Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Apa Perbedaan Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE) dalam Truk Logistik?

Apa Perbedaan Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE) dalam Truk Logistik?

Dalam dunia logistik dan transportasi, penggunaan truk sebagai sarana pengiriman dan pengangkutan barang menjadi sangat vital. Dalam konteks ini, dua konsep yang penting untuk dipahami adalah Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE). 

Keduanya memang terdengar sangat mirip, namun memiliki perbedaan yang signifikan dalam pengelolaan rantai pasok logistik. Apa itu Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE) dan apa perbedaan keduanya? Berikut ulasan yang dapat Anda simak! 

Pengertian CDD dan CDE

truk logisitk
Ilustrasi truk logistik (pexels.com)

Dua jenis truk ini merupakan dua varian yang sering digunakan dalam industri otomotif dan transportasi barang di Indonesia. Dari pengertiannya, kedua truk ini memiliki definisi berbeda. 

Pengertian Colt Diesel Double (CDD)

Truk Colt Diesel Double (CDD) adalah truk dengan konfigurasi gandar belakang (double axle). Konfigurasi ini ditandai dengan adanya dua gandar di bagian belakang truk, dengan masing-masing gandar dilengkapi oleh sepasang roda. Truk ini sering dipakai untuk membawa muatan berat, terutama hasil dari kegiatan pertambangan atau perkebunan. 

Sebagai contoh, truk ini berfungsi sebagai sarana pengangkutan untuk mengirimkan barang-barang dari lokasi pertambangan atau perkebunan ke tempat tujuan. Kapasitas angkut maksimum truk ini berkisar antara 4 hingga 6 ton, memungkinkan untuk mengatasi berbagai macam beban dengan efisien dan efektif.

Pengertian Colt Diesel Engkel (CDE)

Truk ini terkenal dengan kapasitas muatannya yang besar, yang sangat ideal untuk pengangkutan barang dalam jumlah besar dengan mampu membawa beban hingga 2 ton.

Meskipun mampu mengangkut muatan yang signifikan, truk engkel memiliki dimensi yang relatif kecil, memungkinkannya untuk dengan mudah melewati gang-gang kecil atau ruas jalan yang sempit. Kelebihan ini menjadikan truk engkel sebagai pilihan yang sangat adaptif dan efisien untuk distribusi barang, terutama di area dengan akses terbatas. Dengan konfigurasi dua sumbu roda, truk engkel ini memiliki total empat roda, dengan dua roda ditempatkan di bagian depan dan dua di bagian belakang.

Baca juga: Benarkah Bisnis Truk Logistik Masih Prospektif? Ini Penjelasannya

Kelebihan dan kekurangan Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE)

truk logistik
Ilustrasi truk logistik (pexels.com)

Berbeda dari pengertian, tentu keduanya juga berbeda dari segi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Berikut kelebihan dan kekurangan CDD dan CDE. 

1. Kapasitas besar

Salah satu keunggulan utama dari truk CDD dan engkel adalah kemampuan mereka untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar. Meskipun memiliki perbedaan ukuran, keduanya dapat membawa muatan dengan kapasitas yang besar. Contohnya, truk CDD dapat membawa muatan hingga 6 ton, sementara truk engkel yang lebih kecil mampu mengangkut muatan mencapai 4 ton.

2. Mengangkut berbagai jenis barang besar

Kedua jenis truk, baik CDD maupun engkel, memiliki kemampuan untuk mengangkut berbagai jenis barang besar. Bukan hanya terbatas pada pengangkutan hasil perkebunan atau pertambangan, namun juga dapat membawa kendaraan dan peralatan elektronik.

3. Bebas dari pembatasan waktu

Keuntungan lainnya saat menggunakan keduanya adalah ketersediaan operasional tanpa terikat pembatasan waktu tertentu. Menurut regulasi Kementerian Perhubungan tentang jam operasional truk di jalan raya dalam kota, jam operasional yang diperbolehkan untuk truk golongan II ke atas adalah antara pukul 22.00 hingga 05.00.

