Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

SCI : 6 Rekomendasi Langkah Efisiensikan Logistik untuk Tekan Inflasi 2024

SCI : 6 Rekomendasi Langkah Efisiensikan Logistik untuk Tekan Inflasi 2024
Rekomendasi Langkah Efisiensikan Logistik untuk Tekan Inflasi 2024
Ilustrasi perjalanan logistik jalur laut (Sumber:Freepik.com)

Mempersiapkan 2024 khususnya dalam sektor logistik memang menjadi hal yang perlu diperhatikan terutama untuk menekan angka inflasi yang diprediksi akan meningkat. Melansir dari laman website logistiknews.id langkah efisiensikan logistik untuk tekan inflasi kebijakan suku bunga BI terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk mencapai target inflasi, yaitu 2,5 plus minus 1 persen pada 2024 dan 2025. BI juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 4,7-5,5 persen pada 2024 dan 4,8-5,6 persen pada 2025.

Perlu diketahui bahwa risiko utama tekanan inflasi tahun 2024 sebagian besar berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan Rupiah serta harga energi dan pangan dunia yang tinggi terhadap harga barang-barang impor (imported inflation) dan harga pangan bergejolak (volatile food).

Baca Juga: Benarkah Bisnis Truk Logistik Masih Prospektif? Ini Penjelasannya

Dilansir dari laman website logistiknews.id CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan sektor logistik berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi maupun menjaga tingkat inflasi. Upaya perlu dilakukan secara lebih komprehensif mengingat target inflasi 2024-2025 itu yang terendah sekurangnya sejak tahun 2001.

“Salah satu indikator pengukuran inflasi adalah Indeks Harga konsumen (IHK) yang mencakup 11 kelompok pengeluaran. Biaya logistik tertinggi diperkirakan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau atau pangan secara umum,” ucap setijadi pada Rabu (6/12/2023). seperti dikutip dari logistiknews.id.

Untuk itu, SCI menyampaikan enam rekomendasi untuk efisiensi logistik seperti yang disampaikan dalam website logistiknews.id:

Pertama, peningkatan koordinasi dan kerja sama antara BI (Tim Pengendalian Inflasi Pusat/TPID) dan pemerintah pusat (kementerian/lembaga terkait) serta perguruan tinggi/lembaga penelitian untuk pemetaan rantai pasok pangan secara nasional.

Kedua, peningkatan koordinasi dan kerja sama antara BI (Tim Pengendalian Inflasi Daerah/TPID) dan pemerintah daerah serta perguruan tinggi/lembaga penelitian setempat untuk pemetaan rantai pasok pangan wilayah.

Baca Juga: CFS: Pengertian, dan Manfaatnya dalam Proses Logistik

Ketiga, peningkatan kerja sama dengan pemerintah-pemerintah daerah untuk menyusun sistem logistik daerah, termasuk logistik dan distribusi pangan yang efisien, sebagai upaya strategis yang akan berdampak secara jangka panjang.

Keempat, penyiapan sistem logistik yang tangguh untuk pengembangan rantai pasok produk dan komoditas nasional yang potensial dalam rangka mengurangi ketergantungan impor.

Kelima, pengembangan sistem informasi pangan untuk memantau ketersediaan stok dan proses distribusi dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan.

Keenam, penetapan suku bunga pinjaman yang lebih kompetitif untuk sektor logistik, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas untuk peningkatan konektivitas logistik, serta pengadaan armada transportasi.

MileApp menjadi salah satu Rekomendasi Aplikasi Logistik terbaik yang hadir untuk membantu permasalahan transportasi perusahaan anda mulai dari waktu pengiriman hingga pemantauan proses pengiriman. seperti salah satunya MileApp yang dapat membantu memudahkan kegiatan operasional logistik sehari-hari dengan fitur seperti route optimization dan kecanggihan real-time dashboard. Daftar MileApp sekarang dengan cara klik disini.

Sumber:

Logistiknews.id

Jadwalkan demo sekarang
Dengan menekan tombol di bawah, Anda menyetujui kebijakan privasi kami.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.