MileApp
Distribution

Cara Memilih Distribution Management System yang Tepat untuk Bisnis Anda

Cara Memilih Distribution Management System yang Tepat untuk Bisnis Anda

Distribution Management System (DMS) adalah sebuah sistem yang bertanggung jawab atas pengelolaan distribusi produk dari pusat produksi ke pelanggan akhir. Fungsinya mencakup proses perencanaan, pengelolaan inventaris, pengiriman, dan pemantauan yang efisien. Salah satu fungsi utamanya adalah perencanaan distribusi yang terintegrasi. Selain itu, Sistem Manajemen Distribusi Dapat mengumpulkan data permintaan dari berbagai saluran penjualan dan menggunakannya untuk merencanakan alokasi produk dan rute pengiriman yang optimal. Dengan menggunakan algoritma yang canggih, DMS dapat mengidentifikasi pola permintaan, menghitung kebutuhan stok, dan memprediksi waktu pengiriman yang paling efisien. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang fokus dalam bisnis Anda perlu mengetahui cara memilih sistem manajemen distribusi yang baik untuk perusahaan Anda dalam jangka waktu yang panjang. Berikut MileApp telah merangkumnya untuk Anda, Simak dibawah ini!

1. Sistem pengelolaan retur yang efisien

ilustrasi memberikan barang (Pinterest.com) Cara yang pertama yaitu Anda perlu memperhatikan Sistem pengelolaan retur yang efisien, Anda harus mampu mengotomatiskan dan menyederhanakan proses pengembalian produk. Hal ini meliputi pengumpulan informasi dari pelanggan mengenai alasan pengembalian, pemrosesan pengembalian dengan cepat, dan memastikan pengembalian produk yang tepat dan efisien ke dalam inventaris perusahaan.Selanjutnya, sistem pengelolaan retur yang efisien harus menyediakan analisis dan pelaporan yang akurat terkait dengan pengembalian produk. Dengan memantau dan menganalisis data, perusahaan dapat mengidentifikasi pola pengembalian, mengidentifikasi penyebab umum retur, dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi jumlah pengembalian di masa mendatang.

2. Evaluasi alasan dan sumber retur

Distribution Management System

ilustrasi menulis catatan (Pinterest.com) Dalam cara memilih sistem manajemen distribusi yang efektif, penting untuk melakukan evaluasi terhadap alasan dan sumber retur produk.Salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah alasan pengembalian produk. Selain itu, evaluasi sumber retur juga penting. Ini melibatkan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pengembalian produk, seperti proses produksi yang kurang berkualitas, kesalahan pengemasan, atau masalah dalam rantai pasok. Dalam memilih sistem manajemen distribusi yang tepat, penting bagi perusahaan untuk memilih sistem yang dapat membantu dalam mengumpulkan, menganalisis, dan melacak data terkait dengan alasan dan sumber retur. Dengan memahami alasan pengembalian produk dan mengidentifikasi sumber masalahnya, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.Baca Juga: Cara Menganalisis Pasar untuk Menemukan Peluang Saluran Distribusi Baru

3. Pengelolaan stok retur yang efektif

ilustrasi pickup barang (Pinterest.com) Salah satu aspek kunci dalam pengelolaan stok retur yang efektif adalah proses identifikasi dan klasifikasi produk yang dikembalikan. Sistem manajemen distribusi yang baik harus dapat membedakan antara produk yang dapat diolah kembali, produk yang dapat diperbaiki atau diubah, dan produk yang harus dibuang atau dijual dengan diskon.Pengelolaan stok retur yang efektif juga melibatkan analisis dan pelaporan yang terperinci. Sistem manajemen distribusi yang baik harus dapat menyediakan informasi tentang jumlah, jenis, dan alasan retur yang terjadi. Dengan mengoptimalkan nilai dari stok retur, perusahaan dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan profitabilitas.

4. Peningkatan proses inspeksi dan perbaikan

ilustrasi merapihkan barang (Pinterest.com) Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih sistem manajemen distribusi adalah kemampuan sistem untuk memfasilitasi proses inspeksi yang efisien. Sistem yang baik akan memungkinkan perusahaan untuk melacak dan merekam hasil inspeksi produk secara sistematis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menganalisis permasalahan yang muncul, mengidentifikasi akar penyebabnya, dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.Secara keseluruhan, peningkatan proses inspeksi dan perbaikan merupakan faktor penting dalam cara memilih sistem manajemen distribusi yang baik. Dengan memiliki sistem yang mampu memfasilitasi proses inspeksi yang efisien, mengintegrasikan tindakan perbaikan, dan menyediakan pelaporan dan analisis yang akurat, perusahaan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi cacat, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Baca Juga: 7 Tren Perubahan yang Inovatif di Industri FMCG

5. kemitraan dengan pihak ketiga

ilustrasi memberikan barang kepada konsumen (Pinterest.com) Cara memilih yang terakhir yaitu dengan fokus memilih kemitraan dengan pihak ketiga. manfaat kemitraan dengan pihak ketiga adalah kemampuan untuk mengoptimalkan rantai pasok secara keseluruhan. Pihak ketiga, seperti penyedia logistik atau perusahaan ekspedisi, memiliki pengetahuan dan keahlian khusus dalam mengelola distribusi produk. Selanjutnya, kemitraan dengan pihak ketiga dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan. Pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam distribusi produk dapat membantu memperbaiki proses, mengurangi waktu pengiriman, dan meningkatkan rasa kepercayaan dan rasa aman pengiriman kepada pelanggan. Nah itulah pembahasan terkait cara memilih Distribution Management System yang telahMileApp rangkum Untuk Anda, Perlu Anda pahami bahwa memilih Sistem Manajemen Distribusi yang Tepat dapat membantu dalam bisnis terutama dalam bidang pengiriman. Salah satu langkah yang tepat untuk mengoptimalkan Distribution Management System yaitu dengan menggunakan layanan MileAPP.Hadirnya MileApp dapat membantu para pemilik perusahaan untuk memudahkan kegiatan operasional logistik dalam mengatur sistem manajemen distribusi sehari-hari dengan fitur seperti route optimization dan kecanggihan real-time dashboard. Tunggu apa lagi? segera Daftar MileApp sekarang dengan cara klik di sini.Baca Juga: Aplikasi in-house vs Vendor Pihak Ketiga: Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Anda?Sumber :

Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.