Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Jadikan Pengiriman Last Mile Anda Ramah Lingkungan

Jadikan Pengiriman Last Mile Anda Ramah Lingkungan

Proses pengiriman pada dunia logistik dilengkapi dengan berbagai layanan, salah satunya last mile delivery. Pengiriman ini dilakukan dengan mengirim barang ke konsumen secara langsung tanpa menggunakan jasa pengiriman atau pihak ketiga. Ini adalah tahap kritis dalam proses pengiriman di mana barang harus dikirim dengan cepat dan efisien ke penerima. Namun, bagaimana cara menjadikan pengiriman ini ramah lingkungan? Ulasan berikut ini dapat menjadi jawabannya.

Tantangan dalam Pengiriman Last Mile

[caption id="attachment_4150" align="aligncenter" width="700"]

seseorang sedang melakukan last mile delivery

ilustrasi sesorang sedang mengantarkan paket dengan metode last mile. (sumber: freepik)[/caption]Last mile delivery menjadi cara distributor untuk mengirim barang ke konsumen secara langsung tanpa pihak ketiga. Dalam menjalankan layanan ini, berbagai tantangan dihadapi, mengingat lebih dari 61% perusahaan logistik setuju bahwa pengiriman jarak jauh menjadi proses paling tidak efisien di seluruh rantai pasokan. Ada alasan proses ini memakan biaya tinggi dari semua proses logistik, yaitu semakin banyak pemberhentian yang harus Anda lakukan, maka semakin banyak kemungkinan permutasi rute yang ada, di mana hal ini menjadi sangat sulit untuk menemukan rute yang efisien secara tepat waktu. Selain itu, beberapa tantangan ini juga dihadapi:Baca juga: Meningkatkan Kualitas Proof of Delivery JNE dengan Fitur Image Recognition

1. Biaya pengiriman tinggi

Proses pengiriman terakhir dari produk Anda bisa menyumbang lebih dari 53% dari total biaya pengiriman. Salah satu alasan utama adalah kurangnya infrastruktur untuk mengirimkan produk tepat waktu.Selain itu, upaya pengiriman yang gagal, rute yang panjang, gaji pengemudi, dan operasi armada secara signifikan memengaruhi biaya pengiriman.

2. Penentuan rute tidak efisien

Jadwal pengemudi, kemampuan dan fitur kendaraan, ketersediaan pelanggan, dan banyak lagi. Semua ini sulit untuk ditangani secara manual.Oleh karenanya route optimization software dibutuhkan agar dapat menghasilkan rute terbaik dalam beberapa hal. HPengiriman per hari menjadi lebih efektif, sehingga mengurangi biaya per pengiriman Anda.

3. Pengiriman tidak transparan

Dalam proses pengiriman adalah prasyarat paling penting untuk memastikan loyalitas konsumen. Untuk itu, kode pelacakan saja tidak cukup. Konsumen menuntut informasi real-time tentang lokasi barang agar mereka dapat menyaksikan setiap langkah dari proses last mile delivery.

4. Gagal hingga keterlambatan pengiriman

Potensi kegagalan dan keterlambatan pengiriman lebih besar pada proses last mile delivery. Ini bisa dikarenakan beberapa hal, seperti konsumen tidak ada di rumah karena kurir terlambat untuk datang sesuai dengan waktu yang diinginkan pelanggan atau tidak ada opsi yang diberikan kepada pelanggan dalam hal penjadwalan pengiriman hingga alamat yang salah.

5. Hal tidak terduga

Lalu lintas, cuaca buruk, atau masalah kendaraan adalah beberapa hal yang berada di luar kendali Anda. Oleh karenanya, Anda perlu membuat rencana darurat sambil memastikan komunikasi, sehingga tim dapat mengirimkan solusi yang diperlukan dengan cepat.

