MileApp
News

Akses Hinterland yang Mumpuni Menunjang Aktivitas Logistik

Akses Hinterland yang Mumpuni Menunjang Aktivitas Logistik

Indonesia, sebagai negara maritim, terus berupaya meningkatkan konektivitasnya untuk mendukung pengangkutan penumpang dan barang, khususnya melalui pembangunan jalan tol. Meskipun memiliki keunggulan maritim, konektivitas darat (hinterland) dianggap masih menghadapi sejumlah kendala yang memerlukan pengembangan lebih lanjut, termasuk melalui pembangunan jaringan jalan tol dan rel.

Setijadi selaku CEO Supply Chain Indonesia (SCI) menyoroti pentingnya pembangunan jalan tol sebagai langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas. “Biaya transportasi hinterland memiliki andil besar dalam biaya transportasi end-to-end” jelasnya.

Menurut analisis Pelni dan INSA, biaya kepelabuhanan sekitar 31 persen, biaya transportasi laut sekitar 19 persen, sementara biaya transportasi hinterland mencapai sekitar 50 persen. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai hal ini, simak ulasan berikut.

1. Kontribusi subsektor transportasi terhadap PDB

transportasi
Ilustrasi transportasi (pexels.com)

Pembangunan jalan tol tidak hanya meningkatkan konektivitas tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2022, subsektor transportasi memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp774,99T atau 3,96 persen. Pertumbuhan subsektor transportasi pada tahun tersebut mencapai 15,83 persen, melebihi rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

“SCI memproyeksikan pertumbuhan subsektor transportasi akan terus meningkat hingga mencapai 18,39 persen pada tahun 2023 dan 19,35 persen pada tahun 2024” ujar Setijadi. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga: Cara Indonesia Optimalkan Daya Saing Logistik, Ini Strateginya!

2. Pengaruh biaya logistik terhadap harga barang

harga barang
Ilustrasi harga (pexels.com)

Kementerian PPN/Bappenas mencatat bahwa biaya logistik nasional (domestik) sebesar 14,1 persen terhadap harga barang, sedangkan biaya logistik ekspor sebesar 8,98 persen. Biaya logistik memiliki pengaruh signifikan terhadap harga barang di Indonesia, dan Setijadi menyebutkan bahwa biaya transportasi mencapai sekitar 70 persen dari total biaya logistik.

Oleh karena itu, pengembangan jalan tol diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya logistik secara keseluruhan. Dengan demikian, tidak hanya memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berpotensi menurunkan harga barang, yang pada gilirannya memengaruhi daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

3. Dampak terhadap daya saing produk dan komoditas nasional

Ilustrasi jalan tol Indonesia (constructionplusasia.com)

Pengembangan jalan tol tidak hanya berdampak pada tingkat efisiensi biaya logistik tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap daya saing produk dan komoditas nasional. Konektivitas yang lebih baik akan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan distribusi, dan mengoptimalkan rantai pasok secara keseluruhan.

Dengan kata lain, pembangunan jalan tol bukan hanya tentang memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi kunci dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di pasar regional dan global.

Baca juga: APTRINDO Sosialisasi ‘Halal Supply Chain dan Logistik’ bagi Trucking

Dengan fokus pada pembangunan jalan tol sebagai fondasi untuk peningkatan konektivitas, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk memperkuat struktur ekonominya, meningkatkan daya saing, dan menciptakan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sumber:

  • Logistiknews.id
  • supplychainindonesia.com
Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.