Get in touch

By clicking the button below, you're agreeing with our privacy policy.
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Cara Memastikan Produk FMCG Sesuai Regulasi Kesehatan dan Keamanan

Cara Memastikan Produk FMCG Sesuai Regulasi Kesehatan dan Keamanan

Dibalik kenyamanan dan ketersediaan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), perusahaan berkewajiban untuk memastikan bahwa setiap item yang dihadirkan kepada konsumen memenuhi standar tertinggi dalam hal kesehatan dan keamanan. 

Cara memastikan produk FMCG ini menjadi krusial mengingat industri FMCG memiliki peran sentral dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen yang melibatkan segala aspek kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa tips dalam memastikan produk FMCG terjual sesuai regulasi kesehatan dan keamanan pelanggan.

1. Pemahaman terhadap regulasi kesehatan dan keamanan

hukum kesehatan
Ilustrasi hukum (unsplash.com)

Langkah pertama dalam mencapai produk FMCG yang sesuai dengan regulasi adalah dengan memahami peraturan itu sendiri. Hal ini mencakup pemeriksaan terhadap makanan, obat-obatan, dan jenis peraturan apa yang berlaku serta bagaimana penerapannya pada situasi tertentu. Di Indonesia, regulasi untuk produk sehari-hari ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2019 tentang Kemanan Pangan yang mencabut mencabut PP 28 tahun 2004 tentang Kemanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20044 Nomor 107 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424).

Selain itu, perlu juga dipahami Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Setelah memahami sepenuhnya peraturan tersebut dan penafsirannya, perusahaan dapat merancang produk yang sesuai dengan peraturan tersebut untuk memastikan kepatuhan maksimal.

Baca juga: Cara Mengelola Reverse Logistics dalam Industri FMCG

2. Memantau dan mengontrol kinerja keselamatan

FMCG
Ilustrasi produksi FMCG (pexels.com)

Dilansi dari Linkedin, memantau dan mengontrol kinerja keselamatan produk FMCG di seluruh siklus hidup produk, mulai dari desain dan pengembangan hingga manufaktur dan distribusi juga penting dilakukan untuk memastikan produk sesuai dengan regulasi kesehatan dan keamanan. 

Dalam hal ini, perusahaan dapat menggunakan alat seperti bagan kendali mutu, Pengendalian Proses Statistik (SPC), dan Key Indicator Performance (KPI) untuk mengukur dan memantau kinerja keamanan produk. Selain itu, perusahaan juga dapat menerapkan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) atau tindakan perbaikan dan pencegahan untuk mengatasi setiap penyimpangan atau ketidaksesuaian yang dapat mempengaruhi keamanan produk.

3. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan tepat dan mengoordinasikan upaya lintas fungsi

kolaborasi antara tim
Ilustrasi kolaborasi antar tim (pexels.com)

Dilansir dari RegASK, Peraturan dan pedoman membuat produk sering kali melibatkan unit bisnis dan fungsi yang berbeda di seluruh lokasi dan geografi. Hal ini membuat pengelolaan menjadi proses yang kompleks, dinamis, dan interaktif yang memerlukan upaya kolektif dari seluruh area fungsional. 

Untuk mendapatkan pemangku kepentingan yang tepat pada waktunya, penting untuk menentukan entitas apa yang akan dilibatkan dan peran mereka. Sebaiknya Anda memiliki struktur tim lintas fungsi yang mencakup:

  • Tim urusan regulasi yang mengelola seluruh aspek regulasi
  • Tim jaminan kualitas yang memastikan keamanan produk dan standar kualitas terpenuhi dari awal hingga akhir
  • Tim manajemen risiko yang menganalisis masukan data oleh tim lain dan merekomendasikan perubahan jika diperlukan
  • Tim pemasaran yang menyelaraskan label dengan standar merek perusahaan

Baca juga: Pentingnya Efesiensi Supply Chain dalam Bisnis FMCG

4. Pengujian kualitas dan keamanan produk

produk
Ilustrasi pengujian produk (units.cals.ncsu.edu)

Pengujian kualitas dan keamanan produk adalah tahap kritis dalam proses produksi FMCG. Dalam tips ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar tertinggi kualitas dan aman untuk dikonsumsi atau digunakan oleh konsumen. 

