Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Industri Manufaktur Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2024

Industri Manufaktur Menopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2024

Industri manufaktur pada tahun 2024 ini terlihat optimis karena menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam konteks ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjunjung tinggi peran strategis industri ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah tantangan dampak geo ekonomi dan geopolitik global yang semakin kompleks. Bagaimana ha tersebut dilakukan, simak ulasan berikut, dilansir dari Logistik News.

Perencanaan Anggaran Strategis

perencanaan anggaran
Ilustrasi perencanaan anggaran (pexels.com)

Kemenperin memandang perlu meningkatkan kinerja industri manufaktur di tahun 2024 sebagai langkah strategis. Dalam hal ini, postur pagu anggaran Kemenperin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 telah ditetapkan sebesar Rp 3,76 triliun. 

“Alhamdulillah, industri manufaktur bisa dikelola bersama dengan baik, sehingga pertumbuhannya terus meningkat. Ini yang harus menjadi fokus dan perhatian kita bersama ke depannya,” ujar Agus Gumiwang Kartasmita selaku Menteri Perindustrian di Jakarta, Minggu (14/1/2024).

Baca juga: Benarkah Bisnis Truk Logistik Masih Prospektif? Ini Penjelasannya

Pencapaian dan kontribusi Industri Manufaktur Indonesia

industri manufaktr indonesia
Ilustrasi manufaktur Indonesia (indonesia.go.id)

Perlu diketahui, sebelumnya, Agus Gumiwang Kartasmita juga sudah pernah menyampaikan kegembiraannya atas pencapaian industri manufaktur pada triwulan III tahun 2023. Dalam kurun waktu tersebut, industri manufaktur mencatatkan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 16,83 persen. 

Dalam hal ini, pertumbuhan sektor manufaktur mencapai 5,02 persen, berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 4,94 persen. Selain itu, industri manufaktur juga berkontribusi besar pada capaian nilai ekspor. “Pada periode Januari-November, ekspor produk manufaktur masih mendominasi dengan nilai lebih dari 171,23 miliar US dollar,” jelas Agus.

Tak sampai disitu, menurut laporan safeguardglobal.com, Indonesia masuk 10 besar penyumbang produk manufaktur dunia dan menjadi satu-satunya negara ASEAN di dalam daftar tersebut. Indonesia berkontribusi sebesar 1,4 persen kepada produk manufaktur global. Ini merupakan kenaikan yang berarti karena pada 2021 lali, Indonesia masih di posisi 16. “Kami memproyeksi untuk pertumbuhan industri pengolahan nonmigas tahun 2023 sebesar 4,81 persen, dan kami tetapkan target tahun 2024 sebesar 5,80 persen,” ujar Agus.

Baca juga: Saatnya Sektor Logistik Dilirik Pemerintah di 2024

Program Prioritas Kemenperin di Tahun 2024

pelatihan vokasi

Dengan optimisnya kemajuan industri manufaktur ini, Kemenperin menetapkan sejumlah program prioritas untuk mencapai target pertumbuhan. Beberapa program tersebut adalah program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, restrukturisasi mesin dan/atau peralatan untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan untuk wirausaha baru dan pengembangan IKM startup menjadi fokus utama. 

Tak hanya itu, peningkatan nilai tambah dan daya saing industri juga akan dilakukan melalui program sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hilirisasi sumber daya alam di sektor agro, bahan tambang dan mineral, migas, dan batubara.

“Kami juga akan melaksanakan program bantuan pemerintah untuk pembelian KBLBB roda dua baru, pengembangan kawasan industri, serta fasilitasi sertifikasi industri hijau,” ujar Menperin.