Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Stuffing: Pengertian dan Tahapan dalam Logistik

Stuffing: Pengertian dan Tahapan dalam Logistik

Salah satu aspek krusial yang berperan dalam kelancaran perjalanan barang dari produsen ke konsumen adalah stuffing. Dalam dunia logistik, stuffing ditandai sebagai tahapan penting yang  melibatkan pengisian barang ke dalam wadah atau kemasan pengiriman sebelum dikirimkan melalui moda transportasi tertentu.

Stuffing bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga sebuah strategi kunci yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang karakteristik kargo, jenis wadah yang digunakan hinagga pada persyaratan peraturan pengiriman internasional. Untuk mengenal lebih dalam tentang pengertian dan tahapan stuffing dalam logistik, ulasan berikut dapat Anda pahami. 

Apa Itu Stuffing?

Ilustrasi stuffing (staff4employment.com)

Stuffing adalah istilah umum untuk memuat peti kemas atau kontainer yang akan diangkut dengan kapal kargo. Proses stuffing dimulai pada saat kontainer kosong tiba di halaman gudang, sesuai dengan rencana stuffing harian dan disepakati dengan pihak pengangkut atau pengirim barang, seperti dilansir dari Marine insight.

Setiap gudang akan memiliki rencana pengisian harian yang biasanya disiapkan oleh staf operasional gudang. Pengisian peti kemas ini biasanya bertepatan dengan tanggal penumpukan yang diumumkan oleh pelabuhan untuk kapal tertentu yang seharusnya memuat peti kemas tersebut.

Baca juga: Transporter Logistik: Pengertian, Tugas dan Tanggung Jawab

Tahapan Stuffing

Ilustrasi stuffing (primestaffing.ca)

Proses stuffing melibatkan serangkaian tahapan yang mendalam untuk memastikan barang tiba di tujuan akhir dalam kondisi optimal. Berikut adalah tahapan-tahapan tersebut, dilansir dari sumber yang sama. 

1. Persiapan barang

Tahap persiapan barang menjadi fondasi penting dalam proses stuffing. Pada titik ini, setiap item harus menjalani proses pembersihan dan pelabelan yang cermat. Barang-barang yang sudah bersih dan terlabel dengan jelas membantu memastikan identifikasi yang tepat selama seluruh perjalanan. Selain itu, tahap ini melibatkan klasifikasi barang sesuai dengan jenis dan karakteristiknya.

2. Pemilihan kontainer yang tepat

Langkah berikutnya, yang tak kalah krusial, adalah pemilihan kontainer yang sesuai. Setiap jenis barang membutuhkan kontainer dengan karakteristik yang spesifik. Misalnya, barang yang memerlukan suhu terkendali akan membutuhkan kontainer pendingin. Kontainer yang tepat memastikan keamanan dan keutuhan barang selama pengiriman.

3. Pengaturan barang di dalam kontainer

Pada tahap ini, perencanaan menjadi kunci. Distribusi beban yang merata harus diperhatikan untuk menghindari ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan kerusakan selama transportasi. Pemilihan kemasan yang tepat juga menjadi pertimbangan penting untuk menjaga keutuhan barang.

4. Pemberian pelindung tambahan

Beberapa barang mungkin memerlukan lapisan pelindung tambahan. Penggunaan bahan kemasan khusus, pengisi ruang kosong, atau pelindung anti-guncangan menjadi esensial. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat goncangan atau getaran selama perjalanan.

5. Pengisian sesuai dengan ketentuan hukum

Proses stuffing juga harus mematuhi ketentuan hukum dan regulasi perdagangan internasional yang berlaku. Hal ini mencakup aturan berat gantung kotor kontainer, pembatasan muatan tertentu, dan persyaratan dokumentasi yang akurat. Kepatuhan terhadap regulasi ini menjadi kunci untuk menghindari masalah hukum dan memastikan kelancaran perjalanan barang.

6. Pengamanan barang

Keamanan barang selama perjalanan menjadi prioritas utama. Pengamanan mencakup penguncian kontainer, pemasangan segel keamanan yang tidak dapat dibuka tanpa indikasi manipulasi, dan penggunaan teknologi pelacakan untuk memonitor posisi dan kondisi kontainer secara real-time.

7. Pemantauan suhu dan kelembaban

Untuk barang yang sensitif terhadap suhu dan kelembaban, pemantauan konstan terhadap lingkungan dalam kontainer menjadi esensial. Sistem pemantauan dapat memberikan informasi yang akurat tentang kondisi suhu dan kelembaban selama perjalanan, memastikan kualitas barang tetap terjaga.

8. Penandaan yang jelas

Penandaan yang jelas pada kontainer menjadi penting untuk identifikasi yang tepat dan pelacakan yang efisien. Informasi seperti nomor kontainer, jenis barang, dan petunjuk penanganan harus tertera dengan jelas untuk memudahkan pengelolaan dan distribusi di pelabuhan tujuan.

9. Pengisian barang berbahaya

Jika pengiriman melibatkan barang berbahaya, proses stuffing harus mematuhi regulasi khusus untuk keamanan dan kepatuhan hukum. Pengemasan dan penanganan khusus diperlukan untuk jenis barang ini, dan langkah ini seringkali melibatkan persetujuan khusus dan dokumentasi tambahan.

Baca juga: Aktivitas Logistik yang Wajib Diketahui

Itu dia pengertian dan tahapan dari stuffing dalam logistik. Dengan memahami hal ini secara menyeluruh, para pemangku kepentingan dalam rantai pasokan dapat memastikan bahwa produk sampai ke tujuan akhir dalam kondisi optimal.

Agar lebih optimal, proses stuffing juga bisa dibantu oleh MileApp, platfrom yang memudahkan kinerja logistik dengan fitur lengkap seperti route optimization hingga manajemen operasi di lapangan. Semua bisa Anda akses hanya melalui mobile app dan terkoneksi dengan sesama. Coba MileApp sekarang dengan klik sign up! Proses stuffing hingga bisnis Anda bisa #GoExtraMile

Sumber: 

  • Marineinsight.com