Pengujian yang dapat dilakukan mencakup serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memastikan karakteristik tertentu dari produk sesuai dengan regulasi kesehatan dan keamanan yang berlaku. 

Perusahaan dapat menerapkan siklus plan-do-check-act (PDCA) atau siklus deming untuk terus meningkatkan kinerja keselamatan produk. Selain itu juga harus perlu menumbuhkan budaya keselamatan dalam organisasi dan mendorong inovasi dan pembelajaran dari kesalahan.

5. Sistem manajemen mutu terintegrasi

manajemen mutu FMCG
Ilustrasi sistem manajemen mutu (isrmag.com)

Menerapkan sistem manajemen mutu terintegrasi, seperti ISO 9001, membantu mengarahkan perusahaan menuju pemenuhan regulasi. Sistem ini mencakup pemantauan berkelanjutan, evaluasi kinerja, dan perbaikan berkelanjutan, menciptakan lingkungan di mana kualitas dan keamanan menjadi prioritas.

Dengan menerapkan ISO 9001, sebuah perusahaan FMCG dapat melakukan evaluasi apakah produk dan proses yang dilakukan oleh perusahaan dapat memenuhi keinginan atau persyaratan dari pelanggan secara konsisten. 

Selain itu, penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 juga dapat memastikan konsistensi mutu produk dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan perusahaan ataupun pelanggan serta mencegah terjadi kegagalan mutu produk atau jasa sepanjang proses produksi. 

6. Audit internal dan eksternal

FMCG
Ilustrasi audit produk-produk FMCG (nicheme.com)

Melakukan audit internal secara teratur membantu perusahaan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memperbaiki ketidaksesuaian. Sementara itu, audit eksternal oleh pihak independen memberikan perspektif objektif dan meyakinkan pihak eksternal bahwa perusahaan beroperasi sesuai standar kesehatan dan keamanan yang berlaku.

7. Pengelolaan risiko dan respons krisis

produk FMCG
Pengelolaan produk FMCG (cb4.com)

Tips memastikan FMCG sesuai regulasi kesehatan dan keamanan selanjutnya adalah dengan menyusun rencana pengelolaan risiko dan respons krisis adalah yang preventif dan reaktif. Dengan mengidentifikasi potensi risiko, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya dan merespons dengan cepat jika krisis terjadi, meminimalkan dampak pada kesehatan dan keamanan produk.

Baca juga: Pentingnya Customer Value Bagi Bisnis FMCG 

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, perusahaan FMCG dapat membangun fondasi yang kokoh untuk memastikan produk mereka memenuhi dan melebihi standar kesehatan dan keamanan yang berlaku. Ini bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan konsumen yang tak ternilai dan memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang. 

Terlebih lagi, untuk memperkuat komitmen pada kualitas dan keamanan, perusahaan FMCG dapat terhubung dengan MileApp. Sebagai platform inovatif, MileApp dapat menjadi mitra strategis untuk perusahaan FMCG dalam memastikan distribusi yang efisien, pelacakan real-time, dan komunikasi yang transparan. 

Dengan menggunakan MileApp, perusahaan dapat memberikan visibilitas yang lebih baik pada rantai pasok mereka, mengoptimalkan proses distribusi, dan memberikan konsumen kepercayaan tambahan bahwa produk mereka tidak hanya bermutu tinggi tetapi juga dapat diakses dengan mudah dan aman. Yuk coba MileApp dengan sign up di sini sekarang!

Sumber:

  • Linkedin.com
  • regask.com