Dampak lingkungan dari kendala Last Mile

[caption id="attachment_4616" align="alignnone" width="880"]

tantangan dalam pengelolaan sampah

ilustrasi pekerja mensortir sampah (Pinterest.com)[/caption]Beberapa tantangan yang terkait dengan last mile delivery dapat berkontribusi terhadap dampak lingkungan yang negatif, sehingga dapat memperburuk lingkungan. Sebuah analisis baru yang dirilis dalam memperkirakan bahwa emisi pengiriman jarak jauh perkotaan akan meningkat lebih dari 30% pada tahun 2030 di 100 kota teratas secara global. Berikut beberapa dampaknya:

1. Emisi kendaraan

Penggunaan kendaraan bermotor dalam last mile delivery tak dapat dipungkiri dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara, sehingga semakin banyak kendaraan yang digunakan, maka semakin tinggi emisi yang dihasilkan.

2. Kemacetan lalu lintas

Kemacetan lalu lintas di daerah perkotaan yang berkepanjangan menyebabkan peningkatan waktu perjalanan dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.

3. Penggunaan ruang

Dalam mengakomodasi volume pengiriman yang tinggi, perlu adanya pusat distribusi dan pusat gudang yang besar, sehingga mengakibatkan penggunaan lahan yang luas dan mengurangi ruang hijau.

4. Peningkatan sampah

Penggunaan kemasan dan pembungkusan dalam last mile delivery menghasilkan peningkatan jumlah sampah, terutama pada kemasan sekali pakai yang tidak dapat didaur ulang menyumbang pada peningkatan limbah.

5. Dampak ekosistem

Pendirian fasilitas logistik dan peningkatan lalu lintas kendaraan dapat memiliki dampak negatif terhadap ekosistem, termasuk hilangnya habitat alami dan gangguan terhadap kehidupan satwa liar.Baca Juga: Masa Depan Industri Logistik dengan IoT: Tren dan Prediksi

Praktik Ramah Lingkungan dalam Pengiriman Last Mile

[caption id="attachment_2409" align="aligncenter" width="700"]

Pentingnya Live Tracking, ETA, dan Time Tracking untuk Pengiriman Makanan

ilustrasi seorang sedang melakukan layanan last mile. (sumber: freepik)[/caption]Ilustrasi pengiriman last mile delivery (pexels.com)Last mile delivery dapat dilakukan dengan praktik yang ramah lingkungan agar tak menimbulkan dampak lingkungan yang negatif seperti di atas. Masa depan ekosistem last mile analisis menunjukkan bahwa meningkatnya permintaan untuk pengiriman e-commerce akan menghasilkan 36% lebih banyak kendaraan pengiriman di pusat kota pada tahun 2030, yang mengarah pada peningkatan emisi dan kemacetan lalu lintas tanpa intervensi yang efektif.Berikut adalah beberapa praktik yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan dalam last mile delivery:Baca juga: 7 Faktor yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Route Optimization Software

1. Penggunaan Kendaraan Listrik

Menggantikan kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin dengan kendaraan listrik dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan pencemaran udara. Kendaraan listrik memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dan tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan. Diketahui, Dengan menggunakan kendaraan listrik maka kita sudah menjadi bagian dalam mengurangi emisi karbon lebih dari 50%.

2. Rute Pengiriman yang Efisien

Mengoptimalkan rute pengiriman dapat mengurangi jarak tempuh dan waktu perjalanan, sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi. Penerapan teknologi optimasi rute dengan menggunakan route optimization software dapat membantu menentukan rute terbaik berdasarkan faktor-faktor seperti lokasi tujuan, lalu lintas, dan permintaan pengiriman. Memakai route optimization dapat menjawab tantangan dalam proses last mile delivery, di mana biaya untuk proses last mile delivery sendiri mencapai 53% dari total biaya pengiriman dan hingga 41% dari total biaya supply chain.

3. Kemasan Ramah Lingkungan

Memakai kemasan yang ramah lingkungan, seperti kemasan yang dapat didaur ulang atau terbuat dari bahan daur ulang, dapat mengurangi limbah kemasan yang dihasilkan. Pilihan kemasan yang lebih ringkas dan efisien juga dapat mengurangi penggunaan bahan baku. Anda bisa menggunakan cassava bag, kain atau pouch, atau tas reusable.

