Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Mengukur Kinerja Pengiriman Cold Chain

Cara Mengukur Kinerja Pengiriman Cold Chain

Dalam dunia pengiriman istilah cold chain nampaknya sudah tidak asing lagi. jenis pengiriman ini memang menjadi salah satu cara mengukur kinerja dan penyelamat dalam hal pengiriman Produk-produk segar makanan, minuman, dan berbagai jenis produk farmasi. Hadirnya cold chain menjadi jawaban untuk logistik yang aman dan penuh pengawasan terhadap produk yang tidak dapat bertahan lama.Melihat peluang bisnis Cold chain di indonesia memang sangat menjanjikan. menurut data potensi peningkatan kebutuhan cold chain di Indonesia sangat besar terutama pada industri farmasi, produk pertanian, produk unggas, daging sapi, dan industri perikanan. Sementara, kini industri baru bisa memenuhi sekitar 34% untuk frozen food. Sementara, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa kebutuhan cold storage terbanyak terletak di wilayah pulau Jawa dengan jumlah ketersediaan sebesar 14,15%, kedua ada sumatera sebesar 6,51%, Sulawesi sebesar 12,55%, Bali dan Nusa Tenggara dengan persentase ketersediaan 9,51%, Kalimantan sebesar 3,96%, serta Papua dan Maluku sebesar 12,28%.Lantas, melihat data diatas bagaimana perusahaan memanfaatkan peluang ini dan bagaimana mengukur kinerja pada pengiriman cold chain? Langsung saja di bawah ini MileApp telah merangkumnya khusus untuk Anda, simak artikelnya sampai habis!

Monitoring Suhu

[caption id="attachment_6341" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi pekerja memantau barang (Pinterest.com) [/caption]Cara mengukur kinerja pengiriman Cold Chain pada monitoring suhu sangat penting untuk memastikan keamanan produk yang memerlukan suhu terkendali, seperti vaksin dan makanan beku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk tersebut tetap dalam kisaran suhu yang aman selama seluruh perjalanan mereka dari produsen hingga ke tangan konsumen. Salah satu metode yang efektif adalah menggunakan sensor suhu yang terhubung dengan sistem pemantauan.Sensor ini akan secara otomatis mengirimkan data suhu selama pengiriman, yang dapat dianalisis untuk menilai kinerja Cold Chain. Dengan metode ini, kita dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah segera, menjaga kualitas produk, dan memastikan kepercayaan pelanggan terjaga.

Rekam Data Suhu

[caption id="attachment_6343" align="aligncenter" width="700"]

ilustrasi seseorang sedang melakukan pengecekan barang

Ilustrasi rekam suhu barang (Pinterest.com) [/caption]Mengukur kinerja pengiriman Cold Chain dengan merekam data suhu adalah langkah penting untuk memastikan keberhasilan rantai pasokan produk yang memerlukan suhu terkendali. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk-produk tersebut tidak mengalami fluktuasi suhu yang dapat merusak kualitasnya. Cara yang efektif adalah dengan menggunakan sensor suhu yang dapat merekam data secara real-time selama perjalanan produk.Data ini dapat diakses dan dianalisis secara mudah, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi anomali atau deviasi suhu yang dapat mengancam keamanan produk. Dengan cara ini, kita dapat mengambil tindakan korektif yang cepat, menjaga keandalan produk, dan memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa produk yang mereka terima adalah aman dan berkualitas.Baca Juga: Tahapan Sistem Cold Chain Dalam Distribusi Makanan Segar

