Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Saluran Distribusi: Pengertian, Tahapan, dan Jenis

Saluran Distribusi: Pengertian, Tahapan, dan Jenis

Saluran distribusi menjadi salah satu elemen penting dalam rantai pasok karena merupakan komponen kunci yang memungkinkan produk untuk sampai ke tangan konsumen dengan cara yang paling efisien. Adanya jalur ini mengoptimalkan distribusi produk, memungkinkan akses pelanggan, dan menciptakan nilai dalam proses tersebut. Lantas, apa itu saluran distribusi? Berikut ulasan yang dapat Anda simak!

Mengenal Saluran Distribusi

[caption id="attachment_5706" align="aligncenter" width="700"]

saluran distribusi

Ilustrasi distribusi (unsplah.com)[/caption]Saluran distribusi adalah sistem atau jalur yang digunakan oleh produsen atau penyedia jasa untuk mengirimkan produk atau jasa mereka dari produsen hingga ke tangan konsumen atau pengguna akhir. Dalam rantai pasok, saluran distribusi melibatkan berbagai proses, termasuk produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan. Namun, dapat berbeda-beda tergantung pada industri, jenis produk, dan strategi bisnis. Penggunaan saluran distribusi yang tepat dapat membantu perusahaan mencapai pasar targetnya dengan efisien dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik.Baca juga: Cara Menganalisis Pasar untuk Menemukan Peluang Saluran Distribusi Baru

Tahapan dalam saluran distribusi

[caption id="attachment_5433" align="aligncenter" width="700"]

2 orang pekerja sedang menyalurkan Distribusi

Ilustrasi distribusi (unsplash.com)[/caption]Dilansir dari wallstreetmojo, Saluran distribusi mencakup berbagai tahapan atau perantara yang berkontribusi dalam menggerakkan produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Secara lebih jelas, tahapan dalam saluran distribusi berjalan dengan langkah berikut:

  • Pengumpulan dan produksi

Pada langkah awal, saluran distribusi bekerja dengan cara mengumpulkan atau produksi produk oleh produsen. Tahap awal ini melibatkan perencanaan produksi, pengadaan bahan baku hingga manufaktur produk.

  • Pemasokan ke pusat distribusi

Selanjutnya, produk atau jasa yang sudah diproduksi kemudian dikirim ke pusat distribusi atau gudang pusat. Pusat distribusi berfungsi sebagai titik pusat untuk menyimpan dan mengelola persediaan sebelum produk atau jasa tersebut didistribusikan lebih lanjut.

  • Pemilahan dan penyimpanan

Di pusat distribusi, produk atau jasa biasanya disortir, dikelompokkan, dan disimpan dalam kondisi yang sesuai. Ini membantu dalam pengelolaan inventaris dan memudahkan distribusi yang lebih efisien.

  • Penjualan kepada konsumen

Tahapan ini melibatkan penyaluran produk atau jasa dari pusat distribusi ke pengecer atau toko-toko yang menjualnya kepada konsumen akhir. Nantinya, penjualan ini dapat terjadi di berbagai saluran, seperti toko fisik, toko online, atau melalui agen, sehingga dapat menghasilkan sejumlah profit.

  • Pengiriman dan pengantaran

Pada tahap ini, produk atau jasa dapat diantar langsung ke konsumen oleh pihak produsen atau distributor, atau melalui pihak ketiga seperti 3PL. Namun, metode pengiriman yang digunakan juga bisa bervariasi tergantung pada jenis produk, lokasi konsumen, dan preferensi pelanggan.

  • Retur

Terkadang, produk mengalami pengembalian atau retur oleh konsumen karena berbagai alasan seperti cacat atau ketidaksesuaian. Ketika hal ini terjadi, maka manajemen pengembalian produk, perbaikan, dan pengelolaan ulang inventaris perlu dilakukan pada tahap saluran distribusi ini.

