MileApp
Logistics

5 Strategi Pengelolaan Cold Chain yang Efisien

5 Strategi Pengelolaan Cold Chain yang Efisien

Strategi pengelolaan cold chain atau rantai dingin yang efisien menjadi kunci bagi perusahaan untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk yang sangat rentan terhadap perubahan suhu, seperti makanan, obat-obatan, dan produk biologi. 

Peningkatan permintaan akan produk-produk ini, bersamaan dengan globalisasi perdagangan, menempatkan cold chain sebagai komponen integral dalam rantai pasok modern. Namun, mengelola rantai dingin bukanlah tugas yang mudah. Hal ini karena adanya perubahan iklim yang tidak stabil, peningkatan regulasi keamanan pangan, dan tingginya harapan konsumen terhadap kualitas produk. 

Untuk itu, perlu adanya strategi pengelolaan cold chain yang lebih efisien dan inovatif. Lantas, apa saja strategi cold chain tersebut? Berikut strategi kunci untuk mengoptimalkan pengelolaan rantai dingin agar memastikan bahwa produk tetap terjaga kualitasnya dari produsen hingga konsumen.

1. Manfaatkan teknologi 

teknologi logistik
Ilustrasi teknologi logistik (pexels.com)

Salah satu cara terbaik pertama untuk mencapai cold chain yang efisien adalah dengan menerapkan data feed terkait inventoris secara real-time, sehingga dapat diakses di oleh pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang dalam cold storage

Meskipun berbagai teknologi dapat membantu perusahaan mencapai hal ini, opsi terbaik adalah solusi berbasis cloud yang dapat berintegrasi dengan sistem perusahaan yang sudah ada. Jadi, perusahaan tidak perlu mengganti perangkat keras atau perangkat lunak saat ini dan cukup mengintegrasikan solusi baru saja.

2. Manfaatkan otomatisasi

logistik
Ilustrasi otomatisasi (pexels.com)

Otomatisasi dapat mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan visibilitas inventaris, dan menyederhanakan rantai pasokan perusahaan. Jika saat ini, perusahaan Anda melacak suhu produk secara manual, kemungkinan besar Anda akan menemukan bahwa data akan tidak lengkap atau tidak dapat menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data suhu Anda.

Untuk menanggapi hal ini, solusi untuk pemantauan suhu seperti sensor dan analisis data dapat membantu memastikan perusaahan memiliki gambaran lengkap tentang perjalanan produk pelanggan. Selain itu, penggunaan otomatisasi juga dapat meringankan sebagian beban staf gudang dengan mengurangi jumlah titik inspeksi manual.

Baca juga: Otomatisasi Logistik: Implementasi, Tantangan dan Kesempatan

3. Kelola mitra rantai pasokan 

rantai pasok
Ilustrasi mitra rantai pasok (pexels.com)

Manajemen logistik rantai dingin yang efektif dimulai dengan pengelolaan mitra rantai pasokan perusahaan. Pasalnya, pengelolaan yang baik akan membantu perusahaan membuat strategi untuk menangani pembusukan, kerusakan, dan penyusutan produk dengan menjaga suhu gudang pada tingkat yang ideal.

Untuk dapat mengelolannya dengan baik, perusahaan dapat memakai teknologi yang dapat melacak suhu produk secara real-time dan tetap mendapat informasi tentang gangguan apa pun pada rantai pasokan. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengambil tindakan segera jika terjadi masalah dengan logistik rantai dingin.

4. Lacak inventaris

inventaris
Ilustrasi inventaris (pexels.com)

Sebagian besar pengecer melacak inventaris menggunakan pemindaian kode batang. Namun, metode ini hanya memungkinkan pperusahaan melacak sisi ritel bisnis, bukan produk yang bergerak melalui logistik rantai dingin.

Jika pelacakan inventaris terbatas pada ritel, perusahaan akan kesulitan mengintegrasikan data dari logistik rantai dingin dengan sistem ritel. Solusinya adalah menggunakan solusi perangkat lunak tunggal untuk melacak data logistik ritel dan cold chain, sehingga dapat membantu menjembatani kesenjangan visibilitas ini. Kemampuan untuk mengintegrasikan data rantai dingin dengan sistem ritel dapat membantu memahami pola permintaan dan membuat keputusan perdagangan dan pemesanan yang lebih tepat.

5. Visibilitas cold chain data loggers 

data
Ilustrasi data loggers (pexels.com)

Visibilitas yang konsisten merupakan faktor kunci dalam menjaga prosedur rantai dingin yang dikelola dengan baik di industri ini. Cara termudah untuk mendapatkan kejelasan tentang status pengiriman yang sensitif terhadap suhu adalah dengan memanfaatkan perangkat pelacakan aset yang hampir real-time. 

Informasi yang dikumpulkan mengenai produk-produk yang sensitif terhadap suhu ini nantinya akan dipakai untuk mengungkapkan tantangan apa pun yang dialami selama proses rantai dingin yang dipantau. Tak sampai disitu, data ini juga dapat digunakan untuk mempelajari dan menyesuaikan prosedur-prosedur ini untuk mencapai hasil yang lebih baik di masa depan. 

Baca juga: Bagaimana Teknologi dapat Meningkatkan Visibilitas Rantai Pasok?

Dengan adopsi strategi pengelolaan cold chain yang tepat, perusahaan dapat menjawab tantangan dengan meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan risiko kerugian, dan memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan yang semakin ketat. 

Dalam hal ini bukan hanya tentang mempertahankan integritas produk, tetapi juga tentang membangun kepercayaan konsumen yang kian meningkat terhadap aspek keamanan dan kualitas, di mana sejalan dengan evolusi teknologi dan tuntutan pasar, pengelolaan cold chain akan terus berkembang. 

Untuk mengakomodir strategi ini, MileApp hadir sebagai solusi yang dapat memudahkan kinerja cold chain dalam setiap aspek, khususnya dalam hal transportasi dan task management. Fitur tersebut dapat membantu perusahaan menjalankan operasional secara efektif dan ramah lingkungan, serta hemat biaya. 

Dengan mengintegrasikan sistem MileApp, memberikan keunggulan tambahan dalam manajemen risiko TMS agar dapat terus bersaing. Yuk coba MileApp sekarang agar bisnis Anda semakin #GoExtraMile. Klik di sini untuk sign up!

Sumber:

  • Adaptideations.com
  • gep.com
Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.