MileApp
Logistics

8 KPI Supply Chain untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

8 KPI Supply Chain untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

KPI (Key Performance Indicator) adalah matriks yang digunakan untuk memudahkan suatu perusahaan mengukur kinerja setiap individual. Adanya KPI membantu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja organisasi itu sendiri demi mencapai tujuan visi strategi yang dimiliki. Dalam industri logistik, KPI menjadi salah satu hal yang berdampak signifikan untuk menentukan proses bisnis yang efektif dan efisien, sehingga kinerja dapat ditingkatkan dengan terukur. Berikut beberapa KPI penting dalam rantai pasok (supply chain) yang dapat Anda ketahui.

KPI dalam Supply Chain

monitor supply chain

ilustrasi monitor supply chain untuk sales lapangan (pinterest.com) Kinerja dalam rantai pasok sangat penting bagi keberhasilan suatu perusahaan. Untuk meningkatkan kinerja dalam supply chain, terdapat sejumlah KPI yang dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan. Berikut ini adalah beberapa KPI penting yang dapat membantu meningkatkan kinerja dalam supply chain:

  • Kemampuan mengelola persediaan

KPI ini mengukur seberapa efisien perusahaan dalam mengelola persediaan. Semakin tinggi perputaran persediaan, semakin efisien perusahaan dalam mengubah persediaan menjadi pendapatan. Hal ini membantu mencegah terjadinya kelebihan stok atau keterlambatan dalam pengiriman.Untuk menghitung KPI ini, mulailah dengan harga pokok penjualan untuk periode tertentu, misalnya, untuk satu bulan, kuartal, atau tahun. Kemudian, bagi dengan tingkat inventaris rata-rata selama periode yang sama. Ini dapat dihitung dengan menambahkan inventaris awal Anda ke inventaris akhir Anda dan membagi hasilnya dengan dua. Dalam hal ini, nilai tinggi biasanya berarti Anda mengelola inventaris secara efektif dan efisien.

  • Waktu pesanan pelanggan

Waktu pesanan pelanggan mengacu pada jumlah rata-rata waktu, misalnya dalam hari)yang selang antara tanggal pelanggan melakukan pemesanan dan tanggal pengiriman yang sebenarnya. Jika siklus kas ke kas meningkat tetapi waktu siklus pesanan pelanggan menurun atau tetap sama, maka mungkin ada masalah dengan pengelolaan hutang, piutang, atau persediaan.KPI ini mengukur waktu yang diperlukan dari saat pelanggan menempatkan pesanan hingga pesanan tersebut diterima. Dengan mengurangi waktu siklus pesanan pelanggan, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi lead time.

  • Fill Rate

Fill Rate adalah KPI yang digunakan dalam industri logistik untuk mengukur persentase antrian pesanan yang telah dipenuhi perusahaan dalam tagihan dari total jumlah pesanan. Metrik ini mempengaruhi kepuasan pelanggan dan biasanya, perusahaan membedakan target fill rate untuk tiap segmen pelanggan dan jenis barang. Manajer rantai pasokan memecah metrik ini menjadi beberapa metrik tambahan, yaitu Line Fill Rate atau jumlah baris pesanan penjualan yang dipenuhi dalam pengiriman pertama, dan Unit Fill Rate atau kuantitas setiap baris pesanan yang dipenuhi, relatif terhadap jumlah total yang dipesan. Tingkat rate yang tinggi menunjukkan ketersediaan persediaan yang memadai sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi kehilangan penjualan.

  • Waktu pengiriman

Adanya KPI ini mampu mengukur persentase pengiriman agar tiba tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditentukan, sehingga membantu menghindari keterlambatan pengiriman yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • On-time dispatch di tempat muat
  • Kendala Transporter (penyedia armada)
  • Force Majeure

Selain itu, pengukuran ketepatan waktu pengiriman ini juga akan berpengaruh pada kepuasan customer. Puasnya pelanggan mampu menjaga keberlangsungan bisnis secara menyeluruh.