4. Pemanfaatan Teknologi untuk Pengiriman Efisien

Teknologi memainkan peran yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi pengiriman last mile. Penggunaan sistem manajemen transportasi yang cerdas, pelacakan real-time, dan penggunaan algoritma untuk pengaturan pengiriman dapat membantu mengoptimalkan penggunaan kendaraan dan mengurangi waktu perjalanan yang tidak perlu. Teknologi juga dapat digunakan untuk memantau dan mengukur efisiensi operasional serta memperbaiki proses secara terus-menerus.

5. Peningkatan Kemitraan dan Kolaborasi

Kemitraan dan kolaborasi antara perusahaan logistik, pemerintah, dan pelaku industri lainnya merupakan langkah penting dalam mencapai pengiriman last mile yang ramah lingkungan. Dengan bekerja sama, dapat dilakukan berbagi sumber daya, penggunaan infrastruktur yang lebih efisien, dan pengembangan solusi bersama untuk mengurangi dampak lingkungan. Kemitraan dengan pelaku logistik lokal juga dapat membantu mengoptimalkan pengiriman di tingkat lokal dan mengurangi perjalanan jarak jauh.

6. Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Ruang dan Waktu

Efisiensi penggunaan ruang dan waktu sangat penting dalam pengiriman last mile. Mengoptimalkan penggunaan ruang dalam kendaraan pengiriman, menggunakan metode penyimpanan yang efisien, dan merencanakan pengiriman dengan jadwal yang tepat dapat mengurangi jumlah perjalanan yang diperlukan dan meminimalkan penggunaan bahan bakar. Penerapan teknik seperti pengemasan yang kompak dan pengaturan ulang rute secara real-time dapat membantu meningkatkan efisiensi ini.

7. Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan

Mengadopsi sumber energi terbarukan menjadi langkah penting dalam menjadikan pengiriman last mile ramah lingkungan. Perusahaan logistik dapat memasang panel surya atau menggunakan energi angin untuk menghasilkan listrik yang digunakan dalam operasional pengiriman. Selain itu, mengganti sumber energi kendaraan dengan bahan bakar alternatif seperti biodiesel atau hidrogen juga dapat membantu mengurangi emisi gas buang.

8. Daur Ulang dan Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah yang efektif merupakan komponen penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dalam pengiriman last mile. Perusahaan logistik dapat menerapkan program daur ulang yang komprehensif untuk mengurangi limbah kemasan dan material yang dihasilkan dari pengiriman. Selain itu, pengelolaan limbah elektronik dan baterai dari kendaraan logistik juga perlu diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan.Baca juga: Menerapkan Konsep Green Logistics dan Menghemat Biaya Pengiriman

9. Menerapkan Konsep Green Logistics dan Menghemat Biaya Pengiriman

Dengan menerapkan praktik ramah lingkungan ini, perusahaan logistik dan penyedia jasa pengiriman dapat memberikan kontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan saat melakukan pengiriman last mile. Selain mengurangi dampak lingkungan, praktik ini juga dapat menciptakan citra perusahaan yang peduli lingkungan dan meningkatkan kepuasan pelanggan yang sadar akan isu lingkungan.

Penutup

Berbagai hal di atas dapat Anda pahami untuk bisa menerapkan pengiriman last mile yang ramah lingkungan. Proses yang ramah lingkungan dapat memberikan manfaat bisnis, termasuk pengurangan biaya operasional, peningkatan efisiensi, dan meningkatkan citra perusahaan di mata konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.Oleh karena itu, sebagai perusahaan, penting untuk mengadopsi praktik pengiriman last mile yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perusahaan dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.Salah satu solusi untuk pengiriman last mile yang ramah laingkungan adalah dengan mengintegrasikan platform seperti MileApp untuk membantu Anda menghindari atau menyelesaikan masalah terkait pengiriman. Yuk coba dengan klik di sini sekarang!Sumber:

  • weforum.org
  • lib.ui.ac.id
  • supplychainindonesia.com
  • netsuite.com