Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Strategi Pengelolaan Persediaan Multi-lokasi dalam Cold Chain

Strategi Pengelolaan Persediaan Multi-lokasi dalam Cold Chain

Industri cold chain atau rantai dingin berperan penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran produk yang memerlukan suhu terkendali, seperti makanan beku, farmasi, dan bahan biologis. Dalam lingkungan yang sangat teregulasi ini, pengelolaan persediaan menjadi ujung tombak keberhasilan, dan strategi pengelolaan persediaan multi-lokasi menjadi semakin penting. 

Keterlibatan banyak titik penyimpanan dan distribusi menghadirkan tantangan unik yang memerlukan pendekatan yang cermat dan efisien. Oleh karenanya, dibutuhkan strategi untuk mengelola persediaan multi-lokasi dalam cold chain, dilansir dari Supply Chain Connect.

1. Gunakan sistem manajemen inventaris 

Ilustrasi gudang cold chain (investopedia.com)

Sebuah survei menemukan bahwa 43 persen usaha kecil menggunakan metode manual untuk melacak inventaris mereka atau tidak melacaknya sama sekali. Hal ini menimbulkan terjadinya kesalahan yang signifikan dalam mengelola persediaan, terutama dalam model multi-lokasi. 

Dengan sistem manajemen inventaris yang terdigitalisasi, Anda dapat menghilangkan banyak risiko kesalahan manusia, sehingga melakukan manajemen inventaris bisa lebih cepat. Jika semua lokasi menggunakan sistem inventaris digital berbasis cloud, produsen bisa langsung saja membuka situs web atau aplikasi dan melihat informasi yang diperlukan.

Baca juga: Jenis Pergudangan Logistik dan Fungsinya

2. Terapkan sistem pemantauan dan pelacakan yang canggih

Ilustrasi manajemen gudang cold chain (mesinc.net)

Pengelolaan multi-lokasi harus beradaptasi pada Internet of Things (IoT) dengan menerapkan sistem pemantauan dan pelacakan yang canggih. Dengan hal ini, gudang dapat menggunakan sensor lokasi yang relatif sederhana yang mengirimkan nama aset, deskripsi, dan penempatan real-time di dalam fasilitas. 

Meskipun secara teknis hanya melaporkan data lokasi aset, informasi ini juga mengungkapkan berapa banyak aset yang ada di setiap area, sehingga dapat memberikan informasi dalam pengambilan keputusan inventaris yang lebih baik.

3. Mainkan kekuatan setiap lokasi

Ilustrasi gudang cold chain (newsandtribune.com)

Dalam mengelola persediaan multi-lokasi, bisnis juga harus mempertimbangkan bagaimana mereka menggunakan setiap fasilitas penyimpanan. Setiap lokasi kemungkinan besar memiliki kelebihan dan tantangan yang unik, sehingga perlu mengoptimalkan inventaris multi-lokasi, yang mana berarti menyesuaikan strategi penyimpanan cold chain untuk memaksimalkan setiap lokasi.

Oleh karena itu, mengelola persediaan dalam jumlah besar dan volatilitasnya rendah di ruang-ruang tersebut sambil memprioritaskan produk musiman di fasilitas perkotaan yang lebih kecil namun lebih dekat dengan konsumen dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan menjaga inventaris tetap konstan dimana pun.

4. Perencanaan rute dan pemilihan lokasi strategis

Ilustrasi truck cold chain (warehousestaffinglumperservice.com)

Perencanaan rute yang cermat dan pemilihan lokasi strategis menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi cold chain. Rute optimal dan penempatan lokasi penyimpanan yang cerdas dapat mengurangi waktu transit, menghemat biaya pengangkutan, dan meminimalkan risiko terhadap variasi suhu yang dapat memengaruhi kesegaran produk.

5. Penetapan kriteria kondisi sukses produk

Kriteria kondisi sukses produk menjadi kunci dalam memastikan bahwa seluruh rantai dingin memenuhi persyaratan suhu yang diperlukan. Dengan menetapkan parameter yang ketat untuk suhu dan kelembaban, perusahaan dapat memastikan integritas produk dan kepatuhan terhadap standar kualitas. Hal ini tidak hanya mendukung keselamatan konsumen tetapi juga memelihara reputasi merek dan kepatuhan terhadap regulasi ketat dalam industri cold chain.

6. Model prediktif untuk permintaan dan persediaan

Model prediktif untuk permintaan dan persediaan membantu perusahaan untuk mengantisipasi perubahan dalam kebutuhan pasar dan mengoptimalkan persediaan di setiap lokasi. Dengan menganalisis data historis dan tren pasar, model ini memberikan wawasan yang berharga untuk perencanaan persediaan yang lebih akurat, mengurangi risiko overstocking atau understocking.

7. Pelatihan dan standardisasi prosedur operasional

Pelatihan yang menyeluruh dan standardisasi prosedur operasional mendukung keberhasilan implementasi strategi pengelolaan persediaan multi-lokasi. Tim yang terlatih dengan baik dapat menjalankan prosedur dengan konsistensi, meminimalkan risiko kesalahan manusia, dan menjaga tingkat keamanan dan kualitas yang diinginkan dalam rantai dingin.

Baca juga: Planning Persediaan yang Efisien: Menghindari Overstock dan Understock

Melalui pendekatan holistik ini, pengelolaan persediaan multi-lokasi dalam cold chain menjadi lebih dari sekadar pendekatan logistik, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keunggulan kompetitif dalam industri yang kritis ini. 

Sebagai langkah menuju keberhasilan, MileApp hadir sebagai solusi inovatif yang memperkuat visibilitas, pelacakan, dan pengelolaan persediaan secara menyeluruh. Dengan mengintegrasikan sistem yang canggih, MileApp memberikan keunggulan tambahan dalam perencanaan rute dan manajemen stok yang cerdas. 

Melalui kemitraan dengan MileApp, perusahaan dapat membuat rantai dingin dengan keakuratan dan efisiensi, menghadirkan kepercayaan dan keamanan yang tak tertandingi dalam industri cold chain yang semakin dinamis. 

MileApp bukan hanya alat, tetapi mitra yang membantu membawa cold chain ke tingkat berikutnya, memastikan setiap langkah perjalanan produk tetap terkendali, dari awal hingga akhir. Yuk coba MileApp sekarang agar bisnis Anda #GoExtraMile. Klik di sini untuk sign up. 

Sumber:

  • Supplychainconnect.com