Dengan demikian, truk-truk jenis ini tidak dikenai larangan untuk melintas di jalan-jalan dalam kota pada periode waktu tertentu. Hal ini berbeda untuk truk engkel yang masuk dalam golongan I, sehingga dapat beroperasi tanpa pembatasan waktu tertentu.

Pertimbangan dalam Memilih Colt Diesel Double (CDD) dan Colt Diesel Engkel (CDE)

truk logistik
Ilustrasi truk pengiriman (pexels.com)

Colt Diesel Double (CDD) dikenal memiliki kapasitas angkut yang lebih besar, sering mencapai 6 ton atau lebih, menjadikannya pilihan yang ideal untuk pengiriman muatan yang berat dan besar. 

Di sisi lain, Colt Diesel Engkel (CDE) memiliki kapasitas angkut yang lebih rendah, biasanya sekitar 4 ton, tetapi kelebihannya terletak pada fleksibilitas penggunaannya dalam situasi distribusi dan lingkungan perkotaan.

Faktor tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih 2 jenis truk ini. Selain itu, beberapa faktor ini juga dapat dipertimbangkan untuk memilih antara CDD dan CDE.

1. Ukuran dan manuverabilitas

Selain kapasitas angkut, ukuran dan manuverabilitas juga merupakan pertimbangan krusial. CDD, dengan ukuran yang cenderung lebih besar, mungkin terbatas dalam kemampuannya untuk beroperasi di area dengan ruang terbatas. Sebaliknya, CDE, yang lebih kecil, dapat dengan mudah melewati gang-gang kecil dan terbukti lebih adaptif untuk penggunaan di daerah perkotaan dengan akses jalan yang terbatas.

2. Jenis dan karakteristik muatan

Pertimbangan selanjutnya adalah jenis dan karakteristik muatan yang akan diangkut. Jika muatan yang dibawa cenderung besar dan berat, CDD mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai. Sebaliknya, jika kebutuhan pengiriman terutama bersifat distribusi dan melibatkan muatan ringan, CDE bisa menjadi opsi yang lebih efisien.

3. Rute perjalanan

Ketika mempertimbangkan rute perjalanan, CDD cocok untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan di jalan tol, terutama ketika membawa muatan besar. Di sisi lain, CDE lebih cocok untuk distribusi di dalam kota atau perjalanan di area yang memiliki akses jalan yang terbatas. Keputusan ini dapat dipengaruhi oleh jalur transportasi yang paling sering ditempuh.

4. Ketersediaan dan biaya

Aspek praktis seperti ketersediaan suku cadang, biaya perawatan, dan efisiensi bahan bakar harus menjadi pertimbangan. Perbandingan biaya operasional antara CDD dan CDE dapat menjadi penentu utama dalam memilih truk yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan bisnis.

5. Aturan dan regulasi

Penting untuk memeriksa aturan dan regulasi lalu lintas serta transportasi di daerah yang bersangkutan. Beberapa daerah mungkin memberlakukan pembatasan atau persyaratan khusus untuk jenis truk tertentu, yang harus dipertimbangkan dalam keputusan akhir.

6. Fleksibilitas

Terakhir, fleksibilitas penggunaan truk di berbagai kondisi dan keperluan merupakan pertimbangan penting. Kemampuan truk untuk beradaptasi dengan berbagai tugas dan rute akan memainkan peran kunci dalam menentukan pilihan antara CDD dan CDE, tergantung pada kebutuhan bisnis yang bersangkutan.

Baca juga: Peran Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Keandalan Layanan LTL

Memahami kebutuhan dan konteks penggunaan truk akan membantu dalam menentukan apakah CDD atau CDE lebih sesuai untuk keperluan spesifik perusahaan atau aktivitas bisnis. Semua pertimbangan ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan operasional. 

Dengan platform logistik terintegrasi seperti MileApp, pengusaha logistik dapat mengoptimalkan penggunaan truk mereka, memastikan efisiensi dalam setiap langkah perjalanan, dan mengakses informasi secara real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas. Sign up MileApp sekarang agar Anda #GoExtraMile!

Sumber:

  • Mpm-rent.com
  • lalamove.com