  • Analisis dan evaluasi proses distribusi

Selama seluruh proses distribusi, data dan informasi terus dipantau dan dianalisis. Hasil analisis ini digunakan untuk memahami kinerja saluran distribusi, mengidentifikasi potensi perbaikan, dan memastikan efisiensi dalam rantai pasok.Baca juga: Strategi Distribusi Barang Agar Lebih Efektif

Jenis-jenis Saluran Distribusi

[caption id="attachment_5016" align="aligncenter" width="700"]

Ilustrasi distribusi

Ilustrasi distribusi (unsplash.com)[/caption]Jenis-jenis saluran distribusi mengacu pada berbagai cara yang digunakan oleh produsen atau pemilik produk untuk menyampaikan produk atau jasa mereka kepada pelanggan akhir. Setiap jenis saluran memiliki karakteristiknya sendiri. Berikut beberapa jenis saluran distribusi yang umum dilakukan.

  • Saluran Distribusi Langsung (direct)

Saluran distribusi ini cocok untuk produk-produk unik atau berharga tinggi yang memerlukan interaksi langsung dengan konsumen karena produsen menjual produk langsung kepada konsumen tanpa perantara. Hal ini memungkinkan produsen untuk mempertahankan kendali penuh atas produk dan hubungan dengan pelanggan.

  • Saluran Distribusi Indirect

Saluran ini melibatkan perantara atau agen yang membantu dalam distribusi produk. Contohnya adalah distributor besar yang membeli produk dari produsen dan menjualnya ke pengecer. Umumnya, saluran ini digunakan untuk produk yang memiliki permintaan besar atau memerlukan jaringan distribusi yang kompleks.

  • Saluran Distribusi Tunggal (Single Channel)

Dalam saluran ini, produk dijual melalui satu saluran distribusi utama, biasanya satu jenis pengecer atau platform online. Contohnya, produk makanan kesehatan yang dijual secara eksklusif melalui toko ritel kesehatan. Saluran ini cocok untuk produk dengan target pasar yang terfokus atau khusus, seperti produk kecantikan premium.

  • Saluran Distribusi Ganda (Dual Channel)

Saluran ini mengizinkan produk untuk dijual melalui dua saluran distribusi yang berbeda, seperti pengecer fisik dan toko online. Misalnya, perusahaan pakaian yang menjual produknya di toko fisik dan juga melalui e-commerce mereka, sehingga Memungkinkan produsen untuk mencapai berbagai segmen pasar dan meningkatkan ketersediaan produk.

  • Saluran Distribusi Bermacam-macam (Multiple Channel)

Sebagaimana namanya, saluran ini membuat produk dijual melalui berbagai saluran distribusi yang dapat mencakup pengecer, distributor, agen, dan platform online. Mislanya, produsen elektronik yang menjual produknya melalui toko ritel, distributor besar, dan toko online mereka sendiri, sehingga bisa mencapai target pasar yang luas dan beragam.

  • Saluran Distribusi Konvensional

Saluran distribusi ini melibatkan saluran distribusi tradisional seperti pengecer fisik, agen penjualan, atau distributor, yang mana umumnya memiliki struktur hierarkis yang melibatkan beberapa tingkat perantara. Misalnya, dalam industri makanan, produk mungkin akan melewati produsen, distributor, pengecer, dan akhirnya sampai ke konsumen.

  • Saluran Distribusi Langsung ke Konsumen (Direct-to-Consumer)

DTC menjadi semakin populer, terutama dalam bisnis e-commerce, di mana produsen menjual produk mereka langsung kepada konsumen tanpa melalui toko atau perantara lainnya. Contohnya, perusahaan pakaian yang hanya menjual melalui toko online mereka sendiri. Hal ini memungkinkan produsen untuk memiliki kontrol lebih besar atas pengalaman pelanggan. Baca juga: Cara Mengukur Keberhasilan dalam Distribusi Itulah ulasan lengkap mengenai saluran distribusi. Peran penting yang dimiliki proses saluran ini menjadi kunci untuk kesuksesan perusahaan dalam menjalankan penjualan. Saat Anda melangkah maju dalam pemilihan dan pengelolaan saluran distribusi, perhatikan bahwa ini adalah langkah yang dapat berdampak signifikan pada keberhasilan bisnis Anda. Untuk mendukung hal tersebut, MileApp dapat memudahkan prosesnya dengan fitur-fitur lengkap dalam field app. Yuk coba MileApp sekarang dengan klik sign up!Sumber:

  • Salesforce.com
  • Wallstreetmojo.com
  • finance.detik.com