Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Indonesia Optimalkan Daya Saing Logistik, Ini Strateginya!

Cara Indonesia Optimalkan Daya Saing Logistik, Ini Strateginya!

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat telah mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk memperhatikan lebih serius aspek logistik dalam operasionalnya.

Logistik yang efisien bukan hanya menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan bisnis, tetapi juga memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, Robby Kurniawan selaku Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa antarpemangku kepentingan di sektor logistik perlu dipupuk, terutama dalam hal sinkronisasi program. Beberapa pemangku kepentingan juga turut mengungkapkan aspirasinya untuk meracik daya saing logistik di Indonesia. Ini beberapa strategi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan daya saing logistik, dilansir dari Bisnis Indonesia.

1. Melakukan transformasi digital 

logistik digital
Ilustrasi logistik digital (pexels.com)
"Kementerian Perhubungan melakukan transformasi digital sebagai strategi untuk mendorong efisiensi bidang logistik," ungkap Robby sebagai pembicara The 2nd Bisnis Indonesia Logistics Awards (BILA) 2023 di Jakarta, Selasa (28/11).

Digitalisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan efesiensi logistik di Indonesia. Salah satu wujud digitalisasi tersebut adalah penerapan sistem Inaportnet. Di berbagai pelabuhan di Indonesia saat ini telah diterapkan sistem tersebut.

Sistem Inaportnet adalah sebuah sistem informasi layanan tunggal berbasis internet untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan untuk melayani kapal dan barang dari seluruh Instansi terkait. Menurut Robby, sistem Inaportnet bisa menciptakan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya logistik.

Baca juga: Peran Teknologi Digital dalam Transformasi Industri Manufaktur

2. Menerapkan program produktivitas logistik lainnya 

tol laut
Ilustrasi tol laut (id.quora.com)

Robby juga mengungkap strategi lain untuk mendorong produktivitas logistik seperti program jembatan udara, subsidi perintis, pembangunan infrastruktur wilayah Indonesia timur, hingga pemanfaatan transportasi berbasis rel sebagai sarana menekan biaya logistik. Dari seluruh program tersebut, penerapan Tol Laut menjadi salah satu yang berhasil karena memiliki efek ganda untuk sektor logistik itu sendiri. 

3. Menciptakan logistik hemat biaya 

hemat biaya
Ilustrasi hemat biaya (pexels.com)

Penurunan performa logistik Indonesia disumbangkan oleh pelemahan kinerja outcome atau layanan pengiriman yang terdiri atas waktu pengiriman, pengiriman internasional, serta tracking dan tracing.

Dengan fakta tersebut, Mahendra Rianto selaku Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyatakan pemerintah perlu menyiapkan program jangka pendek, menengah, dan Panjang untuk mempercepat penurunan biaya logistik, meskipun upaya penurunan biaya logistik saat ini telah menunjukan hasil positif.

Menurutnya, pemerintah bisa membuat program cepat menurunkan biaya transportasi sebesar 10 persen karena komponen itu cukup besar pengaruhnya terhadap biaya logistik nasional.

Dalam hal ini, pemerintah dan pihak swasta perlu berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan bahan baku produksi dan pengiriman yang efisien. Selain itu, alur pengiriman yang optimal juga dapat berdampak positif bagi biaya logistik. 

4. Usulan perbaikan rantai pasok 

container
Ilustrasi rantai pasok (pexels.com)

Lebih lanjutnya, Aulia Febrial Fatwa selaku Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) juga mengusulkan cara mengoptimalkan logistik di Indonesia dengan perbaikan rantai pasok secara menyeluruh. 

"Bila rantai pasok membaik, secara otomatis logistik lebih efisien yang pada gilirannya biaya logistik bakal turun. Selama ini, pemerintah terlalu fokus dalam menurunkan biaya logistik tetapi melupakan perbaikan rantai pasok. Jadinya, LPI naik dan turun, tetapi biaya logistik Indonesia naik terus, enggak ada turunnya," jelasnya. 

Baca juga: Bagaimana Teknologi dapat Meningkatkan Visibilitas Rantai Pasok?

5. Peluang ekspansi 

Ilustrasi pegerakan barang (pexels.com)

Meski indeks kinerja logistik terbilang anjlok, Wisnu M. Santoro selaku Direktur Perencanaan Bisnis di PT. Pertamina International Shipping melihat Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan usaha logistik walaupun dibayangi suku bunga yang tinggi. 

Menurutnya, pelaku usaha logistik perlu jeli dan selektif untuk meningkatkan kreativitas dalam usaha dan mewaspadai risiko yang memungkinkan mengganggu pertumbuhan bisnis. Lebih lanjut, Wisnu menilai pertumbuhan usaha logistik yang stabil menjadi prioritas yang perlu dijaga di tengah ketidakpastian ekonomi.

Tak hanya Wisnu, Kyatmaja Lookman selaku Ketua Forum Transportasi Logistik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) juga mengungkapkan bahwa ekonomi dari bisnis logistik terus bertumbuh, diiringi dengan banyaknya pemain baru yang memicu persaingan usaha kiat ketat.

“Sebenarnya kita itu grow, kuenya ekspansif, Cuma yang masuk lebih banyak, maka barrier to entry-nya turun dan persaingan semakin ketat,” ujar Kyatmaja.

Karenanya, dirinya mengusulkan untuk melakukan inovasi dalam meningkatkan persaingan usaha dengan cara yang lebih sehat. Sayangnya, dia menilai persaingan usaha logistik di Indonesia selama ini cenderung tidak sehat.

6. Indonesia perlu tingkatkan LPI 

Ilustrasi logistik (pexels.com)

Yusuf Rendy Manilet selaku Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai bahwa Indonesia perlu menaikkan LPI karena bisa berdampak positif ke berbagai sektor.

Beberapa manfaat signifikan dari peningkatan Skor LPI Indonesia di antaranya peningkatan daya saing produk di pasar global, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta yang utama mengurangi biaya logistik.

Setidaknya ada 4 komponen yang mengalami penurunan yakni kemudahan pengurusan impor dan ekspor, kelancaran transportasi, kehandalan infrastruktur logistik, dan ketersediaan layanan logistik. 

Baca juga: Bagaimana Teknologi dapat Meningkatkan Visibilitas Rantai Pasok?

Dalam mewujudkan rantai pasok yang optimal, MileApp hadir sebagai solusi inovatif yang memperkuat visibilitas dan pelacakan secara menyeluruh. Dengan mengintegrasikan sistem yang canggih, MileApp memberikan keunggulan tambahan dalam perencanaan rute dan manajemen yang cerdas bagi perusahaan agar dapat bersaing. 

Melalui kemitraan dengan MileApp, perusahaan dapat membuat proses logistikya lebih akurat dan efisien, menghadirkan kepercayaan dan keamanan dalam pergerakan barang yang semakin dinamis. 

MileApp bukan hanya alat, tetapi mitra yang membantu memastikan setiap langkah perjalanan logistik Anda tetap terkendali, dari awal hingga akhir. Yuk coba MileApp sekarang agar bisnis Anda #GoExtraMile. Klik di sini untuk sign up. 

Sumber:

  • koran.bisnis.com
  • hubla.dephub.go.id
  • ali.web.id