Get in touch
By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Bill Of Lading: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Bill Of Lading: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

seseorang menulis diatas bill of lading
Ilustrasi Bill of lading (Sumber:Freepik.com)

Dalam dunia perdagangan internasional, istilah Bill of Lading sering menjadi pusat perhatian. Bagi Anda, para pelaku bisnis, tentu tak asing dengan dokumen ini yang menjadi kunci utama dalam pengiriman barang negara ini. Namun, sebagian orang  masih bertanya-tanya tentang bagaimana peran memastikan kelancaran proses logistik internasional. Maka dari itu berikut MileApp telah merangkumnya untuk Anda. simak sampai habis dibawah ini.

Pengertian bill of lading

seseorang sedang mengecek bill
Ilustrasi cek bill of lading dalam pekerjaan (Sumber:Freepik.com)

Bill of lading adalah dokumen penting dalam dunia perdagangan internasional. Secara sederhana, bill of lading merupakan tanda bukti pengiriman barang yang dikeluarkan oleh perusahaan pengapal. Dokumen ini mencakup informasi mengenai jenis barang, jumlah, dan kondisinya.

Selain itu, bill of lading juga berfungsi sebagai bukti kepemilikan barang, yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga. Dengan kata lain, bill of lading memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi semua pihak yang terlibat dalam proses pengiriman.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang bill of lading sangatlah penting dalam memastikan kelancaran dan keamanan dalam aktivitas perdagangan lintas negara.

Baca Juga: CFS: Pengertian, dan Manfaatnya dalam Proses Logistik

Fungsi bill of lading

Ilustrasi wanita melakukan dokumentasi pada bill of lading (Sumber:Freepik.com)

Setelah mengetahui pengertianya diatas, terdapat beberapa fungsi dari bill of lading yang perlu Anda ketahui. lebih jelasnya berikut point yang telah MileApp rangkum untuk Anda

1. Bukti Pengiriman dan Penerimaan Barang

fungsi pertama, Bill of lading memiliki peran penting dalam memberikan bukti pengiriman dan penerimaan barang dalam aktivitas perdagangan internasional. Ketika Anda mengirim barang, dokumen ini menjadi bukti resmi yang mencatat detail seperti jenis, jumlah, dan kondisi barang.

Selain itu, ketika barang tiba di tujuan, Anda dapat menggunakan bill of lading untuk mengkonfirmasi penerimaan barang tersebut. Inilah yang membuatnya menjadi instrumen penting untuk menghindari konflik dan memastikan keakuratan pengiriman.

2. Dokumen Kepemilikan Barang

Bill of Lading memiliki peran sentral dalam pemilikan barang dan pengangkutan. Bagi Anda yang tengah terlibat dalam perdagangan internasional, B/L tidak bisa dianggap remeh. Dokumen ini adalah bukti sah penerimaan dan pengangkutan barang Anda.

Dengan memiliki B/L, Anda mengamankan hak kepemilikan dan kontrol terhadap kargo yang dikirim. Selain itu, B/L mempermudah proses klaim asuransi jika terjadi kerusakan atau kehilangan selama pengangkutan. Dalam konteks perdagangan global, B/L juga berfungsi sebagai instrumen finansial dan penjamin transaksi.

3. Dokumen Keuangan dan Pembiayaan

Dalam ranah keuangan dan pembiayaan, Bill of Lading (B/L) memegang adalah hal strategis bagi Anda yang terlibat dalam transaksi perdagangan internasional. B/L, sebagai dokumen sah, bukan hanya menunjukkan kepemilikan barang, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung kebutuhan pembiayaan.

Dengan memiliki B/L, Anda dapat memanfaatkannya sebagai jaminan dalam mendapatkan akses ke fasilitas kredit dan pembiayaan. Sebagai pihak yang terlibat dalam transaksi dagang, pemahaman yang mendalam terhadap fungsi B/L akan membantu Anda memitigasi risiko finansial.

4. Dokumen Pengaturan Tarif dan Biaya

Fungsi selanjutnya yaitu pengaturan tarif dan biaya dalam perdagangan internasional, Bill of Lading mempunyai peran untuk memudahkan Anda dalam mengelola aspek keuangan pengiriman barang. B/L sebagai dokumen sah penerimaan dan kepemilikan, menjadi dasar perhitungan tarif pengangkutan dan biaya terkait lainnya.

Maka dari itu, Jika Anda memiliki B/L, Anda dapat memverifikasi dan mengontrol biaya pengiriman, termasuk asuransi dan bea masuk. Dokumen ini juga membantu memastikan bahwa tarif yang diterapkan sesuai dengan persetujuan kontrak. 

5. Dokumen Pemisahan Beban

Fungsi terakhir yang perlu Anda pahami yaitu Dalam konteks dokumen pemisahan beban, Bill of Lading dapat memudahkan Anda mengelola distribusi biaya secara transparan. Sebagai bukti resmi kepemilikan dan pengiriman barang, B/L menjadi landasan bagi pemisahan beban yang akurat.

Dokumen ini mencatat detail logistik dan transportasi, memungkinkan Anda menentukan beban pengiriman secara tepat. Dengan memiliki B/L, Anda dapat menyusun pembagian beban yang adil dan terukur sesuai dengan kontrak dan perjanjian yang telah disepakati.