Pemantauan Real-Time

[caption id="attachment_6344" align="aligncenter" width="700"]

analasis data dalam pengiriman cold chain

Ilustrasi data real time (Pinterest.com) [/caption]Selanjutnya, Pemantauan real time. pemantauan real-time adalah langkah kunci untuk menjaga integritas produk yang memerlukan suhu terkendali. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa suhu produk selalu berada dalam rentang yang aman selama perjalanan mereka dari produsen hingga konsumen. Cara yang efektif adalah dengan menggunakan sensor suhu yang terhubung dengan sistem pemantauan real-time. Sensor ini mengirimkan data suhu secara otomatis selama perjalanan, yang dapat diakses secara langsung. Hal ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi potensi masalah dengan cepat dan mengambil tindakan korektif secara instan jika suhu di luar batas yang ditentukan. Dengan cara ini, kita dapat menjaga kualitas produk, menghindari pemborosan, dan memberikan produk yang aman serta berkualitas kepada konsumen.Baca Juga: Simak Bagaimana Cold Chain dapat Membantu Mengurangi Limbah Pangan

Analisis Data Ketepatan Waktu Pengiriman

[caption id="attachment_6345" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang melakukan analisis data

Ilustrasi analisis data (Pinterest.com) [/caption]Berikutnya yaitu analisis data, Mengukur kinerja pengiriman Cold Chain dengan menganalisis data ketepatan waktu pengiriman adalah langkah penting dalam menjaga integritas produk yang memerlukan suhu terkendali. Tujuannya adalah memastikan bahwa produk mencapai tujuan akhir sesuai jadwal yang telah ditentukan. Cara efektif untuk melakukannya adalah dengan menggunakan sistem pemantauan yang mencatat waktu pengiriman dari titik awal hingga titik tujuan.Dengan analisis data ini, kita dapat mengidentifikasi apakah pengiriman sesuai dengan rencana atau mengalami keterlambatan. Jika terjadi keterlambatan, tindakan perbaikan dapat segera diambil untuk menghindari gangguan dalam rantai pasokan dan memastikan produk tetap dalam kondisi yang aman. Dengan demikian, analisis data ketepatan waktu pengiriman membantu memastikan keandalan pengiriman produk Cold Chain.

Kualitas Produk

[caption id="attachment_6346" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang melakukan pengepakan barang

Ilustrasi menjaga kualitas produk (Pinterest.com) [/caption]Terakhir cara mengukur kinerja pengiriman cold chain adalah dengan kualitas produk. kualitas produk adalah hal yang sangat penting dalam memastikan produk yang memerlukan suhu terkendali tetap terjaga dengan baik selama perjalanan mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk tersebut tiba di tujuan akhir dalam kondisi yang optimal. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menggunakan sensor suhu yang terhubung dengan sistem pemantauan.Data suhu yang terus-menerus tercatat memungkinkan kita untuk memonitor perubahan suhu yang mungkin terjadi selama pengiriman. Jika terjadi fluktuasi suhu yang signifikan di luar batas yang aman, tindakan korektif dapat segera diambil untuk mencegah kerusakan produk. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa produk Cold Chain tetap berkualitas tinggi dan aman untuk konsumsi.Nah itulah pembahasan cara mengukur kinerja pengiriman cold chain bagi perusahaan. Pada kesimpulannya Mengukur kinerja pengiriman Cold Chain adalah suatu hal yang sangat penting dalam industri yang bergantung pada suhu terkendali, seperti farmasi, makanan beku, dan vaksin. Ini karena produk-produk dalam rantai pasokan ini sangat rentan terhadap perubahan suhu yang tidak terkendali. Pengukuran kinerja Cold Chain membantu memastikan bahwa produk tetap berada dalam kondisi optimal selama perjalanan mereka dari produsen hingga konsumen. Baca Juga: Bagaimana Cara Mengoptimalkan Cold Chain Logistics? Simak Ini!MileApp merupakan aplikasi inovatif yang memberikan solusi terbaik dalam manajemen cold chain, yuk gunakan jasa MileApp Last Mile Delivery yang dapat membantu Anda dalam membantu manajemen operasi pengiriman last mile sebuah bisnis. Dapatkan keuntungan ekstra dan penawaran istimewa dengan menggunakan MileApp untuk mengoptimalkan cold chain Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Jadilah bagian dari revolusi cold chain dengan MileApp dan rasakan perbedaannya, dengan klik disini!Sumber:

  • medicalogy.com
  • biteship.com
  • paper.id
  • arpionline.org