Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistik

Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistik

Sumber biaya dalam reverse logistics melibatkan berbagai elemen seperti biaya transportasi kembali, biaya penanganan barang yang dikembalikan, dan biaya administratif terkait. Dalam hal ini, perusahaan perlu secara cermat menganalisis setiap komponen biaya ini untuk memahami dan mengelola dampaknya terhadap margin keuntungan dan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Kemampuan perusahaan untuk menyeimbangkan manfaat dan biaya dapat memaksimalkan nilai dari produk yang dikembalikan, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Oleh karena itu, analisis yang baik dari biaya reverse logistics perlu dipahami. 

Analisis Biaya dalam Reverse Logistics

reverse logistics
Ilustrasi reverse logistics (pexels.com)

Mengutip sebuah penelitian dari 2012 Second International Conference on Business Computing and Global Informatization, analisis biaya dalam reverse logistics mengacu pada proses evaluasi dan pengukuran semua biaya yang terkait dengan kegiatan mengelola barang kembali dari konsumen ke titik awal distribusi atau pengolahan ulang. Ini mencakup biaya transportasi, penanganan, pemrosesan ulang, hingga biaya administratif yang mungkin terjadi dalam proses tersebut.

Secara umum, logistik terbalik dimulai dengan pengumpulan. Biaya pengumpulan logistik terbalik terjadi ketika bahan yang akan didaur ulang dikumpulkan dari berbagai lokasi dan dimasukkan ke dalam area penumpukan atau pusat daur ulang dengan cara berbayar atau tidak berbayar. 

Baca juga: Komponen Utama dalam Sistem Reverse Logistics

Manfaat Analisis Biaya dalam Reverse Logistics

reverse logistics
Ilustrasi logistik terbalik (pexels.com)

Manfaat umum dari logistik terbalik bagi suatu perusahaan bukan hanya karena perlindungan lingkungan dan kendala hukum dan penghematan energi, namun juga karena dorongan manfaat ekonomi. Manfaat ekonomi yang cukup besar dapat diwujudkan dalam perusahaan dengan penerapan logistik terbalik yang menghasilkan proaktifnya mereka dalam penerapan tersebut. 

Dengan menerapkan reverse logistics, pembelian suku cadang dan material dapat dikurangi, biaya produksi dapat dikurangi. Selain itu, pendapatan penjualan dapat diperoleh lebih banyak melalui penjualan kembali suku cadang dan material yang diproduksi ulang. Di lain sisi, biaya perlindungan lingkungan juga dapat dikurangi dengan mengurangi pembuangan polutan yang menghasilkan lebih sedikit polusi.

Baca juga: Cara Mengelola Reverse Logistics dalam Industri FMCG

Cara Menganalisis Biaya dalam Reverse Logistics

reverse logistics
Ilustrasi reverse logistics (pexels.com)

Menganalisis biaya dalam reverse logistics memerlukan pendekatan yang cermat dan sistematis untuk memahami dampaknya terhadap operasional perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk menganalisis biaya dalam reverse logistics.

1. Identifikasi komponen biaya

Pertama-tama, tentukan semua komponen biaya yang terlibat dalam reverse logistics. Hal ini mencakup biaya transportasi kembali, penanganan barang dikembalikan, pemrosesan ulang, serta biaya administratif yang terkait.

2. Kuantifikasi biaya

Kumpulkan data secara rinci untuk setiap komponen biaya yang telah diidentifikasi. Ini dapat mencakup biaya bahan, tenaga kerja, dan biaya variabel lainnya. Gunakan metode akuntansi yang tepat untuk mengukur dan menghitung biaya secara akurat.

3. Kategori biaya

Kelompokkan biaya-biaya tersebut menjadi kategori yang lebih besar, seperti biaya transportasi, biaya penanganan, dan biaya pemrosesan untuk membantu dalam menyusun gambaran yang lebih jelas tentang distribusi biaya dalam reverse logistics.

4. Perbandingan dengan pendapatan

Evaluasi total biaya reverse logistics dengan pendapatan yang dihasilkan dari barang yang dikembalikan. Pertimbangkan juga potensi pendapatan tambahan dari aktivitas seperti penjualan kembali atau pemanfaatan bahan daur ulang.

5. Analisis efisiensi operasional

Tinjau setiap tahap dalam reverse logistics untuk mengidentifikasi peluang efisiensi operasional. Pertimbangkan strategi seperti optimasi rute transportasi kembali, perbaikan proses pemrosesan, atau integrasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi.

6. Evaluasi pengaruh terhadap keuntungan keseluruhan

Pertimbangkan dampak biaya reverse logistics terhadap keuntungan keseluruhan perusahaan. Perhatikan apakah ada pengaruh signifikan terhadap margin keuntungan dan apakah ada kebutuhan untuk menyesuaikan harga produk atau mengoptimalkan operasional.

7. Analisis ROI (Return on Investment):

Untuk investasi atau perubahan tertentu dalam reverse logistics, lakukan analisis ROI. Tinjau apakah investasi tersebut memberikan nilai tambah yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

8. Evaluasi kinerja mitra dan pihak ketiga

Jika melibatkan mitra atau pihak ketiga dalam reverse logistics, evaluasi kinerja mereka dengan mempertimbangkan biaya yang terlibat. Pastikan bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.

9. Identifikasi potensi perbaikan jangka panjang

Tinjau hasil analisis untuk mengidentifikasi potensi perbaikan jangka panjang. Ini bisa mencakup strategi untuk mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, atau menggali peluang pendapatan baru.

10. Terapkan perubahan dan evaluasi kembali

Setelah mengidentifikasi area perbaikan, implementasikan perubahan yang diperlukan dan terus evaluasi dampaknya. Proses ini bersifat berkelanjutan untuk memastikan reverse logistics tetap efisien dan menguntungkan.

Baca juga: Pentingnya Analisis Data dalam Manajemen Reverse Logistic

Menganalisis biaya dalam reverse logistics bukanlah sekadar langkah rutin, melainkan suatu strategi cerdas untuk mencapai keberlanjutan bisnis. Dengan mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola biaya secara efektif, perusahaan dapat meminimalkan dampak ekonomi yang terkait dengan mengelola barang terbalik. Analisis ini memberikan pandangan yang mendalam tentang keberlanjutan operasional dan memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang terinformasi.

Dalam konteks ini, solusi seperti MileApp muncul sebagai mitra yang relevan. Dengan platformnya yang inovatif, MileApp membantu perusahaan untuk mengoptimalkan rute transportasi, melacak barang secara real-time, dan mengelola data logistik dengan efisien. Mengintegrasikan analisis biaya dalam reverse logistics dengan solusi seperti MileApp tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan visibilitas yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang cerdas. Coba MileApp sekarang agar bisnis Anda #GoExtraMile. Sign up di sini! 

Sumber:

  • C. Ya-Ping, "Cost and Benefit Analysis of Reverse Logistics," 2012 Second International Conference on Business Computing and Global Informatization, Shanghai, China, 2012, pp. 75-77, doi: 10.1109/BCGIN.2012.26.