Baca Juga: No Code Customization: Kustomisasi Mobile App Mudah Tanpa Coding

Jenis-Jenis bill of lading

bill of lading adalah
Ilustrasi jenis-jenis Bill of Lading (Sumber:Freepik.com)

Bill of Lading memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pengiriman. Berikut adalah beberapa jenis Bill of Lading yang umum:

1. Straight Bill of Lading (B/L Langsung)

Straight Bill of Lading (B/L) adalah jenis dokumen pengiriman yang menetapkan penerima barang secara langsung. Dalam konteks pengangkutan dan kepemilikan, Straight B/L mengkonfirmasi bahwa barang akan diserahkan hanya kepada penerima yang nama dan identitasnya tertera pada dokumen tersebut.

Jenis ini memberi kejelasan dan keamanan, karena hanya penerima yang dapat mengklaim dan memiliki barang. Meskipun kurang fleksibel dibandingkan dengan jenis B/L lainnya, seperti Order B/L, Straight B/L memberikan kepastian kepemilikan yang jelas dan dapat diandalkan dalam proses pengiriman. 

2. Order Bill of Lading (B/L Atas Permintaan)

Order Bill of Lading adalah bentuk dokumen pengiriman yang memberikan fleksibilitas kepemilikan barang. Dalam konteks perdagangan internasional, Anda sebagai pengirim dapat mentransfer hak kepemilikan barang kepada pihak lain dengan cara mengendorse (mengkonfirmasi di belakang dokumen).

Jenis ini memungkinkan Anda menjual atau mentransfer barang selama proses pengiriman. Order B/L memberikan keleluasaan dan adaptabilitas, memudahkan transaksi dan perubahan kepemilikan.

3. Bearer Bill of Lading (B/L Beruang)

Selanjutnya yaitu bearer bill of lading. Jenis ini, adalah jenis dokumen pengiriman yang memberikan kemudahan transfer kepemilikan tanpa memerlukan proses formal seperti endorsement. Dalam situasi ini, Anda, sebagai pemilik dokumen, dapat mentransfer hak kepemilikan barang dengan hanya menyampaikan fisik B/L kepada pihak lain.

Pada jenis yang satu ini memberikan fleksibilitas yang signifikan, karena kepemilikan barang dapat berpindah tangan tanpa perlu prosedur tambahan. Meskipun memberikan kenyamanan, penggunaan Bearer B/L perlu diimbangi dengan kehati-hatian agar dokumen tersebut tidak jatuh ke tangan yang tidak berwenang. 

4. Clean Bill of Lading (B/L Bersih)

Clean Bill of Lading (B/L) merupakan jenis dokumen pengiriman yang menunjukkan bahwa barang yang dikirim dalam keadaan baik dan tidak mengalami kerusakan atau cacat. Dalam konteks perdagangan internasional, memiliki Clean B/L memberikan kepastian kepada Anda sebagai pengirim bahwa barang telah diterima dalam kondisi yang memenuhi standar.

Dokumen ini sangat penting karena mempengaruhi proses pembayaran, klaim asuransi, dan kepercayaan dalam transaksi dagang. Dengan memahami peran Clean B/L, Anda dapat memastikan keamanan dan kualitas barang selama pengiriman, mendukung kepercayaan mitra bisnis, serta mengurangi risiko kerugian dan sengketa.

5. Claused Bill of Lading (B/L Dengan Ketentuan)

Claused Bill of Lading adalah jenis dokumen pengiriman yang mencatat kondisi khusus atau kerusakan pada barang yang dikirim. Jika Anda sebagai pengirim mengidentifikasi cacat atau masalah tertentu pada saat pemuatan atau transportasi, Claused B/L mencerminkan informasi tersebut secara jelas.

Dokumen ini memberikan transparansi dan kejujuran dalam proses pengiriman, menghindari ketidaksepakatan di kemudian hari. Dengan memiliki Claused B/L, Anda dapat mengelola harapan penerima terkait kondisi barang.

6. Through Bill of Lading (B/L Melalui)

Jenis terakhir yaitu Through Bill of Lading. berbeda dengan yang lainnya, jenis dokumen pengiriman yang melibatkan beberapa moda transportasi untuk pengangkutan barang dari titik awal hingga tujuan akhir. Sebagai pengirim, memiliki Through B/L memudahkan Anda dalam mengkoordinasikan pengiriman yang melibatkan kapal, truk, atau kereta api.

Dokumen ini memberikan keefisienan dan kelancaran dalam rantai distribusi, karena seluruh perjalanan barang terdokumentasikan secara terintegrasi. Through B/L menyatukan berbagai segmen pengiriman menjadi satu kesatuan yang terkelola dengan baik, memastikan keterpaduan dan keberlanjutan dalam proses logistik.

Pembahasan terkait Bill of lading diatas adalah pengetahuan penting dalam menjaga keutuhan bisnis agar dapat berkembang dengan baik. Pada kesimpulannya, Bill of Lading (B/L) memegang peranan yang sangat krusial dalam dunia bisnis, khususnya dalam perdagangan internasional. Jika Anda memiliki bill of lading yang baik maka Anda dapat mengontrol atas kepemilikan barang, dapat mengamankan pembiayaan, dan memfasilitasi pemisahan beban secara transparan.

Dengan melihat jenis-jenis dari bill of lading diatas ini maka dari itu penting untuk menggunakan komponen-komponen dalam sistem route optimization, maka dari itu perusahaan dapat mencapai efisiensi dalam pengiriman dan pengelolaan rute Anda. Coba MileApp sekarang untuk membuat layanan logistik lebih efisien dengan cara klik disini.

Sumber:

maersk.com

boalogistics.com

marineinsight.com

Jadwalkan demo sekarang
Dengan menekan tombol di bawah, Anda menyetujui kebijakan privasi kami.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.