  • Tingkat pesanan sempurna

Secara sederhana, KPI ini mengukur persentase pesanan yang diproses tanpa kesalahan atau cacat. Tingkat pesanan sempurna yang tinggi menunjukkan efisiensi dalam proses pengambilan pesanan dan pengemasan, yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Banyak organisasi melihat ini sebagai satu-satunya indikator kinerja kunci (KPI) rantai pasokan yang paling penting karena secara langsung berdampak pada kepuasan pelanggan.

  • Cash to Cash Cycle (CCC)

Cash to Cash Cycle adalah periode waktu antara saat bisnis membayar uang tunai kepada pemasoknya untuk persediaan dan menerima uang tunai dari pelanggannya.Semakin cepat siklus ini dilakukan, maka akan semakin efisien pengelolaan keuangan perusahaan dan penggunaan modal. Cash to Cash Cycle menunjukkan banyak hal tentang efisiensi praktik manajemen rantai pasokan Anda. Terdapat tiga metrik keuangan untuk mengukur siklus ini, yaitu:

  • Hari persediaan (Days Inventory)
  • Hari hutang (Days Payable Outstanding )
  • Hari penjualan beredar (Days Sales Outstanding)

Cara menghitungnya adalah dengan tambahkan Days Inventory (DOI) dan Days Payable Outstanding (DOP), lalu kurangi Days Sales Outstanding (DSO) untuk mendapatkan waktu siklus kas ke kas.

  • Hari tingkat penjualan luar biasa

KPI ini mengukur seberapa sering perusahaan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Memantau hari tingkat penjualan luar biasa membantu perusahaan dalam mengelola persediaan, kapasitas produksi, dan distribusi dengan lebih baik, sehingga kedepannya saat hal ini terulang, perusahaan telah memiliki persiapan dan aware terhadap hari-hari ini.

  • Efesiensi biaya persediaan

KPI ini terkait dengan menyimpan persediaan, seperti biaya penyimpanan, biaya risiko kelebihan stok, dan biaya pengendalian persediaan. Mengurangi biaya persediaan membantu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan. Baca juga: 5 KPI Gudang yang perlu Anda Ukur

KPI dalam Supply Chain dapat Dipantau secara Real-time

ilustrasi menjelaskan target sales lapangan

ilustrasi menjelaskan target sales lapangan (pinterest.com) Seluruh KPI dalam supply chain tersebut dapat dipantau secara real-time untuk bisa mendapatkan transparansi kinerja dan hasil. Salah satu cara untuk bisa memantau KPI dalam rantai pasok secara rela-time adalah dengan mendigitalisasinya. Menurut Richard Breitmeyer dari Sharp Corporation of New Zealand, dilansir dari Medium, setidaknya terdapat beberapa kekurangan jika perusahaan belum mempunyai digitalisasi:

  1. Ketidakkonsistenan dan kesalahan entri data.
  2. Besarnya biaya pelatihan untuk pembuatan report ke setiap pihak.
  3. Sistem sangat tergantung pada kualitas pembuat report.
  4. Pengurangan informasi atau data pada proses transfer informasi.
  5. Membutuhkan banyak waktu dan resource untuk membuat report.
  6. Kurangnya keamanan data.
  7. Adanya duplikat pada entri data.

Oleh karenanya, perlu untuk mendigitalisasi KPI ini agar mudah untuk melakukan analisis dan improvement.Baca juga: 5 KPI Penting Kinerja Logistik dalam Distribusi FMCGDalam kesimpulan, memantau dan meningkatkan kinerja dalam supply chain sangat penting untuk mencapai keunggulan kompetitif. Dengan menggunakan KPI yang relevan, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja dalam supply chain.MileApp sebagai platfrom yang mempermudah kinerja logistik dapat membantu kamu untuk mendapatkan proses logistik yang transparan, yuk coba MileApp untuk optimasi logistik dengan klik di sini sekarang!Sumber:

  • sodexo.co.id
  • insightsoftware.com
  • medium.com
Hubungi sales

Jadwalkan demo

Isi form di bawah dan tim kami akan segera menghubungi Anda.