan dengan sistem.

3. Meningkatkan transparansi dan pemantauan inventaris

Penyesuaian stok di warehouse dengan permintaan pengiriman kini bisa dilacak dengan akurat. Pelabelan barang menggunakan kode unik dan bisa disesuaikan dengan tanggal masuk warehouse atau tanggal manufaktur. Sistem ini menyederhanakan aktivitas inventaris barang di warehouse sesuai dengan kondisi ril. Hal ini akan menghindari kesalahan inventaris akibat adanya stok yang hilang atau rusak.

4. Meningkatkan kepuasan pelanggan dan branding perusahaan

Otomatisasi logistik menyediakan media bagi pelanggan untuk berkomunikasi langsung dengan kurir logistik. Dengan tracking yang nyata, kurir bisa diandalkan untuk mengirim paket tepat waktu. Interaksi layanan langsung antara penjual dengan pelanggan juga memungkinkan pesanan dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan. Review positif dari interaksi pelanggan akan meningkatkan kepuasan berbelanja sekaligus menaikkan branding perusahaan.Baca juga: Implementasi HSE Risk Management dalam Logistik

Teknologi baru otomatisasi logistik

Smart inventory dengan pemantauan inventaris di tablet

AI dan machine learning digunakan untuk memprediksi dan membuat perencanaan bisnis (sumber: unsplash)

1. Pemanfaatan robot untuk otomatisasi logistik

Teknologi robot logistik menjadi solusi dalam mempermudah pengelolaan warehouse. Menurut ABI Research, pengiriman robot logistik secara global meningkat hampir 40% sejak tahun 2021 dan akan terus bertumbuh sampai tahun 2030. Implementasi robot logistik adalah pada otomatisasi pemindahan barang. Otomatisasi akan mempermudah penyimpanan dan pengiriman dalam rantai tahapan logistik. Dengan uptime yang lebih tinggi daripada karyawan biasa, penggunaan robot akan menghemat waktu dan tentunya meningkatkan efisiensi.

2. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan Big Data

Data menjadi sumber penting dalam mengelola bisnis logistik, mencakup prediksi volume penjualan, preferensi pelanggan, hingga efisiensi operasional. Akses internet yang meluas ke berbagai media komunikasi (Internet of Things) memudahkan pengolahan data menjadi informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan ketersediaan data yang meningkat dan kompleks menjadi Big Data, perusahaan dapat menggunakannya untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan. Pemanfaatan Big Data diharapkan akan mengoptimalkan penjualan berdasarkan segmentasi pelanggan dan kebiasaannya.

3. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan machine learning

Nilai pasar penggunaan Artificial Intelligence (AI) terus meningkat hingga diprediksi mencapai US$ 300 miliar di tahun 2025. Contoh pemanfaatan AI adalah model machine learning yang dapat memprediksi keterlambatan pengiriman, memprediksi waktu kedatangan kapal di pelabuhan, hingga merencanakan rute pengiriman. Inovasi baru penerapan AI terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dan menciptakan peluang bisnis yang baru.Penerapan teknologi adalah solusi kebutuhan penghematan biaya dan peningkatan efisiensi berbasis teknologi informasi. Dengan MileApp, kegiatan operasional logistik Anda akan jauh lebih mudah dengan beragam fitur seperti route optimization, real time dashboard, dan e-POD. Dapatkan penawaran dengan MileApp sekarang juga!Sumber:

Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.