Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

5 Tujuan Lean Manufacturing untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

5 Tujuan Lean Manufacturing untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

Jika suatu proses produksi dalam industri manufaktur tidak memberikan nilai tambah pada produk yang diproduksi oleh perusahan maka proses tersebut dapat dikategorikan sebagai pemborosan. Pemborosan yang terjadi akan mengakibatkan terbuangnya tenaga ataupun sumber daya yang digunakan, sehingga akan meminimalkan nilai profit yang akan didapatkan oleh perusahaan nantinya. Untuk mengurangi pemborosan ini, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan lean manufacturing. Dengan menerapkan ini, operasional perusahaan dapat bekerja lebih efisien dan tepat sasaran. Dilansir dari Lean Indonesia, lean manufacturing adalah praktik produksi yang mempertimbangkan pengeluaran sumber daya yang ada untuk mendapatkan nilai ekonomis terhadap pelanggan tanpa adanya pemborosan. Selain mengurangi pemborosan, lean manufacturing juga diterapkan dengan tujuan berikut ini.

1. Menghilangkan Pemborosan (Waste)

[caption id="attachment_5039" align="aligncenter" width="700"]

Plastic waste container 1100 liter plastic outdoor garbage rubbish trash storage recycle bin

Plastic waste container 1100 liter plastic outdoor garbage rubbish trash storage recycle bin[/caption]Dalam hal ini, pemborosan mengacu pada aktivitas atau proses yang tidak menambah nilai bagi produk atau layanan, namun menghabiskan sumber daya perusahaan. Dalam lean manufacturing, ada tujuh jenis pemborosan, yaitu overproduction (produksi berlebih), waiting time (waktu tunggu), transportation (transportasi), overprocessing (pengolahan berlebih), inventory (persediaan yang berlebih), motion (gerakan yang tidak perlu), dan defects (cacat). Untuk hal ini, tujuan utama lean adalah mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan ini untuk mencapai efisiensi maksimal.Baca juga: Pelacakan Last Mile Delivery: Jenis dan Manfaat

2. Meningkatkan Efisiensi

[caption id="attachment_5068" align="aligncenter" width="700"]

ilustrasi lingkungan produksi

ilustrasi lingkungan produksi (Pexel.com) [/caption]Dengan menghilangkan pemborosan, proses produksi menjadi lebih efisien. Lean manufacturing memfokuskan pada aliran nilai (value stream) yang lancar dan tanpa hambatan. Ini mengingat industri manufaktur yang terus bertumbuh hingga 5,03 persen di tahun 2023.Dengan mengurangi waktu tunggu, transportasi yang berlebih, atau gerakan yang tidak perlu, perusahaan dapat meningkatkan throughput time, mengurangi lead time, dan meningkatkan output produksi tanpa meningkatkan biaya atau sumber daya. Selain itu, dengan hilangnya pemborosan ini, nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa dapat bertambah hingga menjadi nilai lebih bagi pelanggan.

3. Peningkatan Kualitas

[caption id="attachment_5048" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang melakukan cek stok

Distribution, Logistic, Cold chain, Cold storage, Asia.[/caption]Lean Manufacturing juga berfokus pada peningkatan kualitas produk. Dengan mengidentifikasi dan menghilangkan akar penyebab cacat, perusahaan dapat mengurangi jumlah produk cacat atau rusak, meningkatkan tingkat kesesuaian produk dengan spesifikasi, dan mengurangi biaya perbaikan atau retur produk. Peningkatan kualitas ini meningkatkan kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan.Proses meningkatkan efisiensi adalah tugas yang berkelanjutan. Pastikan perusahaan melakukan pemantauan secara berkala dan terus melakukan perbaikan untuk mencapai kinerja yang lebih baik.Baca juga: 5 KPI Gudang yang perlu Anda Ukur

4. Peningkatan Responsifitas

[caption id="attachment_5042" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang menggunakan delivery management system

seseorang sedang menggunakan delivery management system (Pexels.com)[/caption]Dengan mengurangi persediaan yang berlebih dan mengadopsi pendekatan produksi pull, perusahaan dapat merespons permintaan pelanggan dengan cepat dan mengurangi waktu siklus pesanan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel dalam menghadapi fluktuasi permintaan dan tren pasar. Resposifitas juga dapat ditingkatkan dengan menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan dan pahami kebutuhan mereka dengan baik. Dengan memahami permintaan pelanggan, perusahaan dapat mengoptimalkan perencanaan produksi dan pengiriman produk untuk memenuhi kebutuhan dengan lebih baik.Baca juga: Otomatisasi Logistik: Tren, Manfaat, dan Tantangan

5. Peningkatan Keandalan

[caption id="attachment_4993" align="aligncenter" width="700"]

software logistik

Ilustrasi lingkungan produksi (pexels.com)[/caption]Tujuan lean manufacturing yang terakhir adalah meningkatkan keandalan proses produksi. Dengan mengurangi pemborosan dan meningkatkan kualitas produk, perusahaan dapat mencapai tingkat keandalan yang lebih tinggi dalam memenuhi target produksi dan menghindari waktu henti yang tidak terduga. Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan.Itulah beberapa tujuan lean manufacturing untuk meningkatkan opersional. Perlu diingat, seluruh tujuan tersebut dapat terlaksana bila implementasi lean manufacturing sebagai filosofi manajemen memerlukan komitmen dari seluruh organisasi dan melibatkan seluruh anggota tim untuk mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan efisiensi operasional. Tujuan lean manufacturing juga dapat berjalan bila Anda menerapkan sistem otomatisasi di operasional perusahaan, seperti menggunakan Route Optimization untuk mengefektifkan pengiriman. Anda bisa coba MileApp untuk hal tersebut dengan klik link ini. Sumber:

  • Leanindonesia.org
  • bdiyogyakarta.kemenperin.go.id